Resensi Buku

Petualangan Gila Sang Kesatria Gila

Identitas buku:

Judul: Petualangan Don Quixote

Penulis: Miguel de Cervantes

Genre: Fantasi

Penerbit: Immortal Publishing

Tahun terbit: Cetakan IX, Januari 2025

Jumlah halaman: 124 halaman

“Dunia sedang menantiku,” bisik Don Quixote kepada dirinya sendiri.

Alonso Quixano atau yang lebih dikenal dengan sebutan Don Quixote de la mancha (Kesatria dari Distrik La Mancha) adalah pemeran utama dalam cerita ini. Nama yang sangat keren bukan? Namun, belum selesai saya membaca buku ini, Don Quixote bukan orang yang keren melainkan seorang yang gila. Ia percaya, dunia akan membutuhkan kekuatan serta kebijaksaannya untuk melindungi orang-orang yang tertindas dan tak berdaya. Justru Ia sendiri yang perlu dilindungi, sebab pikirannya yang sudah hilang akal. Kepalanya dipenuhi khayalan-khayalan gila, seperti misi menyelamatkan dunia dari monster besar nan mematikan-padahal Ia hanya melihat kincir angin raksasa. Tak sendirian, Don Quixote memiliki satu pengawal, Sancho Panza. Dalam petualangannya, Don Quixote juga ditemani dengan kudanya yang Ia beri nama Rocinante, dan seekor keledai kurus kering milik Sancho Panza satu-satunya pengawal yang Ia punya.

Banyak sekali kisah-kisah petualangan gila Don Quixote yang membuat pembaca terheran-heran dan bertanya-tanya. Siapakah yang gila di sini? Sang Aktor utama atau Sang Penulis? Dibalik itu semua, cerita yang dibuat oleh sastrawan Spanyol terkenal abad ke-15, Cervantes, memang indah sekali. Petualangan hebat dan tidak masul akal, sukses membuat saya melongo dan sangat menikmatinya.  Berkat obsesi Don Quixote untuk menjadi kesatrian yang masyhur di seluruh penjuru dunia.

Kelebihan dan kekurangan buku:

  1. Cerita yang diberikan benar-benar fresh, meski ada beberapa cerita yang hampir sama membuat cerita seperti ini, tapi tidak se-autentik dan seindah cerita dibuku ini. Sangat cocok untuk pembaca yang menyukai genre petualangan, fantasi, dan aksi.
  2. Gaya Bahasa yang digunakan susah untuk dipahami, ada beberapa part yang harus dibaca berulang agar bisa paham maksudnya.

Penulis: Nanda ‘Abidatur Rosyidah Al Mabruroh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.