Berita

Korupsi Lagi, Rakyat Lagi yang Menanggung Rugi
KPK mengungkapkan kontruksi kasus korupsi yang melibatkan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur mengatakan Fadia dan keluarganya mendapatkan Rp 19 miliar dari proyek pengadaan jasa outsourcing dan pengadaan lainnya.

Saat Kepercayaan Publik Diuji Kasus Korupsi Outsourcing Pemkab Pekalongan
Pada 3 Maret 2026, KPK menggelar OTT di wilayah Semarang dan berhasil menangkap Bupati Pekalongan bersama sejumlah orang terdekatnya.

Imlek 2026 dan Ramadan Beriringan, Kota Pekalongan Tampilkan Wajah Kerukunan Antarumat Beragama
Pelaksanaan kirab Imlek 2026 berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya, dimana tahun ini kirab digelar juga bertepatan di tengah suasana bulan suci Ramadan.

Kirab Ritual dan Budaya Imlek 2026 Warnai Ramadhan di Pekalongan, Pemerintah Tekankan Kebersamaan dan Kerukunan
Pekalongan-jurnalphona.com Kirab Ritual dan Budaya Imlek 2026 resmi digelar di Klenteng Po An Thian Pekalongan. Acara dibuka secara resmi oleh Walikota Pekalongan, H. Achmad Adzan Arslan Djunaidi, S.E., M.M., bersama Wakil Walikota Pekalongan, Hj. Balgis Diab S.E., S.Ag., M.M. Senin, (2/3).

Mengokohkan Barisan dan Menyatukan Gagasan, FORKOMNAS KPI Wilayah III Sukses Gelar Pelantikan dan Rapat Kerja di Yogyakarta
Forum Komunikasi Mahasiswa Nasional Komunikasi dan Penyiaran Islam (FORKOMNAS KPI) Wilayah III Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar pelantikan dan rapat kerja pengurus wilayah periode 2026 yang bertempat di Tabligh Majelis Muhammadiyah, Yogyakarta pada hari Sabtu-Minggu, 31 Januari-1 Februari 2026. Berdasarkan data HMJ KPI UMY selaku penyelenggara, peserta yang mengikuti rangkaian acara ini berjumlah 94 orang dari delegasi 16 kampus se-Jateng dan DIY yang memiliki program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam. Serta melantik pengurus wilayah sebanyak 55 orang dalam satu periode ini. Acara ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Twediana Budi Hapsari, PH.D selaku ketua DPD ASKOPIS JATENG-DIY serta sekaligus mengisi talkshow yang bertema “Bersama Lebih Kuat: Sinergi Mahasiswa KPI Jateng-DIY untuk Forum Berkelanjutan”. Koordinator wilayah Forkomnas KPI wilayah III, Esa Wahyu Panuntun menegaskan bahwa momen pelantikan dan rapat kerja yang dilaksanakan bukan sebagai acara seremonial semata, melainkan bentuk kepercayaan yang harus dijawab dengan kerja yang mampu berdampak nyata. “Pelantikan yang kita laksanakan bukan acara seremonial saja atau hanya eksistensi semata, melainkan sebuah bentuk kepercayaan yang harus dibuktikan,” tuturnya. Esa juga menambahkan bahwa kepengurusan periode ini dituntut untuk mampu menjaga keberlangsungan forum serta menghadirkan program kerja yang berdampak bagi mahasiswa KPI se-Jateng dan DIY. “Kepengurusan saat ini memiliki tuntutan untuk mampu menjaga keberlangsungan forum dan juga menghadirkan program dengan dampak untuk mahasiswa KPI se-Jateng dan DIY,” imbuh Esa. Ketua HMJ KPI UMY, Ardra Naura Ajdanabilla berterimakasih dan merasa bangga atas kesempatan sebagai tuan rumah dalam acara ini. Kesempatan ini menjadi wadah kontribusi dalam menyukseskan berjalannya FORKOMNAS KPI Wilayah III Jateng-DIY. “Mewakili segenap HMJ KPI UMY, saya sangat berterima kasih telah dipercaya menjadi tuan rumah untuk acara ini. Kesempatan ini merupakan sebuah kehormatan bagi kami. Sekali lagi terima kasih kepada jajaran pengurus yg telah memberikan kami kesempatan untuk menyuguhkan yang terbaik,” ungkap Ardra. Penulis: Afif Kamaludin

Pulang
Sudah cukup jauh kaki ini melangkahSudah terlalu lama batin ini lelahMencari arti damai dengan susah payahIman yang kini mulai terpecah belah Terlalu jauh untuk kembali ke titik awalTerlalu jauh untuk kembali netralJalan yang dilalui terlalu banyak cabangJalan yang dilalui terlalu banyak lubang Terlalu kotor untuk dibersihkanTerlalu malu untuk kembali ke hadapanSemakin gelap jalan untuk ke depanTapi dia tetap menerima tanpa perdebatan Karya: Wiji Indah Prasetya

Hampa
Satu persatu ku cobaMencicipi setiap rasaMulai lupa angannyaMenjejali setiap hal yang ada Saat hidup sudah tak dalam kendalinyaArus yang tenang menjadi medan perangDihadapkan pada pilihan-pilihanTanpa menemukan titik terang Banyak rasa yang tercobaMungkin sudah mati rasaMerasa tak pernah berdosaMungkin sudah mati rasa

Selesai Tapa Suara
Aku pernah menyebut namamudalam doa yang paling sunyimenitipkan harappada jeda napas yang panjang Namun waktu pelan-pelan menghapusjejak langkahmu di dadakuseperti ombak yang lelahmengeja kembali pantai Kini rasaku tak lagi bergetartak juga terlukahanya kosong yang tenangdan ingatan yang belajar diam Bukan karena kamu salahatau aku berhenti pedulihanya saja perasaan itutelah selesai menjalankan tugasnya Aku melepaskanmu tanpa air matatanpa janji untuk kembalikarena yang hilangtak selalu perlu dicari lagi Karya: Marchela Dika A.

Manfaat Jamu Bagi Kesehatan
Jamu telah lama dipercaya oleh masyarakat Indonesia sebagai minuman yang berkhasiat untuk menjaga kesehatan. Selain diminum sebagai suplemen kesehatan, jamu juga secara turun-temurun dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk meredakan berbagai keluhan, seperti batuk berdahak, sakit kepala, hingga wasir. Jamu merupakan racikan dari berbagai tanaman herbal yang memiliki potensi manfaat bagi tubuh. Walaupun masih dibutuhkan penelitian ilmiah lebih lanjut untuk membuktikan efektivitasnya, banyak orang meyakini bahwa jamu dapat membantu mengatasi beberapa masalah kesehatan tertentu. Meskipun memiliki beragam manfaat, konsumsi jamu tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Apabila jamu digunakan sebagai pendamping pengobatan medis, sebaiknya dikonsumsi di bawah pengawasan tenaga kesehatan guna mencegah terjadinya interaksi dengan obat-obatan lain. Manfaat Jamu Berdasarkan Jenis Tanaman Jamu biasanya dibuat dari satu atau beberapa bahan alami yang dikenal sebagai empon-empon. Berikut ini beberapa manfaat jamu berdasarkan bahan dasarnya: KunyitKunyit merupakan tanaman herbal yang sering dimanfaatkan sebagai bahan jamu karena khasiatnya yang beragam. Tanaman ini dipercaya dapat membantu mengatasi osteoarthritis, gangguan pencernaan, nyeri haid, serta masalah kulit seperti jerawat dan eksim. Selain itu, kunyit juga diketahui berperan dalam menurunkan kadar kolesterol, menjaga kesehatan jantung, dan mengurangi risiko kanker. Khasiat tersebut berasal dari senyawa aktif bernama kurkumin yang terkandung di dalam kunyit. TemulawakTemulawak telah lama digunakan sebagai bahan utama jamu tradisional. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa temulawak memiliki sifat antioksidan, antibakteri, antiradang, antikanker, serta antidiabetes. Secara tradisional, temulawak sering dikonsumsi untuk mengurangi mual, pusing, pilek, dan meningkatkan nafsu makan. Selain itu, temulawak juga diyakini mampu membantu mengatasi gangguan lambung dan hati, sembelit, radang sendi, wasir, keputihan, serta demam pada anak. Namun demikian, manfaat-manfaat tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan keefektifannya. JaheJahe juga termasuk tanaman herbal yang sudah lama digunakan dalam pengobatan tradisional. Jahe dipercaya dapat membantu meredakan radang sendi, sakit kepala, nyeri menstruasi, serta mual dan muntah pascaoperasi. Aroma khas jahe juga dikenal dapat mengurangi rasa mual pada ibu hamil. Meskipun begitu, manfaat jamu berbahan jahe ini masih perlu dibuktikan melalui uji klinis yang lebih mendalam. Sumber:https://www.alodokter.com/ini-lho-manfaat-jamu-yang-sudah-teruji-klinis Penulis: Marchela Dika A.

Bunga
Sore itu, taman kota dipenuhi cahaya keemasan. Daun-daun berdesir pelan ketika angin lewat, seolah ikut berbisik pada siapa pun yang berjalan di sana. Di antara jalur batu yang berkelok, sepasang kekasih melangkah berdampingan, tanpa tergesa, menikmati waktu yang terasa sederhana namun penuh arti. Mereka berhenti di dekat hamparan bunga yang sedang mekar. Warnanya beragam, merah, kuning, ungu, dan putih, tersusun rapi namun tetap terlihat hidup, seakan masing-masing memiliki cerita sendiri. Sang kekasih perempuan berjongkok, menatap bunga-bunga itu dengan mata berbinar. “Cantik, ya,” katanya pelan. “Iya,” jawab pasangannya sambil tersenyum. “Tapi menurutmu, apa yang membuat bunga jadi cantik?” Ia berpikir sejenak, lalu memetik satu kelopak yang jatuh ke tanah. “Karena warnanya. Atau karena baunya. Atau mungkin karena bunga selalu mekar tanpa tahu siapa yang melihatnya.” Mereka duduk di bangku taman. Di hadapan mereka, bunga-bunga itu tetap bergoyang pelan, tak peduli sedang diperhatikan atau tidak. Sang lelaki menatap hamparan warna itu, lalu berkata, “Katanya, setiap bunga punya makna. Mawar tentang cinta, melati tentang kesucian, bunga matahari tentang harapan.” “Kalau begitu,” sahut pasangannya, “bunga apa yang paling mirip dengan kita?” Ia terdiam, lalu tertawa kecil. “Mungkin kita bukan satu jenis bunga. Kita campuran. Kadang seperti mawar, penuh rasa. Kadang seperti bunga liar yang tumbuh di pinggir jalan, sederhana tapi bertahan.” Perempuan itu tersenyum. “Aku suka bunga liar,” katanya. “Mereka tidak ditanam khusus, tapi tetap tumbuh. Seperti hubungan yang dijaga bukan karena kewajiban, tapi karena ingin.” Langit mulai berwarna jingga. Bayangan mereka memanjang di jalan setapak. Sang lelaki memetik satu bunga kecil yang jatuh, lalu menyerahkannya. “Mungkin makna bunga bukan dari namanya,” ujarnya, “tapi dari siapa yang melihat dan merasakannya.” Ia menerima bunga itu dengan hati-hati, seolah sedang memegang sesuatu yang rapuh namun berharga. “Kalau begitu,” katanya lembut, “bunga ini akan mengingatkanku pada hari ini. Tentang berjalan pelan, berbagi cerita, dan memahami makna bersama.” Mereka kembali berjalan, meninggalkan taman yang perlahan diselimuti senja. Bunga-bunga tetap di sana, mekar dalam diam, sementara dua hati melangkah pulang dengan makna baru, bahwa seperti bunga, cinta tak selalu harus dijelaskan. Cukup dirawat, dipahami, dan dinikmati sampai Ia mekar. Karya: Marchela Dika

Relaksasi dengan Musim
Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, banyak orang merasa mudah lelah baik secara fisik maupun mental. Tuntutan sekolah, pekerjaan, dan aktivitas sosial sering kali menimbulkan stres. Oleh karena itu, relaksasi menjadi hal penting agar keseimbangan tubuh dan pikiran tetap terjaga. Menurut saya, salah satu cara relaksasi yang paling sederhana dan efektif adalah dengan mendengarkan musik. Musik dapat dinikmati oleh siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Tanpa perlu usaha berlebih, musik mampu memberikan rasa nyaman dan menenangkan suasana hati. Musik memiliki kekuatan untuk memengaruhi emosi pendengarnya. Alunan nada yang lembut dan tempo yang pelan dapat membantu menurunkan ketegangan dan rasa cemas. Saat musik diputar, pikiran yang semula penuh beban perlahan menjadi lebih ringan dan tenang. Selain menenangkan pikiran, relaksasi dengan musik juga berdampak positif pada tubuh. Detak jantung dan pernapasan bisa menjadi lebih teratur ketika mendengarkan musik yang menenangkan. Hal ini menunjukkan bahwa musik dapat membantu tubuh masuk ke kondisi rileks secara alami. Musik juga sering dimanfaatkan untuk meningkatkan konsentrasi. Banyak orang memilih mendengarkan musik instrumental saat belajar atau mengerjakan tugas agar lebih fokus. Dengan pikiran yang tenang, aktivitas yang dilakukan pun dapat berjalan lebih efektif. Tidak hanya itu, musik juga membantu meningkatkan kualitas istirahat dan tidur. Mendengarkan musik sebelum tidur dapat membantu seseorang lebih cepat terlelap dan tidur lebih nyenyak. Musik mampu mengalihkan pikiran dari rasa khawatir yang sering muncul di malam hari. Kesimpulannya, relaksasi dengan musik memberikan banyak manfaat bagi kesehatan mental dan fisik. Musik bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sarana untuk menenangkan diri dan menjaga keseimbangan emosi. Oleh karena itu, menjadikan musik sebagai bagian dari rutinitas relaksasi merupakan kebiasaan yang sangat baik untuk diterapkan. Penulis: Marchela Dika A.

Sudut Pandang Penggemar Film Animasi dalam Memberikan Review Sebenarnya
Film animasi merupakan sebuah film yang menayangkan tokoh yang berbentuk grafik animasi atau biasanya lebih mudah disebut dengan kartun. Film animasi memberikan Kesan lucu dan menggemaskan sehingga jika sudut pandang kita sebagai penggemar film animasi akan betah menonton. Biasanya bagi para penggermar film animasi ini cenderung mudah bosan jika menonton tokoh yang berbentuk manusia asli, mengapa demikian, para penggemar animasi akan selalu mencari sisi estetika dan penayangan tokoh yang menarik dibanding dengan jalan cerita film tersebut. Hal ini terjadi pada beberapa orang saja, tidak semua penggemar film animasi akan memiliki pandangan yang sama dengan penggemar lainnya. Contoh film animasi seperti Frozen, Avatar, Despicable Me (minion), Elemental dan berbagai jenis film animasi barat lainnya yang selalu dinanti para penggemar animasi. Mereka mempunyai sisi ketakjuban tersendiri dengan film animasi, seperti bagaimana pembuatan animasi yang begitu sempurna, jalan ceritanya yang nyambung dengan action animasinya, editan yang begitu smoot, hal itulah yang kerap menjadikan film animasi barat mendapatkan komentar positif dan banyak penggemar. Beberapa orang berpendapat bahwa film animasi masih di anggap paling aman untuk menjadi tontonan semua umur, meskipun kita harus bener pintar-pintar memilih yang terbaik untuk kita tonton. Sebagai penggemar film animasi, bukan hanya bagaimana pandangan kita saat meyaksikan visualnya saja, akan tetapi jalan cerita yang kerap begitu relate dengan kehidupan di dunia nyata yang dikemas dengan tampilan lucu. Meskipun beberapa orang mempunyai selera film yang berbeda, tidak ada salahnya untuk menonton berbagai genre film, banyak pesan moral yang disampaikan didalamnya. Penulis: NNabilla Rahayuningtyas

Ancaman
Sedari sore aku hanya terpaku diam Riuh kian datang dan tak kunjung padam Agaknya aku terus berfikir Bagaimana caraku agar semua ini meredam Bukankah, sempurna bukan menjadi jalan satu-satunya? Namun, manusia mana yang tidak ingin sempurna? Hingga semua ancaman-ancaman inilah yang membuatku semakin tidak berdaya Penjuru kiri berteriak lantang Penjuru kanan menghardik riang Ragu, takut, sedih menjadi satu Pada akhirnya hanya berdiam diri dan menggerutu Penulis: Nabilla Rahayuningtyas

Petualangan Gila Sang Kesatria Gila
Identitas buku: Judul: Petualangan Don Quixote Penulis: Miguel de Cervantes Genre: Fantasi Penerbit: Immortal Publishing Tahun terbit: Cetakan IX, Januari 2025 Jumlah halaman: 124 halaman “Dunia sedang menantiku,” bisik Don Quixote kepada dirinya sendiri. Alonso Quixano atau yang lebih dikenal dengan sebutan Don Quixote de la mancha (Kesatria dari Distrik La Mancha) adalah pemeran utama dalam cerita ini. Nama yang sangat keren bukan? Namun, belum selesai saya membaca buku ini, Don Quixote bukan orang yang keren melainkan seorang yang gila. Ia percaya, dunia akan membutuhkan kekuatan serta kebijaksaannya untuk melindungi orang-orang yang tertindas dan tak berdaya. Justru Ia sendiri yang perlu dilindungi, sebab pikirannya yang sudah hilang akal. Kepalanya dipenuhi khayalan-khayalan gila, seperti misi menyelamatkan dunia dari monster besar nan mematikan-padahal Ia hanya melihat kincir angin raksasa. Tak sendirian, Don Quixote memiliki satu pengawal, Sancho Panza. Dalam petualangannya, Don Quixote juga ditemani dengan kudanya yang Ia beri nama Rocinante, dan seekor keledai kurus kering milik Sancho Panza satu-satunya pengawal yang Ia punya. Banyak sekali kisah-kisah petualangan gila Don Quixote yang membuat pembaca terheran-heran dan bertanya-tanya. Siapakah yang gila di sini? Sang Aktor utama atau Sang Penulis? Dibalik itu semua, cerita yang dibuat oleh sastrawan Spanyol terkenal abad ke-15, Cervantes, memang indah sekali. Petualangan hebat dan tidak masul akal, sukses membuat saya melongo dan sangat menikmatinya. Berkat obsesi Don Quixote untuk menjadi kesatrian yang masyhur di seluruh penjuru dunia. Kelebihan dan kekurangan buku: Cerita yang diberikan benar-benar fresh, meski ada beberapa cerita yang hampir sama membuat cerita seperti ini, tapi tidak se-autentik dan seindah cerita dibuku ini. Sangat cocok untuk pembaca yang menyukai genre petualangan, fantasi, dan aksi. Gaya Bahasa yang digunakan susah untuk dipahami, ada beberapa part yang harus dibaca berulang agar bisa paham maksudnya. Penulis: Nanda ‘Abidatur Rosyidah Al Mabruroh

Resensi Buku Antologi Cerpen “Kocak”
Judul Buku: KocakPenulis: Kolektif (Mahasiswa UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan)Genre: HumorPenerbit: Lovrinz PublisingTahun Terbit: 2025Jumlah Halaman: 144 Buku Cerpen Komedi HMPS KPI UIN Gusdur Pekalongan merupakan sebuah antologi cerpen yang menyajikan beragam kisah humor dengan latar kehidupan sehari-hari mahasiswa, keluarga, pesantren, hingga lingkungan masyarakat. Cerita-cerita di dalamnya dibalut dengan gaya bahasa santai, jenaka, dan dekat dengan realitas pembaca muda, khususnya generasi mahasiswa dan remaja. Cerpen seperti “Kerbau Milik Kakekku” menghadirkan humor absurd yang hangat tentang hubungan manusia dan hewan yang dikemas penuh kejenakaan namun tetap sarat nilai kasih sayang. “Kakek Gagal Gaul” menyoroti benturan generasi tua dan muda dengan komedi yang cerdas sekaligus menyentuh, menegaskan bahwa kedekatan emosional tidak selalu ditentukan oleh trend. Cerpen lain seperti “Tuyul KW”, “Senyum Kuda”, hingga “Ulang Tahun Ujang, Dari Sawah ke Majelis Makan” memanfaatkan humor lokal, satire sosial, serta pengalaman khas pesantren dan pergaulan remaja sebagai sumber kelucuan. Tak hanya mengandalkan tawa, beberapa cerpen juga menyelipkan pesan moral tentang persahabatan, keluarga, penerimaan diri, dan makna kebahagiaan sederhana. Hal ini membuat buku ini tidak sekadar menghibur, tetapi juga memberi ruang refleksi bagi pembaca. Gaya Bahasa dan Kekuatan Cerita Kekuatan utama antologi ini terletak pada keberanian penulis dalam mengeksplorasi humor lokal, bahasa gaul, serta situasi-situasi absurd yang terasa hidup dan autentik. Dialog yang cair, penggunaan slang populer, dan penggambaran karakter yang ekspresif membuat cerita mudah dipahami dan terasa dekat dengan keseharian pembaca. Keberagaman gaya penulisan antarpenulis juga menjadi nilai tambah, karena menghadirkan variasi sudut pandang dan warna humor yang tidak monoton. Mulai dari humor ringan, slapstick, hingga komedi situasional dan satire, semuanya berpadu dalam satu buku. Kelebihan dan Kekurangan Kelebihan buku ini adalah kemampuannya menghadirkan tawa tanpa kehilangan konteks sosial dan budaya. Cerita-ceritanya relevan, segar, dan merepresentasikan suara generasi muda dengan jujur. Namun, di beberapa bagian, penggunaan bahasa yang sangat santai dan ekspresi berlebihan mungkin terasa kurang rapi bagi pembaca yang menyukai struktur sastra yang lebih formal. Secara keseluruhan, Cerpen Komedi UIN Gusdur Pekalongan adalah antologi yang menghibur, segar, dan penuh warna. Buku ini cocok dibaca untuk melepas penat, sekaligus menjadi bukti bahwa karya mahasiswa mampu menghadirkan humor cerdas yang berakar pada realitas sosial dan budaya lokal. Antologi ini layak diapresiasi sebagai ruang ekspresi kreatif sekaligus dokumentasi tawa generasi muda UIN Gusdur Pekalongan. Penulis: Wiji Indah Prasetya

Resensi Buku “Sisi Tergelap Surga”
Identitas bukuJudul: Sisi Tergelap SurgaPenulis: Brian KhrisnaPenerbit: Gramedia Pustaka UtamaCetakan enam belas: November 2025Jumlah halaman: 304ISBN: 978-602-06-7438-4 Jakarta menjadi sebuah tujuan bagi sebagian masyarakat yang membawa sejuta harapan serta mimpi dari wilayah pelosok untuk mendapatkan pekerjaan di kota ini, sehingga tak heran kota ini sangat padat penduduk dari berbagai wilayah di indonesia.Jakarta yang banyak gedung-gedung megah, kota yang tidak pernah tidur dan pusat-pusat perbelanjaan banyak untuk kebutuhan hidup yang sebagian orang menganggap “surga” tinggal di kota Jakarta. Namun, realitas yang terjadi sangat berbanding lurus dengan tantangan yang ada. Mereka yang datang di kota ini, harus mempertaruhkan cita-cita yang mereka bawa dan mengerjakan pekerjaan apapun serta bekerja lebih extra untuk menyambung kebutuhan hidup esok hari.Sisi gelap yang tersimpan di balik indahnya Jakarta yang penuh dengan gedung megah, para kaum menengah ke bawah yang hidup di gang-gang sempit dengan kehidupan serba pas-pasan. Kisah tentang seorang ayah yang rela menjadi badut untuk memberi makan anak-anaknya, kisah wanita yang menjadi Lady Companion (LC) untuk tempat karaoke, preman terminal, pencuri dan manusia silver yang hidup di jalanan yang sering diperlakukan secara tidak manusiawi.Penulis dalam buku ini tidak menghadirkan tokoh utama melainkan menyusun dalam sebuah tokoh-tokoh yang memiliki latar belakang dan konflik yang berbeda-beda namun masih memiliki kaitannya satu sama lain, seperti puzzle kehidupan yang saling tergambar realitas sosial Jakarta.Tentang sisi kehidupan di Jakarta yang memiliki kerumitan masalah keluarga, keadaan ekonomi, trauma dan pertobatan. Profesi yang dilakukan orang lain tidak ada yang buruk. Seburuk apapun profesinya, Ia memiliki alasan untuk mengambil pekerjaan itu. Semua manusia pada dasarnya baik. Mereka bisa saja terlihat “berdosa” atau bisa saja terlihat “suci” tergantung persepsi orang lain.Perjuangaan orang tua demi anaknya sangat besar, mereka rela melakukan apapun untuk kebahagiaannya. Segala cara akan dilakukan untuk bisa membangun kehidupan masa depan anaknya agar lebih baik daripada mereka, sebagai seorang anak kita harus bisa mensyukuri segala sesutu yang diberikan orang tua kita dan bersyukur adanya keberadaan mereka. Kelebihan buku: Buku ini membuat para pembaca membuka pandangan baru mengenai perjuangan kehidupan seseorang. Buku ini bisa membuat para pembaca merasa seperti ada diposisi tokoh, contohnya marah, benci, lapar, dan takut. Tokoh yang terdapat dalam buku ini memiliki emosi yang kuat sehinga di kehidupaan nyata bisa ditemui.Kekurangan buku: Dalam buku ini memiliki banyak tokoh yang membuat para pembaca harus mengingat kembali latar belakang tokoh tersebut Konten dewasa terdapat dalam beberapa cerita sehingga bisa menimbulkan warning untuk para pembaca di bawah umur. Penulis: Putri Amanda

Hadirkan Gelak Tawa di KPI’S DAY 12, HMPS KPI UIN Gus Dur Resmi Luncurkan Antologi Cerpen “Kocak”
Di malam puncak KPI’S DAY 12 yang digelar oleh Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Sabtu malam (14/12). Di tengah kemeriahan acara, Divisi Jurnalistik HMPS KPI sukses meluncurkan karya terbaru yaitu sebuah Antologi Cerpen berjudul Kocak.Peluncuran ini bukan sekadar agenda tambahan, melainkan ruang refleksi dan ekspresi bagi mahasiswa dalam merayakan perjalanan prodi sekaligus menatap masa depan dengan penuh optimisme. Pemilihan tema humor dalam antologi kali ini membawa semangat baru bagi dunia literasi di lingkungan kampus. Wiji Indah, mewakili tim pengembang karya ini, menjelaskan bahwa transisi tema ini dilakukan sebagai langkah penyegaran dari karya-karya sebelumnya. Ia mengungkapkan bahwa tujuan utama dari antologi ini adalah untuk menghadirkan suasana yang lebih ceria bagi para pembaca. “Untuk temanya kita mengambil tema humor karena sebelumnya sudah dengan tema horor. Intinya agar lebih seru dan lucu, sehingga bisa membuat orang tertawa dan bahagia dengan cerita-cerita yang kita bua.,” ujar Wiji Indah Prasetya Antologi cerpen Kocak yang diluncurkan pada KPI’S DAY 12 menjadi wadah kreatif bagi mahasiswa Prodi KPI UIN Gus Dur untuk mengekspresikan ide dan kepekaan sosial melalui humor segar. Dengan mengemas dinamika kampus serta realitas sehari-hari secara cerdas, karya ini membuktikan bahwa tulisan dapat menjadi refleksi yang menghibur. Inisiatif ini sekaligus menegaskan komitmen program studi dalam mendukung kreativitas mahasiswa dan diharapkan mampu menginspirasi lahirnya karya-karya naratif yang bermakna bagi banyak orang. Penulis: Fadiyah Almas Syafiqah Reporter: Putri Amanda

Sepi
Masa kali ini tak seperti kemarinDingin karna hilangnya sebagian lilinWarna warni pun kini tinggal hitam putihTetap mengusahakan berjalan meski tertatih Berharap tiga lilin lain bisa kembali hidupTapi dinginnya salju membuat redupSenyum yang dulu hangat dan tulusKini sudah tak terlihat mulus Kita tetap mengusahakan berjalanSeperti tak pernah mengalami kegagalanSeperti tak ada yang berubahDan kembali mencari arah Masih berharap pada keajaibanBisa mengembalikan warna yang hilang Karya: WIji Indah Prasetya

Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaaran Islam (HMPS) sukses menggelar acara malam Inaguraasi KPI’s DAY12.
Acara ini menghadirkaan stand up Indonesia, pekalongaan dan penampilan dari UKM Teater Zenith sebagai Guest Star utama. Bertempat di Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), pada Minggu (14/12).Setelah melaksanakan beberapa rangkaian acara yaitu workshop videografi, KPI’S DAY 12 ditutup dengan malam inagurasi. Acara puncak ini merupakan rangkaian akhir dari acara KPI’S DAY 12 bertema “Resonating the Future” dengan menampilkan Ukm Teater Zenith. Acara malam puncak KPI’S DAY 12 diikuti oleh banyak penonton mulai dari mahasiswa hingga dari kalangan umum yang ikut memeriahkan. Antusiasme penonton terlihat sepanjang acara, terlebih lagi penampilaan stand up komedi yang sangat ditunggu karena menjadi hiburan.Salah satu penonton, Syafitri yang mengatakan sangat menikmati rangkaian acara malam selama acara berlangsung. “Seru banget acaranya, bisa melihat pertunjukkan drama terus bisa ketawa juga. Semoga kedepannya bisa lebih meriah lagi.” Tutur Syafitri. Penulis: Putri Amanda Reporter: Fadiyah Almas Syafiqah

Di Balik Kesejukan Pekalongan, TPA Bojonglarang Bertahan 24 Tahun dari Overload
Di balik kesejukan alam di Kabupaten Pekalongan, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bojonglarang telah beroperasi hampir seperempat abad tanpa pernah benar-benar dinyatakan overload. Setiap harinya, sekitar 150 ton sampah masuk dan langsung diratakan menggunakan alat berat, membuat tumpukan tak pernah terlihat menggunung. “Masuknya memang overload, tapi langsung diratakan,” ujar Karjono, koordinator lapangan sekaligus operator alat berat yang telah lama mengabdi di lokasi tersebut. Dengan luas sekitar 4,5 hektare, keamanan area menjadi perhatian utama, mengingat posisi TPA Bojonglarang yang dekat dengan sungai di bagian bawah. Untuk mencegah longsor, bronjong batu dipasang sebagai penahan. Longsor memang pernah terjadi sekitar empat tahun lalu, sebelum bronjong dipasang secara permanen. Selain longsor, kebakaran akibat gas sampah juga sempat terjadi, terutama ketika gas terperangkap di lapisan sampah dan tanah yang terlalu padat. Meski beroperasi lama, Karjono menyebut kondisi TPA Bojonglarang relatif aman dan jarang menimbulkan keluhan warga. Lokasinya yang jauh dari permukiman menjadi salah satu keunggulan. Bahkan, akses jalan dan penerangan justru diperbaiki setelah adanya TPA. “Kalau jalan rusak, warga langsung lapor. Kita perbaiki,” ujarnya. Dukungan warga sekitar pun terus terjaga hingga kini. Pengolahan sampah sebenarnya pernah dilakukan, mulai dari mesin cacah, kompos, hingga budidaya maggot. Namun, dalam dua tahun terakhir kegiatan itu berhenti karena kerusakan mesin dan keterbatasan anggaran. Saat ini, pengolahan lebih banyak dilakukan di tingkat TPS, sementara TPA berfungsi utama sebagai lokasi pembuangan dan perataan. Meski sempat beredar kabar penutupan TPA pada Desember tahun lalu, kepastian relokasi belum jelas. Karjono menilai, dengan kondisi yang ada, TPA masih layak beroperasi dalam waktu lama. “Sudah 24 tahun di sini, aman-aman saja,” katanya. Di balik bau, tanah, dan lapisan sampah yang terus bertambah, TPA Bojonglarabg menjadi saksi bisu bagaimana sebuah jurang perlahan berubah menjadi dataran menyimpan cerita panjang pengelolaan sampah yang jarang tersorot. Reporter: Wiji Indah Prasetya Penulis: Afif Kamaludin