Berita

Click Here
Click Here
Click Here
Click Here
Previous
Next

Dampak Buruk FOMO Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Oleh Roba Masula Apasih FoMO? Mungkin istilah FoMO asing ditelinga orang awam. Istilah FoMO atau Fear of Missing Out sering digunakan kaum muda. Sindrom ini menyebabkan kecemasan atau ketakutan jika tertinggal trend. Kemajuan teknologi menjadikan salah satu penyebab FoMO ini menyebar, karena penggunaan gadget dan media sosial yang merebak ke kalangan muda seiring perkembangan zaman.  Meskipun kemajuan dalam teknologi memudahkan dalam memperoleh informasi, ternyata hal ini mengkibatkan obsesi untuk memperoleh informasi yang sedang trend saat ini. Fear of Missing Out memiliki efek samping yang berbahaya pada Kesehatan fisik dan psikologis. Saat ini smartphone atau yang biasa disebut dengan handphone (HP) merupakan benda yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari apalagi kaum muda. Dari benda tersebut seseorang bisa mengakses internet dan informasi dari seluruh dunia hanya dengan sekali klik. Gejala yang muncul dari sindrom FoMO adalah sering melihat handphone karena takut ketinggalan berita yang sedang tend. Gejala kedua ialah penasaran yang berlebihan pada kehidupan orang lain, seperti penasaran pada kehidupan pribadi dari public figure maupun teman-teman yang difollow di media sosial dari hal yang paling kecil pun tak ada yang terlewatkan. Menghabiskan banyak sekali uang hanya untuk mengikuti trend yang ada di media sosial, hanya untuk pamer di media sosial karena ingin mengikuti orang dengan gaya hidup mewah. Padahal hal tersebut mengakibatkan rusak pada dirinya.  Dampak buruk pada psikologis yang terjadi ialah kecemasan dikarenakan takut akan tertinggal berita atau yang sering disebut kudet (Kurang Update), dampak buruk yang terjadi pada fisik bisa terjadi karena rasa ingin tahu pada berita terkini maka orang yang terkena FoMO tersebut akan selalu merasa perlu terus-terusan melihat layer gadget sehingga tidak bisa mengistirahatkan matanya, sehingga berdampak buruk bagi kesehatan mata. Untuk menghilangkan perasaan FoMO itu butuh waktu, setidaknya bisa gejala dari FoMO bisa dikurangi.   Dilansir dari website yankes.kemkes.go.id perasaan FoMO bisa dikurangi dengan beberapa tips, yaitu: 1. Fokus pada diri sendiri Kita perlu menyaring mana yang baik dan mana yang buruk untuk diri kita karena setiap orang tidak sama dalam menjalani kehidupannya. 2. Mengurangi penggunaan media sosial dan gadget Seperti yang telah dipaparkan diatas, bahwa salah satu penyebab FoMO yaitu penggunaan media sosial dan gadget yang berlebihan. Oleh karena itu, dengan cara mengurangi penggunaan media sosial dan gadget dapat meminimalisir FoMO. 3. Mencari koneksi nyata  Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain. Oleh karena itu, perasaan FoMO akan hilang dengan sendirinya Ketika kita mengutamakan koneksi nyata, seperti melakukan interaksi sosial alih-alih hanya melakukan lewat media sosial. 4. Hargai diri sendiri Cobalah fokus pada apa yang sedang dikerjakan saat ini alih-alih mencari pembuktian orang lain. Jadi, jangan sia-siakan hidup hanya dengan ketidak puasan. Nikmatilah momen yang menunggu di depan nanti dan berhentilah membandingkan hidup kita dengan hidup orang lain karena semua punya porsi dan jalannya masing-masing. Referensi: https://tirto.id/mengenal-sindrom-fomo-fear-of-missing-out-dan-cara-mengatasinya-fZoc https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/2538/waspada-sindrom-fomo-dapat-berpengaruh-terhadap-kesehatan-mental https://www.ciputramediacalcenter.com/apa-itu-sindrom-fomo/https://www.verywellmind.com/how-to-cope-with-fomo-4174664

Read More »

Meriah, Festifal Kuliner Pantura Resmi di Buka!

Pekalongan-jurnalphona.com Dalam rangka pengenalan Ragam Kuliner Pantura, Pemerintah Kota Pekalongan mengadakan Festival Ragam Kuliner Pantura di Halaman Sekretariat Daerah, Jl. Mataram No.1, Podosugih, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan. Kamis, (11/07). Acara ini bertujuan untuk mengenalkan ragam kuliner pantura terhadap masyarakat agar semakin dikenal. Ragam Kuliner Pantura diawali dengan berbagai hiburan seperti penampilan dari band lokal, penampilan Karawitan oleh Dharmawanita kota Pekalongan, serta Pertunjukan tarian nusantara oleh Satya Wiguna. Selanjutnya, peresmian dilakukan secara sakral oleh Walikota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid beserta jajarannya dengan ceremonial “Cacah Gori.” Hal ini mengusung simbol makanan khas pekalongan yaitu megono yang diolah dengan cara mencacahnya secara lembut. “Event ini diadakan selama tiga hari, mulai tanggal 11-13 bertempat di halaman kantor Walikota Pekalongan yang dimeriahkan oleh stand bazar yang berjumlah kurang lebih 60 stand. Biasanya bazar digelar di lapangan namun kali ini digelar pada halaman walikota dikarenakan kondisi tempat yang memungkinkan. Kami mengajak seluruh masyarakat Pekalongan maupun daerah sekitarnya untuk memeriahkan bazar ini. Dengan disuguhkan stand makanan yang informasinya harga relatif murah,” ujar Walikota Pekalongan Sambutan juga disampaikan oleh Ketua Dinas Pariwisata Sabaryo Pramono S.Sos., M.SI yang telah menyampaikan seluruh rangkian acara event bazar ini mulai dari hari pertama hingga penutupan nanti, berisikan stand bazar makanan mulai dari UMKM dan berbagai makanan lainnya, dengan dimeriahkan oleh hiburan band lokal serta unjuk bakat mas dan mbak kota pekalongan dan puncaknya adalah spesial penampilan dari Nadhif Basalamah. Masyarakat Pekalongan terlihat antusias hadir pada hari pertama dan terpantau ramai pengunjung yang ingin sekedar menikmati hiburan maupun mencicipi stand makanan yang telah tersedia “Saya mengetahui event ini dari kakak dan hadir kesini untuk menikmati acara, ceremony grand opening acara tadi sangat berkesan. Namun terdapat sedikit masukan dari saya, untuk event-event selanjutnya agar penyampaian informasinya lebih disebar luaskan, biasanya informasi mengenai kegiatan seperti ini disampaikan melalui laman instagram info pekalongan,” ujar Nisa Tidak hanya pengunjung saja yang antusias dalam event tersebut, salah satunya ibu Elina sebagai pedagang UMKM yang bergabung memeriahkan event tersebut. “Produk olahan yang saya jual ini adalah Empek-Empek dan krupuk ikan, Saya berfokus pada olahan perikanan yang sudah saya tekuni sejak lama , mulai anak pertama saya masuk SMA untuk tahun lebih tepat nya saya lupa , namun sudah lama. Saya sudah sering mengikuti berbagai event yang diadakan di Pekalongan yang disebarkan melalui grup WhastsApp UMKM Pekalongan. Harapan saya kedepannya event seperti harus selalu ada untuk mengenalkan berbagai ragam kuliner dari pekalongan sendiri maupun dari daerah lain. Saran dari saya untuk acaranya seharusnya diadakan di lapangan sehingga warga lebih tau jika ada bazar, karena ini tempatnya terlalu tertutup maka jarang warga tau jika ada bazar,” ujar Elina Reporter: Ika Amiliya Nurhidayah Penulis: Nabilla Rahayuningtyas

Read More »

Berusia Lebih dari 1 Abad, Begini Sejarah Lapas Tua Kota Pekalongan

Pekalongan-jurnalphona.com Siapa sangka Kota Pekalongan memiliki lapas tua bersejarah yang fenomenal yang usianya lebih dari 1 abad? Lapas ini terletak di Jalan W.R. Supratman No. 106 Kelurahan Panjang Wetan, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan. Senin (01/07). Gevangenisbewarder te Pekalongan atau biasa dikenal dengan Lapas Kelas II A Pekalongan didirikan pada tahun 1913 oleh kolonial Belanda. Lapas ini sudah berusia 111 tahun. Lapas yang usianya lebih dari 1 abad ini berfungsi sebagai penjara untuk menahan atau menangkap para pelanggar hukum di masa kolonial Belanda. Lapas Kelas II A Pekalongan memiliki ciri khas tersendiri, yaitu desain menara kembarnya yang menarik dan klasik. Bukan tanpa alasan, staff Lapas Kelas II A Pekalongan, Anang mengungkapkan bahwa lapas ini dibangun dengan tujuan untuk membina narapidana demi menjadi pribadi yang lebih baik dan taat aturan. “Tujuannya agar narapidana menyadari kesalahannya dan memperbaiki diri untuk berubah,” ujarnya. Pada tahun 2008-2009, jumlah narapidana yang paling tinggi mencapai 1000 narapidana, sedangkan pada tahun 2024 mencapai 192 narapida. Adapun kapasitas maksimal lapas pekalongan sendiri mencapai 275 narapidana. Mayoritas narapidana berasal dari jeratan kasus narkoba, pencurian, kasus perlindungan anak, hingga kasus pembunuhan. Tidak hanya sekedar sebagai tempat pemasyarakatan, lapas tua ini juga mempunyai program khusus untuk membekali hard skill para narapidana yaitu dengan membatik dan menjahit. Dengan usianya yang lebih dari 1 abad, lapas ini memiliki perkembangan yang pasang surut. Di mana pada tahun 2018, banjir rob dengan ketinggian hampir mencapai 60 cm pernah melanda lapas ini hingga 3 bulan lamanya. Akibatnya, fasilitas-fasilitas di dalamnya terendam bahkan tembok mengalami ambruk. Bencana tersebut menyebabkan sebanyak 670 narapidana harus dievakuasi di Lapas Rutan Jawa Tengah. Secara operasional, Lapas Kelas II A Pekalongan memiliki jadwal tertentu bagi keluarga narapidana yang ingin menjenguk, yaitu pada hari Senin hingga Kamis jam 8 hingga 11 siang. Tidak hanya pertemuan langsung, lapas ini juga melayani komunikasi secara online seperti video call.*** Penulis: Chusma FitrianaReporter: Marchella Dika Aristawidya

Read More »

1 Muharram Berkahi Payung Sewu Batang

Batang- jurnalpona.com Sejumlah warung makanan Pantai Payung Sewu Depok, Kandeman, Batang diserbu pengunjung di hari pertama tahun baru Islam. Minggu, (07/07). Pawai Ta’aruf yang diikuti oleh TPQ dan Madin sekecamatan Kandeman Batang membawa keberkahan tersendiri bagi para penjual makanan dan minuman di Pantai Payung Sewu Depok. Kepadatan pengunjung terlihat membludak dari hari biasanya. Di tambah kondisi akhir pekan dan libur panjang. Ratusan pengunjung tumpah ruah dari berbagai kalangan tidak hanya dari para peserta Pawai Ta’aruf. Kondisi ramai memang sudah biasa dijumpai oleh para penjual warung makan dan minuman apabila sudah memasuki akhir pekan. Terutama di hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. Pantai Payung Sewu Depok menjadi salah satu destinasi ter ramai yang menjadi wisata andalan keluarga. Tidak hanya dikunjungi wisatawan sekitar Batang saja, banyak wisatawan dari Pekalongan juga rela menempuh jarak jauh untuk mengunjungi pantai satu ini. “Memang biasanya kalau akhir pekan ramai, terutama hari Jumat, Sabtu, sama Minggu. Cuma hari ini lebih ramai karena ketambahan anak-anak TPQ yang ikut Pawai Ta’aruf,” ujar Ratna selaku penjual makanan dan minuman. Alasan Pantai Payung Sewu menjadi andalan keluarga sekaligus tujuan transit akhir peserta Pawai Ta’aruf karena harganya yang terjangkau dari pantai lainnya. Di pantai ini tidak dikenai biaya pajak, sehingga harga makanan dan minuman lebih terjangkau. Setiap harinya, pantai Payung Sewu buka pukul 07.00-19.00 WIB. “Kalau hari biasanya buka dari jam tujuh pagi sampai tujuh malam. Tapi kalau hari Minggu buka mulai pukul enam pagi sampai tujuh malam. Biasanya paling ramai akhir pekan khsusunya hari Jumat sama Minggu, apalagi ini ada banyak peserta Pawai Ta’aruf yang bikin semakin ramai,” pungkas Yanto, selaku pengelola Pantai Payung Sewu Reporter: Lia Afiana Penulis: Lia Afiana

Read More »

Semarakkan Tahun Baru Islam, Puluhan TPQ dan Madin Kecamatan Kandeman Gelar Pawai Ta’aruf

Batang-jurnalphona.com Puluhan Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) dan Madrasah Diniyah (Madin) Kecamatan Kandeman turut ramaikan Pawai Ta’aruf 1 Muharram 1446 H. Minggu, (07/07). Pawai Ta’aruf diselenggarakan oleh Badan Koordinator Kecamatan Kandeman atas kesepakatan bersama. Acara peringatan 1 Muharram ini kembali diadakan dengan melibatkan TPQ dan Madin yang berada di Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang. Selaras dengan tema acara “Jalin Ukhuwah Islamiyyah Cetak Generasi Qurani Melalui Madin dan TPQ” pawai Ta’aruf bertujuan untuk saling bersilaturahmi dan merajut kerukunan antar santri yang berakhlak qurani. Persiapan acara dilakukan selama satu Minggu. Acara ini telah diadakan selama lima tahun terakhir. Pawai Ta’aruf tahun ini dihadiri sebanyak 35 TPQ dan Madin serta 90 lebih armada, dengan melibatkan pasukan keamanan dari Polsek, Koramil, Banser, dan Kokam. Titik kumpul acara Pawai Ta’aruf dilakukan secara bergantian. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Uswatun Khasanah sebagai salah satu peserta, bahwa jika tahun sebelumnya titik kumpul berada di Masjid Desa Tragung Kecamatan Kandeman, tahun ini dimulai di Lapangan Desa Karanganom. Serangkaian acara menjadi pembuka kegiatan Pawai Ta’aruf. Seperti pembacaan tahlil, Asmaul Husna, sambutan dari Ketua Lembaga Pendidikan Qur’an (LPQ), Ketua FKD, dan Camat Kandeman. Hingga pada acara inti, peserta terlihat antusias. Untuk mendukung kelancaran acara, setiap peserta pawai dikenai iuran gotong royong sebesar 50. 000 rupiah. Serangkaian acara pembagian dorprize juga meramaikan kegiatan ini. Iman Mustofa selaku Sie acara sekaligus Sekretaris Koordinasi Kecamatan Kandeman menyampaikan, rute perjalanan dimulai dari Lapangan Desa Karanganom, Desa Botolambat, Bakalan, dan lokasi terakhir di Pantai Depok dan Ujung Negoro. “Untuk finishnya TPQ dan Madin berbeda. Kalau TPQ nanti di Pantai Payung Sewu Depok, sementara untuk Madin di Makam Syeikh Maulana Maghribi Ujung Negoro,” terangnya. Setelah melalui serangkaian seremoni, pelepasan peserta Pawai Ta’aruf dilakukan oleh Huslin selaku Camat Kecamatan Kandeman. Dalam sambutannya ia juga berpesan agar seluruh peserta saling menjaga. “Semoga acara bisa berjalan lancar dan selamat sampai tujuan dan rumah masing-masing. Jangan lupa untuk semua peserta agar saling menjaga satu sama lain,” pungkasnya. Lebih lanjut Uswatun Khasanah juga menyampaikan kendala yang dihadapi selama acara. “Kendalanya pada santri-santri yang susah diatur karena masih kecil ya. Dan beberapa orang tua tidak mengizinkan anaknya untuk ikut karena khawatir. Harapannya ya semoga para orang tua lebih percaya pada guru Madin dan TPQ untuk menjaga anaknya agar sang anak juga bisa lebih mandiri karena tidak selalu bergantung pada orang tua,” pungkasnya. Reporter: Lia Afiana Penulis: Lia Afiana

Read More »

Mengapa Mendengarkan Presentasi Kelas Terasa Membosankan?

Oleh Nur Hidayat Sebagian dari kita mungkin sudah tidak asing lagi dengan presentasi, sebuah kegiatan penyampaian pesan atau materi pembahasan yang biasanya terjadi di kelas. Sayangnya mendengarkan presentasi di kelas terkadang terasa membosankan bagi sebagian orang, padahal presentasi merupakan suatu hal yang penting karena merupakan salah satu cara kita mendapatkan ilmu di bangku perkuliahan. Untuk mengatasi kebosanan dalam mendengarkan presentasi di kelas, penting untuk pembicara mempertimbangkan cara berkomunikasi untuk meningkatkan kualitas presentasi, sehingga membuatnya lebih interaktif, menarik, dan cocok bagi audiens mereka. Kurangnya kemampuan pembicara dalam berkomunikasi menjadi penyebab utama audiens merasa bosan ketika mendengarkan presentasi, seringkali seorang presentator menganggap bahwa pesan yang ia sampaikan kepada audiens itu sudah dapat dipahami dengan baik. Padahal pesan yang tersampaikan belum tentu dapat dipahami, dan pesan yang dipahami belum tentu dipahami dengan benar. Kurangnya kemampuan dalam berkomunikasi biasanya terjadi karena beberapa faktor: 1. Kurangnya Persiapan Persiapan yang kurang matang sering menjadi penyebab utama kurangnya kemampuan berkomunikasi seseorang. Ketika seseorang tidak mempersiapkan materi presentasi dengan baik, mereka akan kesulitan atau bahkan tidak mampu untuk menyampaikan informasi secara jelas. 2. Kurangnya Pengalaman Kurangnya pengalaman dalam berbicara di depan kelas atau melakukan presentasi sebenarnya adalah hal yang lumrah, terlebih bagi orang-orang yang baru melakukan presentasi. Hal ini biasanya dapat membuat seseorang merasa canggung atau gugup. Kurangnya pengalaman juga dapat menghambat kemampuan seseorang untuk mengelola fokus saat berbicara di depan audiens. 3. Kurangnya Keterampilan Berbicara atau Bahasa Tubuh Bagi orang-orang yang baru melakukan presentasi, keterampilan dalam mengontrol intonasi suara, kecepatan berbicara, atau penggunaan bahasa tubuh bisa menjadi hal yang sangat rumit dan terkadang dapat mengurangi efektivitas komunikasi dalam presentasi. Akan tetapi hal tersebut biasanya akan menjadi lebih baik seiring kita berulang kali melakukan presentasi. Selanjutnya, kurangnya interaksi atau keterlibatan dengan audiens juga menjadi faktor mengapa kita menjadi bosan dalam mendengarkan presentasi. Presentasi yang hanya bersifat satu arah tanpa adanya interaksi, pertanyaan, atau diskusi tentu saja akan terasa membosankan bagi sebagian orang. Selain kurangnya kemampuan pembicara dalam berkomunikasi dan kurangnya interaksi atau keterlibatan dengan audiens, ada juga beberapa faktor lain seperti: materi tidak relevan dengan minat audiens, gaya presentasi yang monoton atau tidak menarik, durasi presentasi yang terlalu lama, kurangnya visualisasi atau materi pendukung yang menarik, atau penyampaian yang kurang jelas. Jadi untuk mengatasi rasa bosan saat mendengarkan presentasi, penting untuk pembicara mencoba memperhatikan faktor-faktor di atas dan berusaha untuk membuat presentasi lebih menarik dan sesuai bagi audiens.

Read More »

Dukung Transakasi Digital, KPW BI Tegal Gelar Sampan Digifest di Kota Pekalongan

Pekalongan-jurnalphona.com Kantor Perwakilan (KPW) Bank Indonesia (BI) Tegal sukses menyelenggarakan Konser Sapta Mitra Pantura (Sampan) Digifest 2024 yang bertempat di Lapangan Jetayu, dengan mengangkat tema “Akselerasi Penggunaaan Non Tunai untuk Mendukung Ekonomi Kreatif dan Inklusif.” Sabtu (29/06). Dengan adanya program Sampan Digifest 2024, Marwadi, selaku Ketua Perwakilan Bank Indonesia Tegal mengungkapkan bahwa tujuan dari kegiatan tersebut untuk mendukung program nasional seperti Karya Kreatif Indonesia (KKI), Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI), Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI), serta Gerakan Bangga Wisata di Indonesia (GBWI). Perhelatan Sampan Digifest 2024 ditutup dengan konser meriah yang menghadirkan Guyon Waton sebagai guest star. Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Pekalongan Nur Priyantomo dalam sambutannya menyampaikan, selain sebagai ajang sosialisasi penggunaan QRIS, Sampan Digifest tahun 2024 juga diselingi dengan pagelaran-pagelaran seni yang harapannya mampu menjadi hiburan bagi masyarakat Kota Pekalongan. Kegiatan ini juga sekaligus bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang manfaat dan cara penggunaan QRIS. “Kami mengajak semua pihak untuk aktif berpartisipasi dan mendukung implementasi QRIS di lingkungan masing-masing. Mari kita bersama-sama mendorong transformasi digital dan menciptakan ekosistem pembayaran yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya. Selain penampilan memukau dari bintang tamu, acara ini juga diisi pembacaan pemenang nominasi lomba membatik kategori anak dan umum. Acara tersebut disaksikan oleh ribuan penonton dari Pekalongan maupun luar Pekalongan. Aqila salah satunya, penonton asal Pekalongan ini mengaku sangat senang dan puas dengan hadirnya Sampan Digifest ini. “Seru, semua penonton pada kompak semua. Juga konsernya gratis jadi aman banget buat kaum pelajar seperti kita, buat pesanya semoga tiap tahun adakan kaya gini lagi,” tutur Aqila Penulis : Nailis Sa’adahReporter : Ika Amiliya Nurhidayah

Read More »

Mengenali Diri Sendiri: Kunci Kesejahteraan dan Kesuksesan

Oleh: Nabila Rahayunigtyas Memahami diri sendiri merupakan langkah penting dalam perjalanan hidup setiap individu. Proses ini lebih dari sekadar mengenali nama dan identitas fisik saja. Melainkan melakukan introspeksi mendalam terhadap nilai-nilai, tujuan hidup, emosi, dan cara kita berinteraksi dengan dunia di sekitar. Memahami diri sendiri mampu membantu kita memahami diri sendiri untuk menyadari nilai diri kita yang sebenarnya. Nilai-nilai tersebut memberikan kompas moral yang menjadi pedoman segala keputusan dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, seseorang yang menghargai integritas mungkin memilih untuk bertindak dengan integritas meskipun hal itu sulit atau tidaklangsung membuahkan hasil. Lebih lanjut, seperti dikutip dari kumparan.com dan www.mindtera.com pemahaman diri memungkinkan seseorang mengenali kelebihan dan kekurangan pribadinya. Hal ini tidak hanya penting untuk mengelola ekspektasi terhadap diri sendiri, tetapi juga membuka peluang untuk pertumbuhan pribadi lebih lanjut. Dengan mengetahui kekuatan dan area dimana kita masih memiliki ruang untuk berkembang, kita dapat mengembangkan strategi untuk mengoptimalkan potensi dan mengatasi tantangan dengan lebih efektif. Selain itu, memahami diri sendiri membantu kita lebih memahami kondisi hubungan kita dengan orang lain. Kemampuan untuk memahami reaksi dan tindakan diri sendiri memungkinkan kita untuk lebih memahami perspektif orang lain. Hal ini meningkatkan komunikasi, memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih kolaboratif, dan mengurangi konflik dalam interaksi sosial. Selain manfaat antarpribadi, citra diri juga melindungi terhadap tekanan dan stres. Mengetahui pemicu emosional dan strategi penanggulangannya dapat membantu orang menjaga keseimbangan emosional bahkan dalam situasi sulit. Ini tidak hanya mendukung kesehatan mental kita tetapi juga meningkatkan kualitas hidup kita secara keseluruhan. Memahami diri sendiri bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah proses yang terus berkembang sepanjang hidup seseorang. Hal ini membawa pada penemuan lebih dalam tentang siapa diri kita sebenarnya dan bagaimana kita dapat hidup lebih bermakna dan produktif. Mengingat cara kerja dunia modern, citra diri yang kuat adalah kunci menuju kebahagiaan dan kesuksesan yang berkelanjutan. Referensi: https://m.kumparan.com/pengertian-dan-istilah/pengertian-percaya-diri-kunci-menuju-keberhasilan-dan-kesejahteraan-21VRXNFd2cb/full https://www.mindtera.com/article-posts/cara-mengenali-diri-sendiri

Read More »

Pria Ini Rela Turun Gunung untuk Jualan Kambing ke Pekalongan

Pekalongan- jurnalphona.com Frendy, pria asal Dieng, Banjarnegara ini memiliki keseharian sebagai pedagang buah. Namun, momen Idul Adha seperti sekarang ini menjadi ladang emas baginya untuk rangkap profesi sebagai pedagang kambing. Tidak tanggung-tanggung, ia rela turun gunung demi menjajakan ratusan kambingnya ke Kota Batik, alias Pekalongan.  Frendy sudah melalukan rutinitas ini dari tahun 2018. Setiap tahunnya selalu menjual kambing ke Pekalongan karena memang target pasarannya di sini. Berbeda dengan pedagang lainnya yang mayoritas berjualan di daerahnya sendiri, semangat Frendy yang berdagang lintas kota patut diacungi jempol.  Dengan adanya momen kurban seperti ini, Frendy mendapatkan omset hingga 40 juta. Tidak ada kenaikan harga dari tahun sebelumnya, harga kambing berkisar antara 2,5 juta-3 juta, tergantung ukuran dan jenis kelamin kambing. Hal ini sangat menambah pemasukan Frendy disela-sela berjualan buah.  Dari tahun ke tahun lokasi jualan Frendy di Kota Batik ini tidak berubah, sehingga memudahkan pelanggan Frendy tiap tahunnya untuk membeli kambing. Lokasinya terletak di Jalan Seruni, Kecamatan Pekalongan Selatan. Tempatnya di desain secara terbuka dan mudah untuk diakses, sehingga memudahkan para pembeli untuk memilah-milah kambing yang baik untuk berkurban.  Frendy juga membagikan tips untuk merawat kambing, diantaranya dengan menjaga kebersihan kandang, memberikan makan dan minum setiap hari, jika ada yang sakit segera diobati.  “Merawat kambing itu mudah. Kita bisa melakukannya dengan rutin membersihkan kandang, memberikan makan dan minum setiap hari, kalau ada yang sakit kita panggilkan dokter hewan agar segera diobati,” ujar Frendy. Reporter: Chusma Fitriana Penulis: Marchella Dika Aristawidya

Read More »

Tuhan Ada di Hatimu

Judul: Tak di Ka’bah, di Vatikan, atau di Tembok Ratapan, Tuhan Ada di Hatimu Penulis: Husein Ja’far Al-Hadar Penerbit: Noura Books ISBN: 978-623-242-147-9 Jumlah Halaman: 203 Halaman Oleh: Muhammad Robba Masula “Orang-orang di luar islam sampai kapan pun tak kan pernah bisa menghina ajaran islam maupun merendahkan citra islam, selama umat islam tak berbuat yang bertentangan dengan nilai-nilai islam itu sendiri.” – Husein Ja’far Al-Hadar. Membaca buku Tuhan Ada di Hatimu karya Husein Ja’far Al-Hadar, memberikan pandangan terhadap Islam dari berbagai sudut pandang yang indah. Khususnya saat ini, yang semuanya dapat di jawab dengan ajaran dalam Islam sebagai agama yang tak pernah lekang oleh waktu. Dalam buku ini, sang habib mencoba meluruskan kekeliruan dan memberikan pandangannya mengenai ajaran Islam yang sebenarnya. Dalam buku ini dijelaskan secara apik dan ciamik, mengenai ajaran Islam, kisah-kisah Rasulullah Saw., para Sahabat, Ahlul Bait, hingga para Cendekiawan Muslim lainnya. Terlepas dari hal itu, buku ini mencakup 4 pokok pembahasan: 1). Hijrah, 2). Islam Bijak, Bukan Bajak, 3). Akhlak Islam, 4). Nada, Canda, dan Beda. “Simbol dan agama adalah dua hal yang sulit dipisahkan dalam kehidupan sosial masyarakat kita. Sebagian masyarakat masih menganggap jika simbol suatu agama digunakan dan tampak kasat mata maka tingkat kesalihan orang tersebut sudah di atas rata-rata. Padahal faktanya tidak seperti itu juga, penggunaan simbol bukan ukuran mutlak ketaatan orang terhadap Tuhannya”. Itu yang coba dijelaskan oleh Habib Husein di halaman 203. Banyak sekali hikmah yang bisa didapat dari buku ini. Beberapa diantaranya; mengenai hijrah, fenomena yang saat ini sedang trend di kalangan kita, tentang berdakwah ala Nabi, mengapa Islam tidak perlu dibela, Islam sebagai agama rahmatan lil alamin, serta tentang hal-hal yang amat dekat dan urgent dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, Habib Husein mengajak kita untuk berpikir secara kritis dan mendalam bagaimana cara kita merespon hal-hal yang seringkali menjadi kericuhan. Buku Tuhan Ada di Hatimu ini, mengajarkan bahwa untuk mengenal Tuhan tidak melulu dengan zikir, namun dengan pikir. Karena, keduanya harus saling seimbang dan tidak berat sebelah. Maka, di dalamnya mengajarkan bagaimana hati dan pikiran dapat selaras dalam mengenal Tuhan dengan penuh ketulusan dan kesadaran. Kelebihan 1. Isinya yang sangat bagus. 2. Banyak hal yang dibahas di dalamnya dari mulai akidah, akhlak, hijrah, dakwah, dan fakta-fakta tentang islam yang mungkin belum diketahui banyak orang. 3. Buku ini juga mengajak pembaca untuk mengenal dakwah islam yang sarat akan nafas cinta, kasih, dan penuh lemah lembut. Alih-alih disampaikan dengan bahasa yang kaku, buku ini menyampaikan konten dakwah dengan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti oleh kaum muda. 4. sering kali ada cerita-cerita islam yang terselip di setiap subbabnya. Bahkan ada beberapa cerita yang baru penulis ketahui setelah membaca tersebut. 5. Setiap halaman buku, banyak sekali kutipan atau quote, baik dari penulis maupun tokoh lainnya. Namun, membaca buku ini, tidak semata-mata membaca kutipan itu sendiri, melainkan harus secara utuh dan meluas, agar tidak salah dalam pemahaman. Kekurangan 1. Beberapa kata yang tidak baku atau tidak sesuai dengan kamus KBBI, contohnya di buku ‘Tuhan Ada Di Hatimu’ yaitu kata solat ditulis shalat. Padahal kata baku dari kata shalat sendiri adalah salat. Bukan sholat, solat, maupun shalat. Meski secara kebiasaan memang cukup mengherankan jika kata yang lebih sering diucap solat dalam bahasa Indonesia, harus ditulis dengan salat. 2. Sekelas penerbit mayor, mungkin sudah semestinya dalam buku ditulis dengan kata baku. Rekomendasi Buku ini sangat rekomendasi untuk semua kalangan, termasuk yang tidak beragama Islam sekali pun. Karena, tidak semua isinya di khususkan untuk kalangan muslim, melainkan diperuntukkan untuk umum.

Read More »

Cas Cis Cus Berbicara Inggris

Oleh Nafisa Zunilofa Seperti yang kita tahu, kemajuan zaman menuntut kita supaya mampu menguasai bahasa asing, contohnya seperti bahasa Inggris. Namun memang tidak ada salahnya kita mencoba untuk belajar bahasa Inggris, karena dengan memiliki keterampilan berbahasa Inggris, kita mempunyai banyak sekali kesempatan yang bermanfaat. Misal, sebagai mahasiswa, kita bisa mengakses lebih banyak literatur ilmiah yang menggunakan bahasa Inggris untuk bahan belajar kita, kesempatan untuk mengikuti program study abroad dan student exchange ke luar negeri, peluang beasiswa, dan masih banyak lagi. Salah satu keterampilan berbahasa Inggris adalah speaking atau berbicara. Keterampilan ini memungkinan kita untuk berkomunikasi secara efektif dengan orang-orang dari berbagai belahan dunia. Kemampuan berbicara bahasa Inggris yang cas cis cus atau lancar dan jelas ini juga dapat membantu seseorang untuk berhasil dalam wawancara kerja, presentasi, dan projek-projek lainnya yang harus menggunakan bahasa Inggris. Berikut adalah beberapa tips untuk membiasakan diri supaya kita semakin cas cis cus dalam berbicara menggunakan bahasa Inggris. 1. Menonton, Membaca dan Mendengarkan Konten Berbahasa Inggris Menonton film/series, membaca buku, dan mendengarkan podcast yang menggunakan bahasa Inggris, mampu meningkatkan kemampuan speaking seseorang. Ketika kita melakukan aktivitas tersebut, kita mampu menambah kosakata, mengetahui bagaimana cara pengucapannya, dan dapat melatih kemampuan mendengar kita. Dengan rutin melakukan kebiasaan tersebut secara rutin, mampu meningkatkan kepercayaan diri serta dapat membantu kita semakin cas cis cus dalam berbicara bahasa Inggris. 2. Self Talk Self talk atau berbicara sendiri adalah sesuatu yang normal, bahkan bisa mendatangkan manfaat. Dilansir dari alodokter.com, berbicara sendiri atau self talk mampu menumbuhkan rasa kepercayaan diri seseorang. Kita bisa melatih kemampuan berbicara bahasa Inggris melalui cara ini. Contoh, saat kita menatap cermin, kita bisa mencoba untuk menceritakan kepada diri kita bagaimana hari kita berlalu, mencoba mendeskripsikan sesuatu, atau bisa pula kita berpura-pura sedang menjadi tamu di sebuah podcast. Kuncinya adalah, kita membiasakan diri untuk berbicara menggunakan bahasa Inggris. 3. Mencari Lawan Bicara Mencari lawan bicara juga bisa dilakukan jika kita ingin mendapatkan balasan balik. Lawan bicara ini juga bisa jadi menambah kemampuan kita dalam berbicara inggris, karena kita merasa benar-benar sedang dihadapkan oleh kenyataan yang sesungguhnya, harus berbicara menggunakan bahasa Inggris. Lawan bicara ini bisa ditemukan melalui komunitas, organisasi, dan lain sebagainya. Itulah tips-tips supaya kita mampu membiasakan diri berbicara menggunakan bahasa Inggris dengan harapan kita semakin cas cis cus.

Read More »
mengingat kenangan di jalan yang pernah dilalui bersama

Menyusur Kamu

Oleh Lia Afiana meramu kasih menjamu perih Aku bagimu merah menyatuRasaku terambau waktuBukan tak mampu lupakan kauDi jalan itulah kembali kususuri dirimu Aku bagimu merah menyatuDendam membara di dalam netraMerujuk pedar hingga kalbuPikirmu kenangan tak lagi ada Aku bagimu merah menyatuTanpa rona hirap menguapSisa rasa hanyalah masa laluTinggal renjana kini merayap Aku bagimu merah menyatuPenuh salah dan amarahTak satupun baik ada padakuSatu warnaku kau prasangkai dengan salah Aku bagimu merah menyatuTanpa layu tanpa rinduBetapapun jauh ku berlaluYang kususur tetaplah kamu

Read More »

Pelarangan Salam Lintas Agama: Menjaga Akidah atau Mengikis Toleransi?

Oleh: Mazda Ghazali Hidayat Salam lintas agama adalah praktik pengucapan salam dari berbagai agama yang telah menjadi simbol toleransi dan kerukunan di Indonesia. Belakangan salam lintas agama ini ramai dibicarakan, karena adanya fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang melarang mengucapkannya. Pelarangan ini menimbulkan banyak perdebatan. Fatwa yang dimaksudkan menjaga akidah umat Islam, menimbulkan pertanyaan tentang keseimbangan antara menjaga keyakinan dan mempromosikan toleransi di tengah keberagaman. Fatwa MUI didasarkan pada keyakinan bahwa mengucapkan salam dari agama lain dapat merusak akidah umat Islam. Menurut pandangan ini, salam dari agama lain bukan sekadar ucapan, melainkan memiliki makna religius yang mendalam dan mengucapkannya bisa dianggap sebagai pengakuan terhadap keyakinan agama tersebut. Bagi sebagian ulama, tindakan ini dapat menyebabkan kebingungan dan mengaburkan batas-batas keimanan. Dalam konteks ini, MUI berusaha untuk menjaga kemurnian ajaran Islam dan melindungi umat dari pengaruh yang dianggap bisa menyesatkan. Namun, pandangan ini tidak diterima oleh semua kalangan. Banyak yang berpendapat bahwa salam lintas agama adalah bentuk penghormatan dan toleransi yang penting dalam masyarakat multikultural seperti Indonesia. Mengucapkan salam dari berbagai agama dianggap sebagai cara menunjukkan rasa hormat dan menghargai keyakinan orang lain. Dalam hal ini, salam lintas agama bukanlah pengakuan terhadap ajaran agama lain, melainkan ungkapan kebersamaan dan persaudaraan. . Pandangan yang mendukung salam lintas agama juga menekankan pentingnya membangun jembatan antar umat beragama. Dalam situasi di mana intoleransi dan konflik agama masih menjadi ancaman, salam lintas agama dianggap sebagai langkah kecil namun signifikan menuju harmoni sosial. Dengan saling menghormati dan memahami perbedaan, masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang lebih damai dan toleran. Pendekatan ini dianggap sejalan dengan upaya pemerintah dalam mempromosikan kerukunan dan kebersamaan di tengah keberagaman. Di sisi lain, ada kekhawatiran bahwa penolakan terhadap salam lintas agama bisa memperburuk hubungan antarumat beragama. Larangan ini bisa dianggap sebagai sikap eksklusif yang mengisolasi satu kelompok dari yang lain. Dalam jangka panjang, sikap seperti ini dapat memicu ketegangan dan memperkuat pandangan negatif. Oleh karena itu, penting untuk menemukan keseimbangan antara menjaga keyakinan agama dan mempromosikan harmoni sosial. Dialog antarumat beragama dan pendekatan yang inklusif adalah kunci untuk mencapai tujuan ini. Fatwa MUI juga menimbulkan pertanyaan tentang peran negara dalam mengatur praktik keagamaan. Kementerian Agama misalnya, menyarankan agar masyarakat lebih bijaksana dalam menyikapi fatwa ini. Menteri Agama menegaskan bahwa pemerintah mendukung segala upaya yang mendorong toleransi dan kerukunan. Pandangan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara kebebasan beragama dan harmoni sosial. Dalam hal ini, peran pemerintah adalah memfasilitasi dialog dan kerjasama antar umat beragama. Kesimpulannya, kontroversi salam lintas agama mencerminkan tantangan yang dihadapi masyarakat Indonesia dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman. Meskipun ada kekhawatiran tentang dampaknya terhadap akidah, penting untuk melihat salam lintas agama sebagai peluang untuk mempromosikan toleransi dan persaudaraan. Melalui dialog yang konstruktif dan pendekatan yang inklusif, kita dapat menemukan jalan tengah yang menghormati keyakinan setiap individu tanpa mengorbankan nilai-nilai kebersamaan. Sebagai bangsa yang besar dan beragam, Indonesia harus terus mengupayakan persatuan dan toleransi untuk masa depan yang lebih damai dan sejahtera.

Read More »

Perjalanan Paling Indah Adalah Perjalanan Menuju Allah

Identitas Buku: Judul Buku: Ya Allah, Aku Pulang Penulis: Alfialghazi Penerbit: Sahima ISBN: 978-623-5889-00-9 Cetakan Pertama: 2022 Jumlah Halaman: 220 Halaman Penyunting: Tatep Mulyadin Pendesain Sampul: Eka Safitri Tata Letak: Annisa Haq Peresensi: Marchella Dika Aristawidya Ya Allah, Aku Pulang, merupakan buku yang tergolong self improvement/ motivasi islami. Buku ini memiliki tiga bab yaitu “Riuh, Redam, dan Pulang” setiap babnya memiliki sub bab yang menarik untuk dibaca. Seperti “Kewalahan Dengan Overthinking, Atas Semua Mimpi Yang Tak Terwujud, Terlahir Dari Keluarga Broken Home, Kehilangan Nikmat Beribadah, Ketika Semua Orang Telah Pergi, Hidup Yang Tak Menentu, Apa Sebenarnya Yang Kita Cari?, Hidup Seperti Apa Yang Harus Dijalani?” dsb. Buku ini memberi arahan bagaimana kita menyusuri hidup, memberikan petunjuk saat kita akan memilih sesuatu. Adakalanya kita merasa jenuh, lelah, kecewa, dan sedih. Ingin pulang, tapi tak tahu akan ke mana. Termenung dan hilang arah. Maka, buku “Ya Allah, Aku Pulang” akan membawa kita menuju kepulangan yang sesungguhnya. “Perjalanan paling indah adalah perjalanan menuju Allah. Ya Allah, aku pulang.” Kata-kata tersebut berhasil menyihir para pembaca. Kita ingin pulang, tapi yang kita ingin bukanlah rumah berwujud bangunan. Melainkan rumah yang bisa memberi ketenangan saat dunia begitu melelahkan. Kita akan benar-benar pulang, saat kita bersujud kepada-Nya, menitikkan air mata karena penyesalan. Dalam hidup, kita memiliki banyak masalah. Seperti masalah keluarga, karier, teman, dan percintaan. Bahkan masalah bisa saja timbul dari diri sendiri, misalnya gelisah. Maka, buku ini mengajarkan kita untuk selalu mengingat Allah dalam keadaan apapun. Bersimpuh di atas sajadah, pulang kepada Allah, akan memberikan ketenangan dan jawaban dari permasalahan tersebut. “Beberapa keinginanmu tak akan selalu dijawab ‘iya’ oleh Tuhan. Tapi, kabar baiknya, akan selalu dijawab yang terbaik oleh-Nya.” Kelebihan Buku Ketika saya terjerat akan lelahnya dunia, kemudian membaca buku “Ya Allah, Aku Pulang” saya langsung disihir oleh kata-katanya yang sangat memotivasi. Jika diibaratkan, saya seperti menemukan cahaya di tengah-tengah kegelapan. Berikut saya sebutkan kelebihannya: 1. Sampulnya berwarna elegan sehingga tidak begitu mencolok. Sampul buku juga memberikan gambaran sebuah kapal perjalanan yang sesuai judul-pulang 2. Memberikan motivasi terhadap orang yang sedang patah semangat dan banyak masalah 3. Mengajak pembaca agar selalu ingat dengan Allah apapun keadaannya 4. Bahasa buku tidak menghakimi, sehingga pembaca mudah tersentuh 5. Memiliki tema-tema yang sesuai dengan kehidupan, jadi akan tertarik untuk membacanya Kekurangan Buku Menurut saya kekurangan buku ini terlalu banyak iklan/ rekomendasi buku lain di bagian belakang buku ini. Rekomendasi: Buku ini cocok dibaca oleh semua kalangan termasuk orang yang lelah dengan dunia seperti patah semangat, hilang arah, jenuh, merasa sendirian, dsb.

Read More »

Danang Giri Sadewa Sukses Meriahkan Seminar Nasional Korelasi

Pekalongan-jurnalphona.com Seminar Nasional Korelasi bertema “Capacity Building by Preparing Strategy for Creative Content ” yang diadakan Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (HMPS KPI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan telah sukses diselenggarakan. Seminar ini dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum. Seminar ini di gagas oleh Divisi Brodcasting TV dan Public Relation HMPS KPI UIN Gus Dur Pekalongan. Minggu, (02/06). Seminar ini menghadirkan narasumber ternama, yaitu Danang Giri Sadewa, konten kreator media sosial. Dalam seminarnya, Danang berbagi pengalaman dan pengetahuannya tentang bagaimana membangun strategi konten yang efektif, serta bagaimana menghasilkan konten yang menarik dan engaging bagi audiens. Seminar ini bertujuan untuk melatih khususnya anak muda untuk kreatif berkonten di zaman sekarang. “Tujuan diadakan seminar ini ialah untuk mengasah kreativitas di era digital ini,” ujar Azedt, ketua pelaksana. Salah satu topik yang menarik perhatian peserta adalah bagaimana cara agar konten bisa masuk ke dalam For Your Page (FYP) di media sosial. Danang menjelaskan bahwa kunci untuk masuk ke FYP adalah dengan membuat konten yang berkualitas tinggi, relevan dengan audiens, dan menarik secara visual. Selain itu, Danang juga menekankan pentingnya konsistensi dalam membuat konten. “Jika ingin konten Anda masuk ke FYP, Anda harus konsisten dalam membuat konten dan meng-upload-nya,” ujar Danang. Peserta seminar merasa sangat senang dan tidak merasa bosan dengan materi yang disampaikan oleh Danang. “Seminar ini sangat bermanfaat bagi saya. Juga tidak membosankan acara seminarnya,” ujar Salma, salah satu peserta. Narasumber pun merasa sangat antusias. Karena dia baru pertama kali mengisi seminar nasional di kampus Pekalongan yang pesertanya tidak hanya kalangan mahasiswa kampus itu sendiri. “Jujur saya merasa antusias sekali ya. Karena, ini pertama kalinya saya mengisi seminar di kampus Pekalongan,” ujar Danang. Seminar ini diharapkan dapat membantu menambah wawasan untuk mahasiswa dan para generasi muda agar aktif berkonten. “Harapan dari seminar ini ialah agar tetap diadakan karena ini bisa menambah wawasan dan interest bagi internal dan eksternal dari HMPS KPI,” tegas Danang. Acara ini diakhiri dengan pembagian door prize bagi peserta yang bisa menjawab pertanyaan dan sesi foto bersama dengan narasumber.*** Reporter: Marsela Dika A.Penulis: M. Robba Masula

Read More »

Saat Bedebah Paling Bedebah di Dunia Berhenti Mengejar Dunia

Identitas buku: Judul: Bedebah diujung Tanduk Penulis: Tere Liye Penerbit: Penerbit Sabak Grip ISBN: 9786239726218 Cetakan Pertama: 2021 Jumlah Halaman: 414 Halaman Oleh: Nanda ‘Abidatur Rosyidah Al Mabruroh  “Aku tak paham dengan bedebah-bedebah penguasa shadow economy, apa sebenarnya yang mereka cari? Mereka sudah memiliki segalanya” – Salonga dalam novel Bedebah diujung tanduk. Bedebah diujung tanduk merupakan novel dari series pulang-pergi karya dari penulis novel best seller di Indonesia yakni Tere Liye. Novel ini menceritakan Bujang serta teman-temanya yakni Thomas, Yuki, Kiko, Salonga, Junior, White, dan Ayako sebagai tokoh utamanya. Berawal dari Thomas seorang konsultan keuangan dengan bayaran tertinggi di dunia Shadow Economy yang melakukan transaksi jual beli lahan pegunungan di Nepal, yang telah dibeli oleh salah satu penguasa Shadow Economy Amerika J.J Costello. Ternyata di lahan pegunungan nepal tersebut terdapat kelompok mematikan legendaris yang disebut dengan Kelompok “Teratai Emas”. Setelah kelompok Teratai Emas mengetahui tempat tinggal mereka telah dijual belikan, mereka kemudian secara habis-habisan menyerang Thomas dan juga Bujang. Mereka merasa terhina, tempat tinggal mereka yang telah diwariskan dari leluhur mereka telah diperjual belikan oleh orang seperti Thomas. Namun, Thomas tak tahu jika ada kelompok mematikan yakni kelompok Teratai Emas yang memiliki tempat tinggal tersembunyi di lahan tersebut. Dalam pengejaran habis-habisan, Thomas dibantu oleh teman-temanya yakni Bujang, Yuki, Kiko, Salonga, Junior, White, dan Ayako. Jangan salah, walaupun mereka diterror mati-matian oleh kelompok Teratai Emas kekuatan yang ada pada setiap teman-teman Thomas tak kalah mematikan. Ada Bujang tukang pukul nomor satu di Shadow Economy, ada Salonga dan junior yang pandai menggunakan pistol jarak jauh, ada Ayako Ninja hebat dari Jepang, Yuki dan Kiko saudara kembar pembunuh bayaran terkenal, dan ada white yang merupakan mantan militer. Namun, kekuatan tersebut kalah jauh dari kekuatan yang dimiliki oleh pemimpin dari kelompok Teratai Emas yakni Roh Drukpa XX. Jika dikejar oleh musuh mereka pasti akan lari sejauh mungkin, namun lain halnya dengan Thomas dan teman-temannya. Mereka malah mendatangi markas kelompok tersebut atas saran dari Ayako yang sangat mengenal kelompok Teratai Emas dari gurunya, Guru Bushi. Ayako ingin berbicara baik-baik dengan Roh Drukpa XX, namun Roh Drukpa XX menolak karena Thomas dianggap sudah melampaui batas. Thomas sudah meminta maaf dan menjelaskan jika dia tidak tahu mengenai adanya kelompok Teratai Emas ditempat ini. Sebelum Thomas dihabisi oleh Roh Drukpa XX, Ayako kemudian meminta untuk duel pertandingan dengan Roh Drukpa XX. Roh Drukpa XX mengiyakan ajakan tersebut, duel dengan 3 jenis pertandingan yang berbeda-beda. Dalam dua pertandingan skornya sama, namun di pertandinganterakhir Roh Drukpa XX diracuni dan dikalahkan,bukan oleh Thomas atau temantemanya melainkan Diego (kakak bujang). Kelebihan Buku Cerita ini akan terus berlanjut di novel-novel berikutnya. Novel ini memiliki banyak sekali kelebihan yang membuat para pembaca menyukai, diantaranya: 1. Cerita dengan alur yang sangat menarik seolah-olah pembaca dapat merasakannya 2. Memiliki gaya bahasa yang khas  3. Pendeskripsian setiap adegan cerita yang sangat detail 4. Terdapat beberapa pengetahuan yang menambah wawasan  Kekurangan Buku Menurut saya, novel ini hampir tidak ada kekurangannya. Namun dilihat dari gaya bahasa yang digunakan tinggi membuat pembaca harus mengulangi satu dua kali agar lebih paham maksud dari penulis. Dan agar lebih paham dengan alur cerita disarankan untuk membaca mulai dari novel pertamanya yakni Pulang. Novel ini direkomendasikan dibaca untuk pembaca yang menyukai genre action. Novel ini juga cocok dibaca saat fikiran sedang tidak ada beban yang berat, karena novel ini punya cerita yang sedikit berat ditakutkan jika membaca novel ini akan semakin berfikiran berat.

Read More »

Kopi Kenangan Ibu

Oleh: Yuliana Sulistyaningtyas Di sebuah desa kecil yang asri, hiduplah seorang anak yatim piatu bernama Dimas. Sejak kedua orang tuanya meninggal dunia akibat kecelakaan, Dimas harus hidup sendiri di rumah tua peninggalan orang tuanya. Usianya baru menginjak 12 tahun, tapi Ia sudah harus hidup mandiri dan berkerja keras untuk bertahan hidup. Setiap hari Dimas berkeliling desa menawarkan jasa cuci piring , membersihkan rumah, dan pekerjaan kecil lainnya untuk mendapatkan sedikit uang. Meski hidupnya sulit, Dimas tidak pernah mengeluh. Ia selalu mengingat pesan ibunya untuk selalu bersyukur dan harus terus bekerja keras. Suatu hari ketika Dimas sedang membersihkan gudang rumahnya, Ia menemukan sebuah kotak kayu tua. Dengan hati-hati Dimas membuka kotak itu dan mendapati berbagai peralatan membuat kopi serta buku catatan milik ibunya. Ibunya dulu memang gemar meracik kopi dan sering membuat kopi yang enak untuk keluarganya. Dimas teringat betapa nikmatnya aroma kopi buatan ibunya dan sebuah ide terlintas di benaknya. “Bagaimana jika aku mencoba membuat dan menjual kopi?” pikirnya. Dengan semangat Dimas mempelajari setiap resep dan teknik yang tertulis di buku catatan ibunya. Keesokan harinya, Dimas mencoba meracik kopi pertamanya dan aroma yang sangat harum memenuhi rumah kecilnya. Dimas membawa beberapa cangkir kopi buatannya ke pasar dan menawarkan kepada para pedagang dan pembeli. Meski awalnya banyak yang ragu, setelah mencicipi kopi buatan Dimas, mereka mulai tertarik. “Dimas, kopimu enak sekali! Besok buat lagi ya, aku pasti beli,” kata Pak Budi, seorang pedagang sayur. Setiap hari, Dimas semakin mahir meracik kopi. Usahanya mulai dikenal dan banyak orang datang ke rumahnya hanya untuk menikmati secangkir kopi. Dengan penghasilannya, Dimas bisa memenuhi kebutuhan sehari-harinya dan bahkan menabung untuk masa depan. Suatu saat ada seorang pengusaha kafe dari kota yang kebetulan berkunjung ke desa dan mencicipi kopi buatan Dimas. Ia terkesan dan menawarkan Dimas untuk memasok kopi ke kafenya. Tentu saja, Dimas menerima tawaran itu dengan senang hati usaha kopi Dimas semakin sukses. Ia tidak hanya mampu bertahan hidup, tetapi juga menginspirasi banyak anak di desanya untuk tidak pernah menyerah pada keadaan.

Read More »

Saat Anak-Anak Mengambil Alih Sepeda Listrik: Perlukah Kita Khawatir?

Belakangan ini, tren sepeda listrik tengah menjadi polemik di Indonesia, bahkan digandrungi kalangan anak-anak. Tren tersebut memunculkan fenomena baru di jalan raya, yang tidak hanya dipenuhi oleh pengendara motor dan mobil, tetapi juga anak-anak di bawah umur yang riang gembira mengendarai sepeda listrik. Di satu sisi, inovasi dalam bidang transportasi memang memegang peran penting dalam membantu meringankan aktivitas sehari-hari. Sebagaimana sepeda listrik, jenis sepeda ini menjadi populer karena memiliki beberapa kelebihan dibanding sepeda konvensional. Sepeda listrik memberikan tenaga tambahan saat mengayuh, sehingga dapat mengurangi efek lelah pengendara. Selain itu, jenis sepeda ini juga tidak menimbulkan polusi udara karena sumber energinya berasal dari baterai isi ulang. Dibalik kelebihan itu, transportasi ini juga perlu dibatasi, terutama dari jangkauan anak-anak. Fenomena mengkhawatirkan yang sering terjadi adalah anak-anak yang mengendarai sepeda listrik di jalan raya. Sebenarnya, problematika ini tidak hanya seputar pada usia pengendara, karena jalan raya tidak seharusnya diperuntukkan kepada pengendara sepeda listrik, dari kalangan manapun yang mengendarainya. Namun, hal tersebut menjadi lebih berisiko, bahkan berpotensi pada kecelakaan lalu lintas karena pengendara sepeda listrik justru didominasi oleh anak-anak di bawah umur. Sedangkan di jalan raya, volume kendaraan cenderung lebih padat dari jalan biasa, pengendaranya pun didominasi oleh mobil roda empat, bus, dan truk-truk muatan. Fenomena pengendara cilik dengan sepeda listriknya di jalan raya makin meresahkan. Penggunaannya yang tidak dibatasi dan jauh dari pengawasan orang tua sangat berpotensi pada terjadinya kecelakaan. Sebagaimana dilansir dari Kompas.com, kecelakaan sepeda listrik pernah terjadi di Bogor, Jawa Barat yang melibatkan tiga anak kecil dalam satu sepeda listrik dengan pengendara motor. Mirisnya lagi, salah satu pengendara sepeda cilik tersebut masih balita. Berita dan video rekaman CCTV yang beredar terkait kecelakaan tersebut langsung marak dan menuai kontroversi di kalangan warganet. Dengan adanya kasus tersebut, perlukah kita khawatir? Tentu saja. Yang harus dilakukan terutama bagi para orang tua adalah dengan tidak memberikan sepeda listrik kepada anak yang belum berusia 12 tahun. Hal tersebut sesuai dengan pasal 4 ayat 1 poin b Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 45 Tahun 2020 tentang Kendaraan Tertentu dengan Menggunakan Penggerak Motor Listrik, yang berbunyi “usia pengguna paling rendah 12 (dua belas tahun).” Jikalau keberadaan sepeda listrik sudah terlanjur diketahui oleh anak sehingga membuatnya berkeinginan menaiki, para orang tua juga harus mampu membatasi penggunaannya. Yaitu dengan mendampingi langsung dalam mengendarai sepeda listrik. Pembatasan lain juga bisa dilakukan dengan mengawasi anak agar hanya mengendarai sepeda listrik di halaman rumah, serta dengan memberikan alat perlindungan seperti helm dan pelindung lutut. Kasus kecelakaan sepeda listrik di kalangan anak-anak diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi para orang tua untuk senantiasa mengawasi buah hatinya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Read More »

Tips dan Trik Membagi Waktu Kuliah dan Organisasi

Menjadi mahasiswa tak hanya duduk di kelas mendengarkan materi dari dosen lalu pulang begitu saja. Salah satu wadah yang ideal untuk mengembangkan diri di luar bangku perkuliahan adalah organisasi. Kamu juga bisa bergabung di organisasi baik yang intra maupun ekstra. Ada banyak manfaat ikut organisasi mahasiswa di kampus. Salah satunya menambah pengetahuan, relasi, mendisiplinkan diri, melatih soft skill kemampuan berbicara, dan bisa memanajemen waktu. Tentunya mahasiswa yang mengikuti suatu organisasi akan berbeda dengan mahasiswa yang hanya belajar di kelas saja. Namun kesibukan dalam organisasi tidak boleh mengganggu fokus utama mahasiswa, yaitu belajar. Oleh karena itu, penting bagi kamu seorang mahasiswa untuk dapat menyeimbangkan antara kegiatan perkuliahan dan kegiatan di organisasi.Jika kamu bisa membagi waktu antara kuliah dan berorganisasi, maka kamu pasti menjadi mahasiswa yang berkualitas.Berikut beberapa tips dan trik membagi waktu antara kuliah dan organisasi: 1. Buatlah jadwal yang terstruktur: Aturlah waktu dengan baik untuk belajar, mengikuti kelas, mengerjakan tugas, dan mengikuti kegiatan organisasi. Bila perlu catat dengan sticky note ataupun tulisan di kalender pribadi agar tidak lupa. Mengatur skala prioritas dengan mendahulukan yang lebih penting dan mendesak. Tetapi jika kuliah dan organisasi maka prioritaskan urusan kuliah. Karena tugas utama mahasiswa untuk kuliah. Fokuslah pada satu tugas dalam satu waktu. 2. Gunakan waktu luang dengan bijak: Manfaatkan waktu luang untuk beristirahat dan melakukan hal-hal yang menyenangkan. Seperti berolahraga, baca buku, nonton film favorit, memasak dan create something new. 3.Jangan ragu untuk meminta bantuan: Jika kamu merasa kesulitan untuk menyeimbangkan antara kuliah dan organisasi, jangan ragu untuk meminta bantuan kepada teman, senior, atau dosen pembimbingmu. Kuliah dan organisasi adalah dua hal yang dapat berjalan beriringan dan saling melengkapi. Dengan bergabung dalam organisasi, kamu dapat mengembangkan diri secara holistik dan mempersiapkan diri untuk masa depan yang gemilang. Berikut beberapa contoh organisasi mahasiswa yang populer di Indonesia: 1. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)2. Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS)3. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)4. Lembaga Dakwah Kampus (LDK)5. Organisasi Kepemimpinan Mahasiswa (OKP) Ingatlah bahwa kunci untuk sukses dalam perkuliahan dan organisasi adalah dengan memiliki komitmen, disiplin, dan kerja keras. Percayalah pada dirimu sendiri dan teruslah berusaha. Intinya, jika kamu bisa membagi waktu antara kuliah dan organisasi, maka semua bisa berjalan dengan lancar dan beriringan. Kamu pasti bisa menaklukkan rintangan dan meraih kesuksesan!

Read More »

Gema Sholawat Az-Zahir Meriahkan Dies Natalis Ke-27 UIN Gus Dur Pekalongan

Pekalongan-jurnalphona.com Gema sholawat oleh Grup Az-Zahir Pekalongan meriahkan Dies Natalis Ke-27 UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan di lapangan kampus 2 Rowolaku, Kajen. Jumat, (17/05). Kegiatan ini dibuka dengan sambutan oleh Rektor UIN Gus Dur Pekalongan Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag. yang menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas antusiasme masyarakat yang hadir. Muhtar Ali Achmadi, S.Ag. selaku ketua pelaksana sekaligus Kepala Bagian Umum dan Akademik UIN Gus Dur, menjelaskan bahwa tujuan utama dari acara ini adalah untuk memperingati dies natalis UIN Gus Dur yang ke-27 sekaligus memberikan penguatan spiritual kepada seluruh civitas akademika dan masyarakat sekitar kampus. “Tujuan diselenggarakannya acara ini adalah dalam rangka memperingati dies natalis UIN Gus Dur ke-27 serta memberikan penguatan spiritual kepada seluruh aktivitas akademika dan masyarakat sekitar kampus,” ujarnya. Pemilihan grup sholawat Az-Zahir sebagai pengisi acara juga mendapat perhatian khusus. Muhtar menyebutkan bahwa grup sholawat ini memiliki banyak penggemar, tidak hanya di Pekalongan tetapi di seluruh Indonesia, sehingga diharapkan dapat menjadi magnet tersendiri untuk menyemarakkan dies natalis UIN Gus Dur. “Grup sholawat Az-Zahir, saya kira, yang terbesar penggemarnya. Az-Zahir mania tidak hanya di Pekalongan, tetapi di seluruh Indonesia. Sehingga ini tentu menjadi magnet tersendiri dalam rangka untuk menyemarakkan dies natalis UIN Gus Dur,” imbuhnya. Farah, salah satu jamaah yang hadir, mengungkapkan harapannya agar UIN Gus Dur semakin sukses dan berjaya di masa depan. “Harapannya semakin sukses, semakin jaya,” ucapnya. Muhtar juga berharap agar kegiatan serupa dapat terus diadakan di masa mendatang, baik dengan mengundang grup Az-Zahir lagi maupun grup sholawat lainnya, untuk terus memperkuat spiritualitas civitas akademika dan masyarakat sekitar. “Diharapkan kita dapat mengadakan kegiatan yang sejenis, bisa saja mengundang grup Az-Zahir atau grup lain. Namun tetap dalam rangka penguatan spiritual aktivitas akademika dan juga masyarakat sekitar,” pungkasnya.*** Penulis: Wiji Indah PrasetyaReporter: Chusma Fitriana

Read More »