Berita

Click Here
Click Here
Click Here
Click Here
Previous
Next

BISING

Perlahan kembali benci , lalu pergi. Kepala bicara tanpa henti, Menyusup ke dalam mimpi, Berlama-lama di peri hati, Hingga perlahan, mati.

Read More »

Seni Membentuk Kebiasaan Positif dalam Atomic Habits 

Identitas Buku. Judul (Inggris): Atomic Habits: An Easy & Proven Way to Build Good Habits & Break Bad Ones. Judul (Terjemahan Indonesia): Atomic Habits: Perubahan Kecil yang Memberikan Hasil Luar Biasa (Cara Mudah dan Terbukti untuk Membentuk Kebiasaan Baik dan Menghilangkan Kebiasaan Buruk). Penulis: James Clear.

Read More »

Korupsi Lagi, Rakyat Lagi yang Menanggung Rugi

KPK mengungkapkan kontruksi kasus korupsi yang melibatkan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur mengatakan Fadia dan keluarganya mendapatkan Rp 19 miliar dari proyek pengadaan jasa outsourcing dan pengadaan lainnya.

Read More »

Mengokohkan Barisan dan Menyatukan Gagasan, FORKOMNAS KPI Wilayah III Sukses Gelar Pelantikan dan Rapat Kerja di Yogyakarta

Forum Komunikasi Mahasiswa Nasional Komunikasi dan Penyiaran Islam (FORKOMNAS KPI) Wilayah III Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar pelantikan dan rapat kerja pengurus wilayah periode 2026 yang bertempat di Tabligh Majelis Muhammadiyah, Yogyakarta pada hari Sabtu-Minggu, 31 Januari-1 Februari 2026. Berdasarkan data HMJ KPI UMY selaku penyelenggara, peserta yang mengikuti rangkaian acara ini berjumlah 94 orang dari delegasi 16 kampus se-Jateng dan DIY yang memiliki program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam. Serta melantik pengurus wilayah sebanyak 55 orang dalam satu periode ini. Acara ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Twediana Budi Hapsari, PH.D selaku ketua DPD ASKOPIS JATENG-DIY serta sekaligus mengisi talkshow yang bertema “Bersama Lebih Kuat: Sinergi Mahasiswa KPI Jateng-DIY untuk Forum Berkelanjutan”. Koordinator wilayah Forkomnas KPI wilayah III, Esa Wahyu Panuntun menegaskan bahwa momen pelantikan dan rapat kerja yang dilaksanakan bukan sebagai acara seremonial semata, melainkan bentuk kepercayaan yang harus dijawab dengan kerja yang mampu berdampak nyata. “Pelantikan yang kita laksanakan bukan acara seremonial saja atau hanya eksistensi semata, melainkan sebuah bentuk kepercayaan yang harus dibuktikan,” tuturnya. Esa juga menambahkan bahwa kepengurusan periode ini dituntut untuk mampu menjaga keberlangsungan forum serta menghadirkan program kerja yang berdampak bagi mahasiswa KPI se-Jateng dan DIY. “Kepengurusan saat ini memiliki tuntutan untuk mampu menjaga keberlangsungan forum dan juga menghadirkan program dengan dampak untuk mahasiswa KPI se-Jateng dan DIY,” imbuh Esa. Ketua HMJ KPI UMY, Ardra Naura Ajdanabilla berterimakasih dan merasa bangga atas kesempatan sebagai tuan rumah dalam acara ini. Kesempatan ini menjadi wadah kontribusi dalam menyukseskan berjalannya FORKOMNAS KPI Wilayah III Jateng-DIY. “Mewakili segenap HMJ KPI UMY, saya sangat berterima kasih telah dipercaya menjadi tuan rumah untuk acara ini. Kesempatan ini merupakan sebuah kehormatan bagi kami. Sekali lagi terima kasih kepada jajaran pengurus yg telah memberikan kami kesempatan untuk menyuguhkan yang terbaik,” ungkap Ardra. Penulis: Afif Kamaludin

Read More »

Pulang

Sudah cukup jauh kaki ini melangkahSudah terlalu lama batin ini lelahMencari arti damai dengan susah payahIman yang kini mulai terpecah belah Terlalu jauh untuk kembali ke titik awalTerlalu jauh untuk kembali netralJalan yang dilalui terlalu banyak cabangJalan yang dilalui terlalu banyak lubang Terlalu kotor untuk dibersihkanTerlalu malu untuk kembali ke hadapanSemakin gelap jalan untuk ke depanTapi dia tetap menerima tanpa perdebatan Karya: Wiji Indah Prasetya

Read More »

Hampa

Satu persatu ku cobaMencicipi setiap rasaMulai lupa angannyaMenjejali setiap hal yang ada Saat hidup sudah tak dalam kendalinyaArus yang tenang menjadi medan perangDihadapkan pada pilihan-pilihanTanpa menemukan titik terang Banyak rasa yang tercobaMungkin sudah mati rasaMerasa tak pernah berdosaMungkin sudah mati rasa

Read More »

Selesai Tapa Suara

Aku pernah menyebut namamudalam doa yang paling sunyimenitipkan harappada jeda napas yang panjang Namun waktu pelan-pelan menghapusjejak langkahmu di dadakuseperti ombak yang lelahmengeja kembali pantai Kini rasaku tak lagi bergetartak juga terlukahanya kosong yang tenangdan ingatan yang belajar diam Bukan karena kamu salahatau aku berhenti pedulihanya saja perasaan itutelah selesai menjalankan tugasnya Aku melepaskanmu tanpa air matatanpa janji untuk kembalikarena yang hilangtak selalu perlu dicari lagi Karya: Marchela Dika A.

Read More »

Manfaat Jamu Bagi Kesehatan

Jamu telah lama dipercaya oleh masyarakat Indonesia sebagai minuman yang berkhasiat untuk menjaga kesehatan. Selain diminum sebagai suplemen kesehatan, jamu juga secara turun-temurun dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk meredakan berbagai keluhan, seperti batuk berdahak, sakit kepala, hingga wasir. Jamu merupakan racikan dari berbagai tanaman herbal yang memiliki potensi manfaat bagi tubuh. Walaupun masih dibutuhkan penelitian ilmiah lebih lanjut untuk membuktikan efektivitasnya, banyak orang meyakini bahwa jamu dapat membantu mengatasi beberapa masalah kesehatan tertentu. Meskipun memiliki beragam manfaat, konsumsi jamu tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Apabila jamu digunakan sebagai pendamping pengobatan medis, sebaiknya dikonsumsi di bawah pengawasan tenaga kesehatan guna mencegah terjadinya interaksi dengan obat-obatan lain. Manfaat Jamu Berdasarkan Jenis Tanaman Jamu biasanya dibuat dari satu atau beberapa bahan alami yang dikenal sebagai empon-empon. Berikut ini beberapa manfaat jamu berdasarkan bahan dasarnya: KunyitKunyit merupakan tanaman herbal yang sering dimanfaatkan sebagai bahan jamu karena khasiatnya yang beragam. Tanaman ini dipercaya dapat membantu mengatasi osteoarthritis, gangguan pencernaan, nyeri haid, serta masalah kulit seperti jerawat dan eksim. Selain itu, kunyit juga diketahui berperan dalam menurunkan kadar kolesterol, menjaga kesehatan jantung, dan mengurangi risiko kanker. Khasiat tersebut berasal dari senyawa aktif bernama kurkumin yang terkandung di dalam kunyit. TemulawakTemulawak telah lama digunakan sebagai bahan utama jamu tradisional. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa temulawak memiliki sifat antioksidan, antibakteri, antiradang, antikanker, serta antidiabetes. Secara tradisional, temulawak sering dikonsumsi untuk mengurangi mual, pusing, pilek, dan meningkatkan nafsu makan. Selain itu, temulawak juga diyakini mampu membantu mengatasi gangguan lambung dan hati, sembelit, radang sendi, wasir, keputihan, serta demam pada anak. Namun demikian, manfaat-manfaat tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan keefektifannya. JaheJahe juga termasuk tanaman herbal yang sudah lama digunakan dalam pengobatan tradisional. Jahe dipercaya dapat membantu meredakan radang sendi, sakit kepala, nyeri menstruasi, serta mual dan muntah pascaoperasi. Aroma khas jahe juga dikenal dapat mengurangi rasa mual pada ibu hamil. Meskipun begitu, manfaat jamu berbahan jahe ini masih perlu dibuktikan melalui uji klinis yang lebih mendalam. Sumber:https://www.alodokter.com/ini-lho-manfaat-jamu-yang-sudah-teruji-klinis Penulis: Marchela Dika A.

Read More »

Bunga

Sore itu, taman kota dipenuhi cahaya keemasan. Daun-daun berdesir pelan ketika angin lewat, seolah ikut berbisik pada siapa pun yang berjalan di sana. Di antara jalur batu yang berkelok, sepasang kekasih melangkah berdampingan, tanpa tergesa, menikmati waktu yang terasa sederhana namun penuh arti. Mereka berhenti di dekat hamparan bunga yang sedang mekar. Warnanya beragam, merah, kuning, ungu, dan putih, tersusun rapi namun tetap terlihat hidup, seakan masing-masing memiliki cerita sendiri. Sang kekasih perempuan berjongkok, menatap bunga-bunga itu dengan mata berbinar. “Cantik, ya,” katanya pelan. “Iya,” jawab pasangannya sambil tersenyum. “Tapi menurutmu, apa yang membuat bunga jadi cantik?” Ia berpikir sejenak, lalu memetik satu kelopak yang jatuh ke tanah. “Karena warnanya. Atau karena baunya. Atau mungkin karena bunga selalu mekar tanpa tahu siapa yang melihatnya.” Mereka duduk di bangku taman. Di hadapan mereka, bunga-bunga itu tetap bergoyang pelan, tak peduli sedang diperhatikan atau tidak. Sang lelaki menatap hamparan warna itu, lalu berkata, “Katanya, setiap bunga punya makna. Mawar tentang cinta, melati tentang kesucian, bunga matahari tentang harapan.” “Kalau begitu,” sahut pasangannya, “bunga apa yang paling mirip dengan kita?” Ia terdiam, lalu tertawa kecil. “Mungkin kita bukan satu jenis bunga. Kita campuran. Kadang seperti mawar, penuh rasa. Kadang seperti bunga liar yang tumbuh di pinggir jalan, sederhana tapi bertahan.” Perempuan itu tersenyum. “Aku suka bunga liar,” katanya. “Mereka tidak ditanam khusus, tapi tetap tumbuh. Seperti hubungan yang dijaga bukan karena kewajiban, tapi karena ingin.” Langit mulai berwarna jingga. Bayangan mereka memanjang di jalan setapak. Sang lelaki memetik satu bunga kecil yang jatuh, lalu menyerahkannya. “Mungkin makna bunga bukan dari namanya,” ujarnya, “tapi dari siapa yang melihat dan merasakannya.” Ia menerima bunga itu dengan hati-hati, seolah sedang memegang sesuatu yang rapuh namun berharga. “Kalau begitu,” katanya lembut, “bunga ini akan mengingatkanku pada hari ini. Tentang berjalan pelan, berbagi cerita, dan memahami makna bersama.” Mereka kembali berjalan, meninggalkan taman yang perlahan diselimuti senja. Bunga-bunga tetap di sana, mekar dalam diam, sementara dua hati melangkah pulang dengan makna baru, bahwa seperti bunga, cinta tak selalu harus dijelaskan. Cukup dirawat, dipahami, dan dinikmati sampai Ia mekar. Karya: Marchela Dika

Read More »