Resensi Buku

Resensi Buku Antologi Cerpen “Kocak”

Judul Buku: Kocak
Penulis: Kolektif (Mahasiswa UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan)
Genre: Humor
Penerbit: Lovrinz Publising
Tahun Terbit: 2025
Jumlah Halaman: 144

Buku Cerpen Komedi HMPS KPI UIN Gusdur Pekalongan merupakan sebuah antologi cerpen yang menyajikan beragam kisah humor dengan latar kehidupan sehari-hari mahasiswa, keluarga, pesantren, hingga lingkungan masyarakat. Cerita-cerita di dalamnya dibalut dengan gaya bahasa santai, jenaka, dan dekat dengan realitas pembaca muda, khususnya generasi mahasiswa dan remaja.

Cerpen seperti “Kerbau Milik Kakekku” menghadirkan humor absurd yang hangat tentang hubungan manusia dan hewan yang dikemas penuh kejenakaan namun tetap sarat nilai kasih sayang. “Kakek Gagal Gaul” menyoroti benturan generasi tua dan muda dengan komedi yang cerdas sekaligus menyentuh, menegaskan bahwa kedekatan emosional tidak selalu ditentukan oleh trend. Cerpen lain seperti “Tuyul KW”, “Senyum Kuda”, hingga “Ulang Tahun Ujang, Dari Sawah ke Majelis Makan” memanfaatkan humor lokal, satire sosial, serta pengalaman khas pesantren dan pergaulan remaja sebagai sumber kelucuan.

Tak hanya mengandalkan tawa, beberapa cerpen juga menyelipkan pesan moral tentang persahabatan, keluarga, penerimaan diri, dan makna kebahagiaan sederhana. Hal ini membuat buku ini tidak sekadar menghibur, tetapi juga memberi ruang refleksi bagi pembaca.

Gaya Bahasa dan Kekuatan Cerita

Kekuatan utama antologi ini terletak pada keberanian penulis dalam mengeksplorasi humor lokal, bahasa gaul, serta situasi-situasi absurd yang terasa hidup dan autentik. Dialog yang cair, penggunaan slang populer, dan penggambaran karakter yang ekspresif membuat cerita mudah dipahami dan terasa dekat dengan keseharian pembaca.

Keberagaman gaya penulisan antarpenulis juga menjadi nilai tambah, karena menghadirkan variasi sudut pandang dan warna humor yang tidak monoton. Mulai dari humor ringan, slapstick, hingga komedi situasional dan satire, semuanya berpadu dalam satu buku.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan buku ini adalah kemampuannya menghadirkan tawa tanpa kehilangan konteks sosial dan budaya. Cerita-ceritanya relevan, segar, dan merepresentasikan suara generasi muda dengan jujur. Namun, di beberapa bagian, penggunaan bahasa yang sangat santai dan ekspresi berlebihan mungkin terasa kurang rapi bagi pembaca yang menyukai struktur sastra yang lebih formal.

Secara keseluruhan, Cerpen Komedi UIN Gusdur Pekalongan adalah antologi yang menghibur, segar, dan penuh warna. Buku ini cocok dibaca untuk melepas penat, sekaligus menjadi bukti bahwa karya mahasiswa mampu menghadirkan humor cerdas yang berakar pada realitas sosial dan budaya lokal. Antologi ini layak diapresiasi sebagai ruang ekspresi kreatif sekaligus dokumentasi tawa generasi muda UIN Gusdur Pekalongan.

Penulis: Wiji Indah Prasetya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.