Berita Daerah

Santri dan Alumni Pondok Pesantren se-Kota Pekalongan Desak Trans7 Bertanggung Jawab atas Tayangan Kontroversial

Ribuan santri beserta alumni, kyai, dan nyai se-Kota Pekalongan berkumpul di area Gedung Aswaja Kota Pekalongan untuk melakukan aksi damai terkait #BoikotTrans7 dengan beberapa tuntutan, Rabu (15/10).

Aksi yang dilaksanakan oleh elemen santri se-Kota Pekalongan ini membawa beberapa poin tuntutan diantaranya mendesak pihak trans7 untuk datang langsung ke Pondok Pesantren Lirboyo dan bertanggung jawab secara hukum serta 8 tuntutan lainnya.

Walikota Pekalongan H. A. Afzan Arslan Djunaid, S.E., M.M., mengatakan prinsip walikota dan forkopimda (forum koordinasi pimpinan daerah) Kota Pekalongan mendukung 9 tuntutan mengenai tayangan trans7 yang menyebabkan ketidaknyamanan dan keresahan saat ini.

H. A. Afzan Arslan Djunaid, S.E., M.M., Wali Kota Pekalongan

‘‘Secara prinsip, saya dan forkopimda tentunya sama, karena Kota Pekalongan kan culture-nya Kota Santri jadi kita mendukung 9 tuntutan yang disampaikan oleh teman-teman,’’ujarnya.

Acara aksi damai ini juga berjalan dengan lancar tanpa ada anarkisme, dan para peserta aksi juga berharap bahwa tuntutan yang disampaikan agar didengar oleh pihak trans7 karena aksi ini murni dari hati seorang santri membela gurunya.

Muhammad Dzalkarim, Perwakilan Santri

‘‘Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar, karena jelas motto seorang santri adalah menciptakan situasi aman tanpa ada hal yang menyebabkan kericuhan,’’ ujar Muhammad Dzalkarim, salah satu perwakilan santri.

Dirinya juga menambahkan, ‘‘Semoga tuntutan yang dibacakan segera didengar oleh pihak trans7 karena ini memang murni dari bahasa hati dari santri karena harga diri kyai di injak oleh orang yang tidak bertanggungjawab,’’ imbuhnya.

Reporter: Wiji Indah Prasetya

Penulis: Afif Kamaludin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.