Artikel

Arca Ganesha Wonotunggal: Cagar Budaya, Situs Religi, dan Pesona Sejarah 

Peninggalan sejarah berupa Arca Ganesha di Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, menggambarkan Dewa Ganesha dengan ciri khas bertubuh gajah, duduk bersila, dan memegang atribut tertentu yang merepresentasikan kebijaksanaan serta pelindung dari segala rintangan.

Arca

Menurut penuturan Pak Wahidi, beliau sudah merawat arca ini kurang lebih 20 tahun, namun beliau bukanlah perawat atau juru kunci dari situs tersebut. Situs ini sudah dibenahi dan sebelumnya bahkan telah dilengkapi ornamen-ornamen dibangunannya, namun sekarang sudah rusak dan roboh atapnya karena tertimpa pohon dari hutan pinus pada bulan 11 tahun 2024 lalu.

Salah satu artikel lain menyebutkan bahwa Arca Ganesha yang memiliki tinggi dua meter itu, ditemukan pada tahun 1940 oleh warga setempat, yang ditemukan dalam posisi tertidur (tertelungkup) dalam posisi tertimbun rimbunnya rumput ilalang. Hal ini mengindikasikan bahwa daerah Wonotunggal memiliki nilai penting dalam jaringan sejarah keagamaan dan kebudayaan Jawa.

Situs ini seringkali menjadi tempat kunjungan religi bagi penganut kepercayaannya yakni kaum Hindu dan Konghucu untuk melakukan ibadah dengan kepercayaan yang mereka miliki, serta sebagai situs yang memiliki nilai historis sebagai simbol sejarah dan identitas lokal yang terdapat di desa silurah ini.

Aksesnya juga bisa dilalui kendaraan bermotor namun lumayan terjal dan jika kondisi hujan sangat berbahaya untuk menuju bangunan asli dari arca Ganesha ini. Namun tak perlu khawatir, jika ingin mengunjungi replika dari situs ini pengunjung juga bisa datang ke Taman Syailendra Desa Silurah yang letaknya masih satu desa dengan situs yang asli.

Namun demikian, tantangan dalam pelestarian arca Ganesha masih cukup besar. Faktor cuaca, kurangnya perhatian, dan minimnya fasilitas perawatan berpotensi mengurangi keaslian serta nilai arkeologis peninggalan tersebut. Menurut catatan Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah, keterlibatan masyarakat lokal dalam menjaga situs sejarah menjadi kunci utama agar peninggalan ini tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Referensi:

Berita : ARCA GANESHA, CAGAR BUDAYA SILURAH YANG TERJAGA | Kanal Berita Pemkab. Batang https://share.google/06hYF3Wk041p19YCa

Sumber Data:

Pak Wahidi, Warga Desa Silurah, Wawancara tanggal 23 Agustus 2025

Penulis: Afif Kamaludin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.