Puisi
-
Dua Langkah
Oleh: Zidni Mubarok Ayunan kaki melangkah beriringan harapan yang begitu besarBagaikan bendera yang siap naik untuk berkibarnyaSenyuman penuh ambisi semakin membuat tekad seakan terbakarDengan hati kian gembira menyambut kabar Sempat takut diri ini…
-
Perasaan Yang Salah
Karya: Marshaayu Adhi Sabrina Ketika engkau hadir di kehidupankuSeisi dunia terdiam bisuKau datang dengan sengajaMenggoyahkan perasaanku dengan paksa Mengapa hati ini tak bisa menampikHadirmu membuatku berkecamukNamamu membekas dalam benakMengingatmu membuat hati bergejolak Rupamu…
-
Mau Pergi Kemana Sekarang?
Karya: NIKO’E Aku bertemu denganmu tanpa sengajaLayaknya seorang pejalan kaki yang menemukan uang di jalan rayaKemudian aku mengenalmu seperti menghapal sebuah lirik laguDan pada akhirnya kita akrab bagaikan sendok dan garpu Namun sekarang…
-
“Musim yang Selanjutnya”
Oleh: Silmi Alya Angin musim gugur meniup dahan pohon,selembar daun pun terjatuhKu melihat punggungnya yang sedang menari,dengan lembut dan indahnyaDi tempat aku lahir dan dibesarkan, di sinilah aku menyaksikanmu Setelah sekian lama aku…
-
“Langkahmu-Langkahku, Dalam Sebuah Memori Mimpi”
Karya: Nazira Laela Nasta Semua kaki berlari bersamaan dengan mimpi-mimpi,Sebuah harapan melambaikan tangannya pada kita untuk berdiri,Memberikan salam perkenalan pada kita sang penggagas bumi pertiwi,Kita adalah sang penjaga waktu di ujung negeri, Saat…
-
Akan Kujelaskan Saat Ini
Karya: Salma Aulia Kau ingat? Diskusi kita kala ituKau bertanya dengan tenang perihal bagaimana aku bisa menjalani kehidupankuAku terdiam sesaat menghembuskan nafas panjang, ya aku tersenyumKau melihat ke arah danau yang dikelilingi pohon…
-
Semoga ya
Karya: Salsa Sabila Siang ini begitu sunyiHembusan angin yang kian amat menyepiDinding-dinding kamar membisu juaLangit yang biasanya indah oleh awan nyaKini pergi entah kemana Begitupun hati, tak selalu pastiMenangis tanpa suaraTersenyum tak bermaknaEntah…
-
Aku Sempat Menemukanmu
Karya: M. Yoga Firmansyah Kala itu mentari bersembunyi di balik awanIa ketakutanKemudian awan mulai menangisIa tak kuat melihat manusia yang semakin sinis Kita bertemu dikala awan sedang menangisSaling menatap dengan tatapan puitisKita tidak…
-
Bagian Kedua
Karya: Choerul Bariyah Sepotong sore menegaskan rinduMengenang masa lalu, membentuk awan-awan di atas kepalakuSeluruh patah yang tersemat semenjak hari ituAdalah luka yang membelenggu Aku menjumpai tubuhku terkapar diantara kesunyian ruangBerkobar dijalan pikiran yang…
-
Hari Bahagia
Karya: Bunga Tidur yang Mekar Hari itu kau nampak bahagiaSebuah senyuman yang tak pernah ku lihat sebelumnyaTatap mata penuh kasih dan cintaMenyatu senada tanda bahagia Aku senang hari itu akhirnya tibaHari dimana kau…