Berita

Click Here
Click Here
Click Here
Click Here
Previous
Next

Pria Ini Rela Turun Gunung untuk Jualan Kambing ke Pekalongan

Pekalongan- jurnalphona.com Frendy, pria asal Dieng, Banjarnegara ini memiliki keseharian sebagai pedagang buah. Namun, momen Idul Adha seperti sekarang ini menjadi ladang emas baginya untuk rangkap profesi sebagai pedagang kambing. Tidak tanggung-tanggung, ia rela turun gunung demi menjajakan ratusan kambingnya ke Kota Batik, alias Pekalongan.  Frendy sudah melalukan rutinitas ini dari tahun 2018. Setiap tahunnya selalu menjual kambing ke Pekalongan karena memang target pasarannya di sini. Berbeda dengan pedagang lainnya yang mayoritas berjualan di daerahnya sendiri, semangat Frendy yang berdagang lintas kota patut diacungi jempol.  Dengan adanya momen kurban seperti ini, Frendy mendapatkan omset hingga 40 juta. Tidak ada kenaikan harga dari tahun sebelumnya, harga kambing berkisar antara 2,5 juta-3 juta, tergantung ukuran dan jenis kelamin kambing. Hal ini sangat menambah pemasukan Frendy disela-sela berjualan buah.  Dari tahun ke tahun lokasi jualan Frendy di Kota Batik ini tidak berubah, sehingga memudahkan pelanggan Frendy tiap tahunnya untuk membeli kambing. Lokasinya terletak di Jalan Seruni, Kecamatan Pekalongan Selatan. Tempatnya di desain secara terbuka dan mudah untuk diakses, sehingga memudahkan para pembeli untuk memilah-milah kambing yang baik untuk berkurban.  Frendy juga membagikan tips untuk merawat kambing, diantaranya dengan menjaga kebersihan kandang, memberikan makan dan minum setiap hari, jika ada yang sakit segera diobati.  “Merawat kambing itu mudah. Kita bisa melakukannya dengan rutin membersihkan kandang, memberikan makan dan minum setiap hari, kalau ada yang sakit kita panggilkan dokter hewan agar segera diobati,” ujar Frendy. Reporter: Chusma Fitriana Penulis: Marchella Dika Aristawidya

Read More »

Tuhan Ada di Hatimu

Judul: Tak di Ka’bah, di Vatikan, atau di Tembok Ratapan, Tuhan Ada di Hatimu Penulis: Husein Ja’far Al-Hadar Penerbit: Noura Books ISBN: 978-623-242-147-9 Jumlah Halaman: 203 Halaman Oleh: Muhammad Robba Masula “Orang-orang di luar islam sampai kapan pun tak kan pernah bisa menghina ajaran islam maupun merendahkan citra islam, selama umat islam tak berbuat yang bertentangan dengan nilai-nilai islam itu sendiri.” – Husein Ja’far Al-Hadar. Membaca buku Tuhan Ada di Hatimu karya Husein Ja’far Al-Hadar, memberikan pandangan terhadap Islam dari berbagai sudut pandang yang indah. Khususnya saat ini, yang semuanya dapat di jawab dengan ajaran dalam Islam sebagai agama yang tak pernah lekang oleh waktu. Dalam buku ini, sang habib mencoba meluruskan kekeliruan dan memberikan pandangannya mengenai ajaran Islam yang sebenarnya. Dalam buku ini dijelaskan secara apik dan ciamik, mengenai ajaran Islam, kisah-kisah Rasulullah Saw., para Sahabat, Ahlul Bait, hingga para Cendekiawan Muslim lainnya. Terlepas dari hal itu, buku ini mencakup 4 pokok pembahasan: 1). Hijrah, 2). Islam Bijak, Bukan Bajak, 3). Akhlak Islam, 4). Nada, Canda, dan Beda. “Simbol dan agama adalah dua hal yang sulit dipisahkan dalam kehidupan sosial masyarakat kita. Sebagian masyarakat masih menganggap jika simbol suatu agama digunakan dan tampak kasat mata maka tingkat kesalihan orang tersebut sudah di atas rata-rata. Padahal faktanya tidak seperti itu juga, penggunaan simbol bukan ukuran mutlak ketaatan orang terhadap Tuhannya”. Itu yang coba dijelaskan oleh Habib Husein di halaman 203. Banyak sekali hikmah yang bisa didapat dari buku ini. Beberapa diantaranya; mengenai hijrah, fenomena yang saat ini sedang trend di kalangan kita, tentang berdakwah ala Nabi, mengapa Islam tidak perlu dibela, Islam sebagai agama rahmatan lil alamin, serta tentang hal-hal yang amat dekat dan urgent dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, Habib Husein mengajak kita untuk berpikir secara kritis dan mendalam bagaimana cara kita merespon hal-hal yang seringkali menjadi kericuhan. Buku Tuhan Ada di Hatimu ini, mengajarkan bahwa untuk mengenal Tuhan tidak melulu dengan zikir, namun dengan pikir. Karena, keduanya harus saling seimbang dan tidak berat sebelah. Maka, di dalamnya mengajarkan bagaimana hati dan pikiran dapat selaras dalam mengenal Tuhan dengan penuh ketulusan dan kesadaran. Kelebihan 1. Isinya yang sangat bagus. 2. Banyak hal yang dibahas di dalamnya dari mulai akidah, akhlak, hijrah, dakwah, dan fakta-fakta tentang islam yang mungkin belum diketahui banyak orang. 3. Buku ini juga mengajak pembaca untuk mengenal dakwah islam yang sarat akan nafas cinta, kasih, dan penuh lemah lembut. Alih-alih disampaikan dengan bahasa yang kaku, buku ini menyampaikan konten dakwah dengan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti oleh kaum muda. 4. sering kali ada cerita-cerita islam yang terselip di setiap subbabnya. Bahkan ada beberapa cerita yang baru penulis ketahui setelah membaca tersebut. 5. Setiap halaman buku, banyak sekali kutipan atau quote, baik dari penulis maupun tokoh lainnya. Namun, membaca buku ini, tidak semata-mata membaca kutipan itu sendiri, melainkan harus secara utuh dan meluas, agar tidak salah dalam pemahaman. Kekurangan 1. Beberapa kata yang tidak baku atau tidak sesuai dengan kamus KBBI, contohnya di buku ‘Tuhan Ada Di Hatimu’ yaitu kata solat ditulis shalat. Padahal kata baku dari kata shalat sendiri adalah salat. Bukan sholat, solat, maupun shalat. Meski secara kebiasaan memang cukup mengherankan jika kata yang lebih sering diucap solat dalam bahasa Indonesia, harus ditulis dengan salat. 2. Sekelas penerbit mayor, mungkin sudah semestinya dalam buku ditulis dengan kata baku. Rekomendasi Buku ini sangat rekomendasi untuk semua kalangan, termasuk yang tidak beragama Islam sekali pun. Karena, tidak semua isinya di khususkan untuk kalangan muslim, melainkan diperuntukkan untuk umum.

Read More »

Cas Cis Cus Berbicara Inggris

Oleh Nafisa Zunilofa Seperti yang kita tahu, kemajuan zaman menuntut kita supaya mampu menguasai bahasa asing, contohnya seperti bahasa Inggris. Namun memang tidak ada salahnya kita mencoba untuk belajar bahasa Inggris, karena dengan memiliki keterampilan berbahasa Inggris, kita mempunyai banyak sekali kesempatan yang bermanfaat. Misal, sebagai mahasiswa, kita bisa mengakses lebih banyak literatur ilmiah yang menggunakan bahasa Inggris untuk bahan belajar kita, kesempatan untuk mengikuti program study abroad dan student exchange ke luar negeri, peluang beasiswa, dan masih banyak lagi. Salah satu keterampilan berbahasa Inggris adalah speaking atau berbicara. Keterampilan ini memungkinan kita untuk berkomunikasi secara efektif dengan orang-orang dari berbagai belahan dunia. Kemampuan berbicara bahasa Inggris yang cas cis cus atau lancar dan jelas ini juga dapat membantu seseorang untuk berhasil dalam wawancara kerja, presentasi, dan projek-projek lainnya yang harus menggunakan bahasa Inggris. Berikut adalah beberapa tips untuk membiasakan diri supaya kita semakin cas cis cus dalam berbicara menggunakan bahasa Inggris. 1. Menonton, Membaca dan Mendengarkan Konten Berbahasa Inggris Menonton film/series, membaca buku, dan mendengarkan podcast yang menggunakan bahasa Inggris, mampu meningkatkan kemampuan speaking seseorang. Ketika kita melakukan aktivitas tersebut, kita mampu menambah kosakata, mengetahui bagaimana cara pengucapannya, dan dapat melatih kemampuan mendengar kita. Dengan rutin melakukan kebiasaan tersebut secara rutin, mampu meningkatkan kepercayaan diri serta dapat membantu kita semakin cas cis cus dalam berbicara bahasa Inggris. 2. Self Talk Self talk atau berbicara sendiri adalah sesuatu yang normal, bahkan bisa mendatangkan manfaat. Dilansir dari alodokter.com, berbicara sendiri atau self talk mampu menumbuhkan rasa kepercayaan diri seseorang. Kita bisa melatih kemampuan berbicara bahasa Inggris melalui cara ini. Contoh, saat kita menatap cermin, kita bisa mencoba untuk menceritakan kepada diri kita bagaimana hari kita berlalu, mencoba mendeskripsikan sesuatu, atau bisa pula kita berpura-pura sedang menjadi tamu di sebuah podcast. Kuncinya adalah, kita membiasakan diri untuk berbicara menggunakan bahasa Inggris. 3. Mencari Lawan Bicara Mencari lawan bicara juga bisa dilakukan jika kita ingin mendapatkan balasan balik. Lawan bicara ini juga bisa jadi menambah kemampuan kita dalam berbicara inggris, karena kita merasa benar-benar sedang dihadapkan oleh kenyataan yang sesungguhnya, harus berbicara menggunakan bahasa Inggris. Lawan bicara ini bisa ditemukan melalui komunitas, organisasi, dan lain sebagainya. Itulah tips-tips supaya kita mampu membiasakan diri berbicara menggunakan bahasa Inggris dengan harapan kita semakin cas cis cus.

Read More »
mengingat kenangan di jalan yang pernah dilalui bersama

Menyusur Kamu

Oleh Lia Afiana meramu kasih menjamu perih Aku bagimu merah menyatuRasaku terambau waktuBukan tak mampu lupakan kauDi jalan itulah kembali kususuri dirimu Aku bagimu merah menyatuDendam membara di dalam netraMerujuk pedar hingga kalbuPikirmu kenangan tak lagi ada Aku bagimu merah menyatuTanpa rona hirap menguapSisa rasa hanyalah masa laluTinggal renjana kini merayap Aku bagimu merah menyatuPenuh salah dan amarahTak satupun baik ada padakuSatu warnaku kau prasangkai dengan salah Aku bagimu merah menyatuTanpa layu tanpa rinduBetapapun jauh ku berlaluYang kususur tetaplah kamu

Read More »

Pelarangan Salam Lintas Agama: Menjaga Akidah atau Mengikis Toleransi?

Oleh: Mazda Ghazali Hidayat Salam lintas agama adalah praktik pengucapan salam dari berbagai agama yang telah menjadi simbol toleransi dan kerukunan di Indonesia. Belakangan salam lintas agama ini ramai dibicarakan, karena adanya fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang melarang mengucapkannya. Pelarangan ini menimbulkan banyak perdebatan. Fatwa yang dimaksudkan menjaga akidah umat Islam, menimbulkan pertanyaan tentang keseimbangan antara menjaga keyakinan dan mempromosikan toleransi di tengah keberagaman. Fatwa MUI didasarkan pada keyakinan bahwa mengucapkan salam dari agama lain dapat merusak akidah umat Islam. Menurut pandangan ini, salam dari agama lain bukan sekadar ucapan, melainkan memiliki makna religius yang mendalam dan mengucapkannya bisa dianggap sebagai pengakuan terhadap keyakinan agama tersebut. Bagi sebagian ulama, tindakan ini dapat menyebabkan kebingungan dan mengaburkan batas-batas keimanan. Dalam konteks ini, MUI berusaha untuk menjaga kemurnian ajaran Islam dan melindungi umat dari pengaruh yang dianggap bisa menyesatkan. Namun, pandangan ini tidak diterima oleh semua kalangan. Banyak yang berpendapat bahwa salam lintas agama adalah bentuk penghormatan dan toleransi yang penting dalam masyarakat multikultural seperti Indonesia. Mengucapkan salam dari berbagai agama dianggap sebagai cara menunjukkan rasa hormat dan menghargai keyakinan orang lain. Dalam hal ini, salam lintas agama bukanlah pengakuan terhadap ajaran agama lain, melainkan ungkapan kebersamaan dan persaudaraan. . Pandangan yang mendukung salam lintas agama juga menekankan pentingnya membangun jembatan antar umat beragama. Dalam situasi di mana intoleransi dan konflik agama masih menjadi ancaman, salam lintas agama dianggap sebagai langkah kecil namun signifikan menuju harmoni sosial. Dengan saling menghormati dan memahami perbedaan, masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang lebih damai dan toleran. Pendekatan ini dianggap sejalan dengan upaya pemerintah dalam mempromosikan kerukunan dan kebersamaan di tengah keberagaman. Di sisi lain, ada kekhawatiran bahwa penolakan terhadap salam lintas agama bisa memperburuk hubungan antarumat beragama. Larangan ini bisa dianggap sebagai sikap eksklusif yang mengisolasi satu kelompok dari yang lain. Dalam jangka panjang, sikap seperti ini dapat memicu ketegangan dan memperkuat pandangan negatif. Oleh karena itu, penting untuk menemukan keseimbangan antara menjaga keyakinan agama dan mempromosikan harmoni sosial. Dialog antarumat beragama dan pendekatan yang inklusif adalah kunci untuk mencapai tujuan ini. Fatwa MUI juga menimbulkan pertanyaan tentang peran negara dalam mengatur praktik keagamaan. Kementerian Agama misalnya, menyarankan agar masyarakat lebih bijaksana dalam menyikapi fatwa ini. Menteri Agama menegaskan bahwa pemerintah mendukung segala upaya yang mendorong toleransi dan kerukunan. Pandangan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara kebebasan beragama dan harmoni sosial. Dalam hal ini, peran pemerintah adalah memfasilitasi dialog dan kerjasama antar umat beragama. Kesimpulannya, kontroversi salam lintas agama mencerminkan tantangan yang dihadapi masyarakat Indonesia dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman. Meskipun ada kekhawatiran tentang dampaknya terhadap akidah, penting untuk melihat salam lintas agama sebagai peluang untuk mempromosikan toleransi dan persaudaraan. Melalui dialog yang konstruktif dan pendekatan yang inklusif, kita dapat menemukan jalan tengah yang menghormati keyakinan setiap individu tanpa mengorbankan nilai-nilai kebersamaan. Sebagai bangsa yang besar dan beragam, Indonesia harus terus mengupayakan persatuan dan toleransi untuk masa depan yang lebih damai dan sejahtera.

Read More »

Perjalanan Paling Indah Adalah Perjalanan Menuju Allah

Identitas Buku: Judul Buku: Ya Allah, Aku Pulang Penulis: Alfialghazi Penerbit: Sahima ISBN: 978-623-5889-00-9 Cetakan Pertama: 2022 Jumlah Halaman: 220 Halaman Penyunting: Tatep Mulyadin Pendesain Sampul: Eka Safitri Tata Letak: Annisa Haq Peresensi: Marchella Dika Aristawidya Ya Allah, Aku Pulang, merupakan buku yang tergolong self improvement/ motivasi islami. Buku ini memiliki tiga bab yaitu “Riuh, Redam, dan Pulang” setiap babnya memiliki sub bab yang menarik untuk dibaca. Seperti “Kewalahan Dengan Overthinking, Atas Semua Mimpi Yang Tak Terwujud, Terlahir Dari Keluarga Broken Home, Kehilangan Nikmat Beribadah, Ketika Semua Orang Telah Pergi, Hidup Yang Tak Menentu, Apa Sebenarnya Yang Kita Cari?, Hidup Seperti Apa Yang Harus Dijalani?” dsb. Buku ini memberi arahan bagaimana kita menyusuri hidup, memberikan petunjuk saat kita akan memilih sesuatu. Adakalanya kita merasa jenuh, lelah, kecewa, dan sedih. Ingin pulang, tapi tak tahu akan ke mana. Termenung dan hilang arah. Maka, buku “Ya Allah, Aku Pulang” akan membawa kita menuju kepulangan yang sesungguhnya. “Perjalanan paling indah adalah perjalanan menuju Allah. Ya Allah, aku pulang.” Kata-kata tersebut berhasil menyihir para pembaca. Kita ingin pulang, tapi yang kita ingin bukanlah rumah berwujud bangunan. Melainkan rumah yang bisa memberi ketenangan saat dunia begitu melelahkan. Kita akan benar-benar pulang, saat kita bersujud kepada-Nya, menitikkan air mata karena penyesalan. Dalam hidup, kita memiliki banyak masalah. Seperti masalah keluarga, karier, teman, dan percintaan. Bahkan masalah bisa saja timbul dari diri sendiri, misalnya gelisah. Maka, buku ini mengajarkan kita untuk selalu mengingat Allah dalam keadaan apapun. Bersimpuh di atas sajadah, pulang kepada Allah, akan memberikan ketenangan dan jawaban dari permasalahan tersebut. “Beberapa keinginanmu tak akan selalu dijawab ‘iya’ oleh Tuhan. Tapi, kabar baiknya, akan selalu dijawab yang terbaik oleh-Nya.” Kelebihan Buku Ketika saya terjerat akan lelahnya dunia, kemudian membaca buku “Ya Allah, Aku Pulang” saya langsung disihir oleh kata-katanya yang sangat memotivasi. Jika diibaratkan, saya seperti menemukan cahaya di tengah-tengah kegelapan. Berikut saya sebutkan kelebihannya: 1. Sampulnya berwarna elegan sehingga tidak begitu mencolok. Sampul buku juga memberikan gambaran sebuah kapal perjalanan yang sesuai judul-pulang 2. Memberikan motivasi terhadap orang yang sedang patah semangat dan banyak masalah 3. Mengajak pembaca agar selalu ingat dengan Allah apapun keadaannya 4. Bahasa buku tidak menghakimi, sehingga pembaca mudah tersentuh 5. Memiliki tema-tema yang sesuai dengan kehidupan, jadi akan tertarik untuk membacanya Kekurangan Buku Menurut saya kekurangan buku ini terlalu banyak iklan/ rekomendasi buku lain di bagian belakang buku ini. Rekomendasi: Buku ini cocok dibaca oleh semua kalangan termasuk orang yang lelah dengan dunia seperti patah semangat, hilang arah, jenuh, merasa sendirian, dsb.

Read More »

Danang Giri Sadewa Sukses Meriahkan Seminar Nasional Korelasi

Pekalongan-jurnalphona.com Seminar Nasional Korelasi bertema “Capacity Building by Preparing Strategy for Creative Content ” yang diadakan Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (HMPS KPI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan telah sukses diselenggarakan. Seminar ini dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum. Seminar ini di gagas oleh Divisi Brodcasting TV dan Public Relation HMPS KPI UIN Gus Dur Pekalongan. Minggu, (02/06). Seminar ini menghadirkan narasumber ternama, yaitu Danang Giri Sadewa, konten kreator media sosial. Dalam seminarnya, Danang berbagi pengalaman dan pengetahuannya tentang bagaimana membangun strategi konten yang efektif, serta bagaimana menghasilkan konten yang menarik dan engaging bagi audiens. Seminar ini bertujuan untuk melatih khususnya anak muda untuk kreatif berkonten di zaman sekarang. “Tujuan diadakan seminar ini ialah untuk mengasah kreativitas di era digital ini,” ujar Azedt, ketua pelaksana. Salah satu topik yang menarik perhatian peserta adalah bagaimana cara agar konten bisa masuk ke dalam For Your Page (FYP) di media sosial. Danang menjelaskan bahwa kunci untuk masuk ke FYP adalah dengan membuat konten yang berkualitas tinggi, relevan dengan audiens, dan menarik secara visual. Selain itu, Danang juga menekankan pentingnya konsistensi dalam membuat konten. “Jika ingin konten Anda masuk ke FYP, Anda harus konsisten dalam membuat konten dan meng-upload-nya,” ujar Danang. Peserta seminar merasa sangat senang dan tidak merasa bosan dengan materi yang disampaikan oleh Danang. “Seminar ini sangat bermanfaat bagi saya. Juga tidak membosankan acara seminarnya,” ujar Salma, salah satu peserta. Narasumber pun merasa sangat antusias. Karena dia baru pertama kali mengisi seminar nasional di kampus Pekalongan yang pesertanya tidak hanya kalangan mahasiswa kampus itu sendiri. “Jujur saya merasa antusias sekali ya. Karena, ini pertama kalinya saya mengisi seminar di kampus Pekalongan,” ujar Danang. Seminar ini diharapkan dapat membantu menambah wawasan untuk mahasiswa dan para generasi muda agar aktif berkonten. “Harapan dari seminar ini ialah agar tetap diadakan karena ini bisa menambah wawasan dan interest bagi internal dan eksternal dari HMPS KPI,” tegas Danang. Acara ini diakhiri dengan pembagian door prize bagi peserta yang bisa menjawab pertanyaan dan sesi foto bersama dengan narasumber.*** Reporter: Marsela Dika A.Penulis: M. Robba Masula

Read More »

Saat Bedebah Paling Bedebah di Dunia Berhenti Mengejar Dunia

Identitas buku: Judul: Bedebah diujung Tanduk Penulis: Tere Liye Penerbit: Penerbit Sabak Grip ISBN: 9786239726218 Cetakan Pertama: 2021 Jumlah Halaman: 414 Halaman Oleh: Nanda ‘Abidatur Rosyidah Al Mabruroh  “Aku tak paham dengan bedebah-bedebah penguasa shadow economy, apa sebenarnya yang mereka cari? Mereka sudah memiliki segalanya” – Salonga dalam novel Bedebah diujung tanduk. Bedebah diujung tanduk merupakan novel dari series pulang-pergi karya dari penulis novel best seller di Indonesia yakni Tere Liye. Novel ini menceritakan Bujang serta teman-temanya yakni Thomas, Yuki, Kiko, Salonga, Junior, White, dan Ayako sebagai tokoh utamanya. Berawal dari Thomas seorang konsultan keuangan dengan bayaran tertinggi di dunia Shadow Economy yang melakukan transaksi jual beli lahan pegunungan di Nepal, yang telah dibeli oleh salah satu penguasa Shadow Economy Amerika J.J Costello. Ternyata di lahan pegunungan nepal tersebut terdapat kelompok mematikan legendaris yang disebut dengan Kelompok “Teratai Emas”. Setelah kelompok Teratai Emas mengetahui tempat tinggal mereka telah dijual belikan, mereka kemudian secara habis-habisan menyerang Thomas dan juga Bujang. Mereka merasa terhina, tempat tinggal mereka yang telah diwariskan dari leluhur mereka telah diperjual belikan oleh orang seperti Thomas. Namun, Thomas tak tahu jika ada kelompok mematikan yakni kelompok Teratai Emas yang memiliki tempat tinggal tersembunyi di lahan tersebut. Dalam pengejaran habis-habisan, Thomas dibantu oleh teman-temanya yakni Bujang, Yuki, Kiko, Salonga, Junior, White, dan Ayako. Jangan salah, walaupun mereka diterror mati-matian oleh kelompok Teratai Emas kekuatan yang ada pada setiap teman-teman Thomas tak kalah mematikan. Ada Bujang tukang pukul nomor satu di Shadow Economy, ada Salonga dan junior yang pandai menggunakan pistol jarak jauh, ada Ayako Ninja hebat dari Jepang, Yuki dan Kiko saudara kembar pembunuh bayaran terkenal, dan ada white yang merupakan mantan militer. Namun, kekuatan tersebut kalah jauh dari kekuatan yang dimiliki oleh pemimpin dari kelompok Teratai Emas yakni Roh Drukpa XX. Jika dikejar oleh musuh mereka pasti akan lari sejauh mungkin, namun lain halnya dengan Thomas dan teman-temannya. Mereka malah mendatangi markas kelompok tersebut atas saran dari Ayako yang sangat mengenal kelompok Teratai Emas dari gurunya, Guru Bushi. Ayako ingin berbicara baik-baik dengan Roh Drukpa XX, namun Roh Drukpa XX menolak karena Thomas dianggap sudah melampaui batas. Thomas sudah meminta maaf dan menjelaskan jika dia tidak tahu mengenai adanya kelompok Teratai Emas ditempat ini. Sebelum Thomas dihabisi oleh Roh Drukpa XX, Ayako kemudian meminta untuk duel pertandingan dengan Roh Drukpa XX. Roh Drukpa XX mengiyakan ajakan tersebut, duel dengan 3 jenis pertandingan yang berbeda-beda. Dalam dua pertandingan skornya sama, namun di pertandinganterakhir Roh Drukpa XX diracuni dan dikalahkan,bukan oleh Thomas atau temantemanya melainkan Diego (kakak bujang). Kelebihan Buku Cerita ini akan terus berlanjut di novel-novel berikutnya. Novel ini memiliki banyak sekali kelebihan yang membuat para pembaca menyukai, diantaranya: 1. Cerita dengan alur yang sangat menarik seolah-olah pembaca dapat merasakannya 2. Memiliki gaya bahasa yang khas  3. Pendeskripsian setiap adegan cerita yang sangat detail 4. Terdapat beberapa pengetahuan yang menambah wawasan  Kekurangan Buku Menurut saya, novel ini hampir tidak ada kekurangannya. Namun dilihat dari gaya bahasa yang digunakan tinggi membuat pembaca harus mengulangi satu dua kali agar lebih paham maksud dari penulis. Dan agar lebih paham dengan alur cerita disarankan untuk membaca mulai dari novel pertamanya yakni Pulang. Novel ini direkomendasikan dibaca untuk pembaca yang menyukai genre action. Novel ini juga cocok dibaca saat fikiran sedang tidak ada beban yang berat, karena novel ini punya cerita yang sedikit berat ditakutkan jika membaca novel ini akan semakin berfikiran berat.

Read More »

Kopi Kenangan Ibu

Oleh: Yuliana Sulistyaningtyas Di sebuah desa kecil yang asri, hiduplah seorang anak yatim piatu bernama Dimas. Sejak kedua orang tuanya meninggal dunia akibat kecelakaan, Dimas harus hidup sendiri di rumah tua peninggalan orang tuanya. Usianya baru menginjak 12 tahun, tapi Ia sudah harus hidup mandiri dan berkerja keras untuk bertahan hidup. Setiap hari Dimas berkeliling desa menawarkan jasa cuci piring , membersihkan rumah, dan pekerjaan kecil lainnya untuk mendapatkan sedikit uang. Meski hidupnya sulit, Dimas tidak pernah mengeluh. Ia selalu mengingat pesan ibunya untuk selalu bersyukur dan harus terus bekerja keras. Suatu hari ketika Dimas sedang membersihkan gudang rumahnya, Ia menemukan sebuah kotak kayu tua. Dengan hati-hati Dimas membuka kotak itu dan mendapati berbagai peralatan membuat kopi serta buku catatan milik ibunya. Ibunya dulu memang gemar meracik kopi dan sering membuat kopi yang enak untuk keluarganya. Dimas teringat betapa nikmatnya aroma kopi buatan ibunya dan sebuah ide terlintas di benaknya. “Bagaimana jika aku mencoba membuat dan menjual kopi?” pikirnya. Dengan semangat Dimas mempelajari setiap resep dan teknik yang tertulis di buku catatan ibunya. Keesokan harinya, Dimas mencoba meracik kopi pertamanya dan aroma yang sangat harum memenuhi rumah kecilnya. Dimas membawa beberapa cangkir kopi buatannya ke pasar dan menawarkan kepada para pedagang dan pembeli. Meski awalnya banyak yang ragu, setelah mencicipi kopi buatan Dimas, mereka mulai tertarik. “Dimas, kopimu enak sekali! Besok buat lagi ya, aku pasti beli,” kata Pak Budi, seorang pedagang sayur. Setiap hari, Dimas semakin mahir meracik kopi. Usahanya mulai dikenal dan banyak orang datang ke rumahnya hanya untuk menikmati secangkir kopi. Dengan penghasilannya, Dimas bisa memenuhi kebutuhan sehari-harinya dan bahkan menabung untuk masa depan. Suatu saat ada seorang pengusaha kafe dari kota yang kebetulan berkunjung ke desa dan mencicipi kopi buatan Dimas. Ia terkesan dan menawarkan Dimas untuk memasok kopi ke kafenya. Tentu saja, Dimas menerima tawaran itu dengan senang hati usaha kopi Dimas semakin sukses. Ia tidak hanya mampu bertahan hidup, tetapi juga menginspirasi banyak anak di desanya untuk tidak pernah menyerah pada keadaan.

Read More »

Saat Anak-Anak Mengambil Alih Sepeda Listrik: Perlukah Kita Khawatir?

Belakangan ini, tren sepeda listrik tengah menjadi polemik di Indonesia, bahkan digandrungi kalangan anak-anak. Tren tersebut memunculkan fenomena baru di jalan raya, yang tidak hanya dipenuhi oleh pengendara motor dan mobil, tetapi juga anak-anak di bawah umur yang riang gembira mengendarai sepeda listrik. Di satu sisi, inovasi dalam bidang transportasi memang memegang peran penting dalam membantu meringankan aktivitas sehari-hari. Sebagaimana sepeda listrik, jenis sepeda ini menjadi populer karena memiliki beberapa kelebihan dibanding sepeda konvensional. Sepeda listrik memberikan tenaga tambahan saat mengayuh, sehingga dapat mengurangi efek lelah pengendara. Selain itu, jenis sepeda ini juga tidak menimbulkan polusi udara karena sumber energinya berasal dari baterai isi ulang. Dibalik kelebihan itu, transportasi ini juga perlu dibatasi, terutama dari jangkauan anak-anak. Fenomena mengkhawatirkan yang sering terjadi adalah anak-anak yang mengendarai sepeda listrik di jalan raya. Sebenarnya, problematika ini tidak hanya seputar pada usia pengendara, karena jalan raya tidak seharusnya diperuntukkan kepada pengendara sepeda listrik, dari kalangan manapun yang mengendarainya. Namun, hal tersebut menjadi lebih berisiko, bahkan berpotensi pada kecelakaan lalu lintas karena pengendara sepeda listrik justru didominasi oleh anak-anak di bawah umur. Sedangkan di jalan raya, volume kendaraan cenderung lebih padat dari jalan biasa, pengendaranya pun didominasi oleh mobil roda empat, bus, dan truk-truk muatan. Fenomena pengendara cilik dengan sepeda listriknya di jalan raya makin meresahkan. Penggunaannya yang tidak dibatasi dan jauh dari pengawasan orang tua sangat berpotensi pada terjadinya kecelakaan. Sebagaimana dilansir dari Kompas.com, kecelakaan sepeda listrik pernah terjadi di Bogor, Jawa Barat yang melibatkan tiga anak kecil dalam satu sepeda listrik dengan pengendara motor. Mirisnya lagi, salah satu pengendara sepeda cilik tersebut masih balita. Berita dan video rekaman CCTV yang beredar terkait kecelakaan tersebut langsung marak dan menuai kontroversi di kalangan warganet. Dengan adanya kasus tersebut, perlukah kita khawatir? Tentu saja. Yang harus dilakukan terutama bagi para orang tua adalah dengan tidak memberikan sepeda listrik kepada anak yang belum berusia 12 tahun. Hal tersebut sesuai dengan pasal 4 ayat 1 poin b Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 45 Tahun 2020 tentang Kendaraan Tertentu dengan Menggunakan Penggerak Motor Listrik, yang berbunyi “usia pengguna paling rendah 12 (dua belas tahun).” Jikalau keberadaan sepeda listrik sudah terlanjur diketahui oleh anak sehingga membuatnya berkeinginan menaiki, para orang tua juga harus mampu membatasi penggunaannya. Yaitu dengan mendampingi langsung dalam mengendarai sepeda listrik. Pembatasan lain juga bisa dilakukan dengan mengawasi anak agar hanya mengendarai sepeda listrik di halaman rumah, serta dengan memberikan alat perlindungan seperti helm dan pelindung lutut. Kasus kecelakaan sepeda listrik di kalangan anak-anak diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi para orang tua untuk senantiasa mengawasi buah hatinya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Read More »

Tips dan Trik Membagi Waktu Kuliah dan Organisasi

Menjadi mahasiswa tak hanya duduk di kelas mendengarkan materi dari dosen lalu pulang begitu saja. Salah satu wadah yang ideal untuk mengembangkan diri di luar bangku perkuliahan adalah organisasi. Kamu juga bisa bergabung di organisasi baik yang intra maupun ekstra. Ada banyak manfaat ikut organisasi mahasiswa di kampus. Salah satunya menambah pengetahuan, relasi, mendisiplinkan diri, melatih soft skill kemampuan berbicara, dan bisa memanajemen waktu. Tentunya mahasiswa yang mengikuti suatu organisasi akan berbeda dengan mahasiswa yang hanya belajar di kelas saja. Namun kesibukan dalam organisasi tidak boleh mengganggu fokus utama mahasiswa, yaitu belajar. Oleh karena itu, penting bagi kamu seorang mahasiswa untuk dapat menyeimbangkan antara kegiatan perkuliahan dan kegiatan di organisasi.Jika kamu bisa membagi waktu antara kuliah dan berorganisasi, maka kamu pasti menjadi mahasiswa yang berkualitas.Berikut beberapa tips dan trik membagi waktu antara kuliah dan organisasi: 1. Buatlah jadwal yang terstruktur: Aturlah waktu dengan baik untuk belajar, mengikuti kelas, mengerjakan tugas, dan mengikuti kegiatan organisasi. Bila perlu catat dengan sticky note ataupun tulisan di kalender pribadi agar tidak lupa. Mengatur skala prioritas dengan mendahulukan yang lebih penting dan mendesak. Tetapi jika kuliah dan organisasi maka prioritaskan urusan kuliah. Karena tugas utama mahasiswa untuk kuliah. Fokuslah pada satu tugas dalam satu waktu. 2. Gunakan waktu luang dengan bijak: Manfaatkan waktu luang untuk beristirahat dan melakukan hal-hal yang menyenangkan. Seperti berolahraga, baca buku, nonton film favorit, memasak dan create something new. 3.Jangan ragu untuk meminta bantuan: Jika kamu merasa kesulitan untuk menyeimbangkan antara kuliah dan organisasi, jangan ragu untuk meminta bantuan kepada teman, senior, atau dosen pembimbingmu. Kuliah dan organisasi adalah dua hal yang dapat berjalan beriringan dan saling melengkapi. Dengan bergabung dalam organisasi, kamu dapat mengembangkan diri secara holistik dan mempersiapkan diri untuk masa depan yang gemilang. Berikut beberapa contoh organisasi mahasiswa yang populer di Indonesia: 1. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)2. Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS)3. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)4. Lembaga Dakwah Kampus (LDK)5. Organisasi Kepemimpinan Mahasiswa (OKP) Ingatlah bahwa kunci untuk sukses dalam perkuliahan dan organisasi adalah dengan memiliki komitmen, disiplin, dan kerja keras. Percayalah pada dirimu sendiri dan teruslah berusaha. Intinya, jika kamu bisa membagi waktu antara kuliah dan organisasi, maka semua bisa berjalan dengan lancar dan beriringan. Kamu pasti bisa menaklukkan rintangan dan meraih kesuksesan!

Read More »

Gema Sholawat Az-Zahir Meriahkan Dies Natalis Ke-27 UIN Gus Dur Pekalongan

Pekalongan-jurnalphona.com Gema sholawat oleh Grup Az-Zahir Pekalongan meriahkan Dies Natalis Ke-27 UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan di lapangan kampus 2 Rowolaku, Kajen. Jumat, (17/05). Kegiatan ini dibuka dengan sambutan oleh Rektor UIN Gus Dur Pekalongan Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag. yang menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas antusiasme masyarakat yang hadir. Muhtar Ali Achmadi, S.Ag. selaku ketua pelaksana sekaligus Kepala Bagian Umum dan Akademik UIN Gus Dur, menjelaskan bahwa tujuan utama dari acara ini adalah untuk memperingati dies natalis UIN Gus Dur yang ke-27 sekaligus memberikan penguatan spiritual kepada seluruh civitas akademika dan masyarakat sekitar kampus. “Tujuan diselenggarakannya acara ini adalah dalam rangka memperingati dies natalis UIN Gus Dur ke-27 serta memberikan penguatan spiritual kepada seluruh aktivitas akademika dan masyarakat sekitar kampus,” ujarnya. Pemilihan grup sholawat Az-Zahir sebagai pengisi acara juga mendapat perhatian khusus. Muhtar menyebutkan bahwa grup sholawat ini memiliki banyak penggemar, tidak hanya di Pekalongan tetapi di seluruh Indonesia, sehingga diharapkan dapat menjadi magnet tersendiri untuk menyemarakkan dies natalis UIN Gus Dur. “Grup sholawat Az-Zahir, saya kira, yang terbesar penggemarnya. Az-Zahir mania tidak hanya di Pekalongan, tetapi di seluruh Indonesia. Sehingga ini tentu menjadi magnet tersendiri dalam rangka untuk menyemarakkan dies natalis UIN Gus Dur,” imbuhnya. Farah, salah satu jamaah yang hadir, mengungkapkan harapannya agar UIN Gus Dur semakin sukses dan berjaya di masa depan. “Harapannya semakin sukses, semakin jaya,” ucapnya. Muhtar juga berharap agar kegiatan serupa dapat terus diadakan di masa mendatang, baik dengan mengundang grup Az-Zahir lagi maupun grup sholawat lainnya, untuk terus memperkuat spiritualitas civitas akademika dan masyarakat sekitar. “Diharapkan kita dapat mengadakan kegiatan yang sejenis, bisa saja mengundang grup Az-Zahir atau grup lain. Namun tetap dalam rangka penguatan spiritual aktivitas akademika dan juga masyarakat sekitar,” pungkasnya.*** Penulis: Wiji Indah PrasetyaReporter: Chusma Fitriana

Read More »

Lelaki Tua

Oleh: Lia Afiana Debu jalanan waktu itu menerpa tubuhku, menutup mukaku berlapis-lapis. Kusam sudah mukaku. Krudung putih dan kemeja putih bawahan hitamku menyala terang di tengah redupnya aura wajah yang tertimpa debu. Halte bus kala itu tak sepadat biasanya, sebab kala itu akhir pekan, waktu bagi mahasiswa hibernasi di kostan atau waktu tepat untuk pulang bagi mahasiswa home sick. Sementara manusia setengah dewa sepertiku yang sudah padat kuliah, sok sibuk ikut organisasi yang berakhir membuat derita sendiri. Waktu libur terpotong karena sebagian besar agenda organisasi dilakukan waktu akhir pekan agar tidak mengganggu waktu kuliah katanya.  Mentari masih berada di puncak kedudukannya, waktu masih menunjukkan pukul satu siang. Bus yang biasanya menghampiri penghuni halte tidak kurang dari sepuluh menit, sementara sat ini sudah lima belas menit lebih aku menunggu tak kunjung dihampiri. Hanya aku seorang diri di halte itu. Kalau saja kuikuti mau Safi untuk nongkrong bareng di Waka Kafe, mungkin aku tak berakhir seperti ini. Terpaksa kini aku harus menaiki bus untuk sampai ke kostan. Karena aku tak membawa motor untuk kuliah, itung-itung hemat, nebeng Safi saja sambil sesekali traktir makan dia sebagai upah bensin. Ah, tapi kali ini aku menyesal tidak membawa motor sendiri, apa-apa harus terpaksa susah kalau tidak bersama Safi.  “Ah! Lama sekali! Sudah tidak butuh uangkah sopir bus sekarang!?” Akhirnya aku mengumpat sambil menendang kaleng soda yang berada tepat dibawah kakiku. Dasar anak muda kere kesadaran! Bisa beli tidak bisa membuang sampahnya. Batinku melihat sampah yang kebetulan kutendang tadi.  Setelah lumayan tenang, dan napasku sudah tidak memburu lagi aku baru sadar, tiba-tiba seorang kakek tua telah berada di sampingku. Ia memakai topi jerami dengan tongkat kayu yang melengkung dibagin atasnya, celana katun abu dan kemeja hitam membalut tubuh keriputnya. Kembali ku kendalikan diri, karena saat ini sudah ada orang lain di sampingku. Lima menit berlalu dengan hening, akupun tak berani menyapanya karena segan.  “Apalah dia apalah! Begitu saja tak tau arah,” mendengarnya bersuara, aku sedikit terkejut sekaligus bingung.  “Apalah dia apalah hanya berjalan tak tentu arah,” kali ini aku tambah bingung, apa maksud perkataannya?  “Apalah dia apalah semuanya dibikin susah,” belum selesai bingungku lelaki tua kembali bersuara.  “Apalah dia apalah begitu saja marah-marah,”  Ah! Dia mengajakku bicara!? Tapi memang tidak ada orang lain selain kami berdua. Mungkinkah lelaki tua ini sedang mengejekku? Ataukah ia hanya sedang bermonolog? Kuberanikan diri duduk lebih mendekat dan bertanya maksud perkataannya.  “Kakek, berbicara dengan siapa?” Tanyaku jaga-jaga, barangkali si lelaki tua memang sedikit ‘istimewa’. Tak mendapat jawaban langsung, kembali aku bertanya. “Maksud kakek berbicara seperti itu apa?” Tanyaku masih tetap berusaha sopan.  Aku hampir terjengkang! Terkejut aku dibuatnya, lelaki tua ini tiba-tiba mencengkeram pergelangan ku dengan mata agak juling melotot padaku. Kerutan diwajahnya tampak begitu kentara, aroma tubuh yang tua begitu khas dan menyengat hidungku. Aku ketakutan, kupikir lelaki ini terkena bipolar atau semacamnya. Aku takut! Aku baru teringat tadi sempat mengumpat tidak sopan. Mungkin benar kata ibu, kita harus selalu menjaga adab di manapun, kalau-kalau ada ‘sosok’ yang tidak senang dengan ketidak sopanan kita. Ah! Aku baru ingat petuah itu, mungkin kakek ini bukan manusia! Dia marah padaku karena aku sudah tidak sopan.  “Anak muda sekarang tak tau arah dirinya sendiri. Mereka lebih suka ikut-ikutan. Yang salah diikuti yang benar jarang sekali,” kini lelaki tua kembali bersuara sambil terus mencekal pergelangan ku, bedanya kali ini ia tidak lagi melotot. Sorotnya lebih teduh. “Anak muda sekarang punya keinginan tapi tak punya pendirian untuk tetap konsisten berusaha mewujudkannya,” imbuhnya lagi dan aku memutuskan untuk mendengarkan dengan awas. Meski sesekali masih takut. Kucoba menenangkan perasaanku. “Anak muda sekarang suka mengeluh dan sukar bersyukur,” “ Anak muda sekarang punya ilmu tapi mudah diseret informasi salah berujung marah-marah.” Jeda beberapa waktu masih kutunggu kalimat selanjutnya. Namun lelaki tua itu melepaskan cekalannya padaku dan bangkit dari duduk. Ia menghampiri sebuah becak yang berada sedikit jauh dari halte. Aku masih termangu, bingung sendiri atas semua yang terjadi barusan. Apa maksudnya? Siapa kakek itu? Darimana datangnya? Lamunanku dikejutkan oleh klakson bus yang sudah siap menampungku. Buru-buru aku berdiri dan menaiki bus. Setelah mendudukkan tubuh di atas kursi bus, aku kembali meresapi maksud lelaki tua tadi. Ah! Aku tau, empat pernyataan sebelumnya adalah soal teka-teki. Dan empat pernyataan setelahnya adakah jawaban dari teka-teki itu sendiri. Kembali kuingat pesan yang disampaikan tadi, ah benar juga semua yang dikatakannya tadi. Dan aku tersinggung karena tadi sempat mengeluh dan marah-marah tidak jelas. Duh… Malunya.

Read More »

Aku, Kerja Kerasku, dan Dunia Fantasiku

Judul Buku: SelenaPenulis: Tere LiyePenerbit: Gramedia Pustaka UtamaISBN: 9786020639512Cetakan Pertama: 2020Jumlah Halaman: 368 HalamanCo-Author: Diena YashintaCover: Orkha CreativePeresensi: Nabilla Rahayuningtyas Citra Anggraeny Selena merupakan novel ke-8 yang diterbitkan oleh Tere Liye yang berlatar tempat di Klan Bulan. Novel ini menceritakan tentang Selena yang hidup bersama Raib, Seli, dan Ali di Klan Bumi. Selena hidup miskin dan tinggal di tempat yang jauh dari kata canggih dan maju yaitu Distrik Sabit Enam. Saat Selena berusia 15 tahun, dia sudah menjadi yatim piatu karena ayahnya meninggal lalu sang ibu menyusul. Setelah kepergian ibunya, Selena mendapat surat wasiat dari Togra ketua Distrik Sabit Enam, karena ibunya menitipkan surat wasiat tersebut kepada Togra. Sesuai wasiat yang diberikan ibunya, dia akan pindah ke Kota Tishri untuk tinggal bersama paman Raf. Akan tetapi dengan keterbatasan kehidupan Selena, tetangganya berbaik hati memberikan ongkos untuk pergi ke Kota Tishri. Akhirnya Selena bertemu pamannya dengan berbekal alamat yang tertulis di surat wasiat. Ibunya ingin Selena tinggal bersama pamannya. Paman Raf membolehkan namun tidak secara gratis, melainkan Selena diharuskan bekerja menggarap konstruksi lorong kereta bawah tanah. Bibinya sangat tidak setuju dengan itu, tetapi Selena meyakinkan bahwa dirinya baik-baik saja. Di tempatnya bekerja, Selena menjadi pekerja konstruksi terbaik karena ia cepat sekali untuk belajar. Insinyur Aq mengajarinya dari dasar seperti hitungan hingga berakhir jatuh cinta pada pembelajaran tersebut. Setelah 3 tahun lamanya, Selena mulai mempersiapkan menuju perguruan tinggi. Dia diterima di kampus ABTT, kampus impian setelah beberapa kali gagal dan ditolong oleh Tamus. Di sanalah Selena bertemu 2 sahabatnya Tazk dan Mata. Mereka belajar dengan baik di sana hingga pada akhir kelulusan mendapat gelar lulusan terbaik. Akan tetapi bayang-bayang Tamus selalu menghantui Selena tentang apa yang harus dibayarkan padanya. Tamus menugaskan Selena untuk menemukan data-data Cawan Keabadian. Dengan bantuan Tazk dan Mata Selena mendapatkan jawaban bahwa Cawan Keabadian berada di Klan Nebula. Dari pertama kali saya menemukan buku ini di suatu rak perpustakaan, saya tertarik pada buku ini. Setelah saya membacanya buku ini sangat luar biasa dengan berbagai kelebihan sebagai berikut: Cover Khas Tere Liye yang sangat menarik dengan warna yang tidak terlalu mencorok menambah minat pembaca. Alur cerita yang menarik, membuat para pembaca seolah-olah merasakan imajinasi tersebut. Mengusung tema yang unik. Pemilihan kata yang tepat dan lugas. Adanya beberapa kosakata baru yang dapat menambah wawasan. Kekurangan : Adanya beberapa kata yang susah dipahami. Adegan yang berulang, sehingga berkesan monoton. Terdapat adegan yang terkesan garing. Pembaca dibuat kebingungan dengan alur yang terkadang dibawa mundur (disarankan membaca novel ini dari seri sebelumnya). Novel ini direkomendasikan dibaca apabila sudah lelah dengan buku bacaan yang serius, merasa stress dengan aktivitas sehari-hari, dan ingin membaca suatu bacaan yang ringan. Novel ini juga cocok untuk pembaca yang tertarik dengan genre dunia fantasi.

Read More »

Terseok oleh Jarum Jam

Oleh: Ika Amiliya Nurhidayah Titah pengampu bagai hilir mudikPenuh sesak dalam pikiranBak ditimpa seonggok batu di kepalaTak kunjung usai bagai tebing tanpa tanjakan Beranjak sudah, kursi ditanggalkanTertinggal pula yang dikata bebanPening hilang ditelan jalanSeakan jarum jam masih seribu putaran Hari-hari dijejaki tawa yang terlukiskanLuncurkan jemari pada gawai kecintaanManjakan diri dengan kebebasanKatanya, jarum jam masih lima ratus putaran Hari demi hariBaru tertampar kenyataanPundak memberat lagiKepala penuh lagi Terseok-seok oleh Jarum jamDentingannya menyerigaiPantang netra memejamMenahan tumbang sebelum usai

Read More »

Sugma, Mendunia Bersama Sastra

Sastra, dia adalah untaian aksara yang mampu membius manusia dan mengurungnya pada suasana yang mendayu. Bersama sastra, Sugmalia Larasati, mahasiswi semester 4 Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan ini mendunia bersamanya. Jum’at, 29 Maret 2024, informasi lomba yang menggetarkan tekad dan motivasinya itu menyusup dengan baik dalam pikiran. Suport keluarga, teman, dan orang tersayang terserap dengan baik dalam hati hingga membuat tekadnya tak tergoyahkan. Dalam suasana bulan keberkahan, rupanya juga menjadi tangga keberkahan paling besar dalam hidup Sugma. Sugma akhirnya mengikuti Lomba Puisi Tema Al-Qur’an Tingkat Internasional dengan segenap keoptimisan yang tertanam. Kompetisi tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir IAIN Sultan Amai Gorontalo, Departemen Studi Islam Universitas Ghazi DG Khan Pakistan, Universitas Ali Jinnah Pakistan, Universitas Karachi Pakistan, dan Departemen Studi Al-Quran Universitas Islamia Bahawalpur Pakistan. Peran dosen di lingkungan Prodi IAT andil betul dalam menghimpun dan memasifkan semua informasi terkait kompetisi itu. Dan rupanya, puisi memang sudah mendarah daging dalam diri Sugma. Bersama puisi, ia juga mengantongi penghargaan penulis terbaik pada tahun 2022. Saat tenggat pengumpulan video baca puisi sudah bertengger di depan mata, Sugma mempersiapkan segala hal dengan matang. Pada 2 April 2024, ia mencari puisi tema al-Qur’an terbaik di internet, kemudian ia terjemahkan sendiri ke dalam bahasa Arab. Penyajian puisi dalam bahasa Arab sebenarnya menjadi tantangan tersendiri dalam diri Sugma. Dalam situasi ini, uluran teman sangat ampuh untuk menolongnya saat itu. Jadilah kawannya membantu meng-harakati puisi bahasa Arab Sugma, hingga membuatnya mudah dibaca dan sarat akan makna. Pukul 9 malam tanggal 3 April 2024, Sugma siap mendunia bersama puisinya. Ditemani suara denting jam yang menggetarkan dada, ia tatap lekat kamera di hadapan yang siap merekam refleksi dirinya yang membawakan puisi tema Al-Qur’an dengan bahasa Arab. Itu adalah bacaan puisi yang membawanya pada kabar tak terduga dalam hidup. Dua hari jelang lebaran, tepatnya tanggal 8 April 2024, Sugma seakan dijatuhi sebongkah berlian. Melalui gawainya, ia dihadiahi kabar tak terduga bahwa dirinya berhasil menyabet posisi pertama dalam Lomba Puisi Tema Al-Qur’an Tingkat Internasional. “Ini adalah pencapaian terbesar dalam hidup saya,” ujarnya (24/04). Terbentur untuk terbentuk, begitu yang dialami Sugma hingga membawanya pada titik paling membanggakan dalam hidup. Dengan membaca dan menulis, ia bisa mendapatkan apa yang diinginkannya dengan mudah.*** Penulis: Ika Amiliya Nurhidayah Reporter: Ika Amiliya Nurhidayah

Read More »

Kolaborasi Bareng (KOBAR) Ajak Anak Muda Selamatkan Krisis Iklim dalam Festival Pangan Pekalongan

Pekalongan, jurnalphona.com Kolaborasi Bareng (KOBAR) ajak anak muda Pekalongan dan sekitarnya untuk berkontribusi dalam menangani masalah kerusakan iklim dengan berkolaborasi bersama Kemitraan Partnership. Minggu, (28/04). Gerakan yang diketuai oleh Faisal Latif ini melibatkan anak-anak muda sekolah dan kuliah. Fei panggilan akrabnya, merupakan staf IT di kantor DPRD Kota Pekalongan. Dirinya membawahi KOBAR sejak satu tahun yang lalu. Gerakan ini tidak hanya mengatasi masalah kerusakan lingkungan, tetapi juga mencegah adanya kerusakan yang lebih parah dari efek perubahan iklim. Pengambilan nama Kolaborasi Bareng ini bukan tanpa sebab, karena tujuan utama gerakan ini untuk mengatasi masalah kerusakan iklim, seringkali mereka turut serta berkolaborasi dalam kegiatan revitalisasi lingkungan yang diadakan oleh Kemitraan Partnership Kota Pekalongan. Tidak hanya itu, mereka juga berkolaborasi bareng duta wisata, dan Genre Pekalongan. Selaku anggota KOBAR, Anggri dan Rara mengaku bahwa gerakan ini memiliki program berupa penanaman mangrove, bintaro, dan pelatihan membuat batik dengan warna alami dari tumbuhan, dan membersihkan pesisir pantai. “Program yang sudah kita lakukan saat ini adalah penanaman mangrove, bintaro, pelatihan membatik dengan warna alami, dan kita juga membersihkan pantai,” jelas Anggri dan Rara. Berawal dari program Youth Camp yang diadakan oleh Kemitraan Partnership Kota Pekalongan, dibawah naungan Refund, lahirlah gerakan pemuda peduli lingkungan yang terdampak perubahan iklim. Youth Camp sendiri merupakan program camping yang bertujuan mengumpulkan anak muda Kota Pekalongan untuk hadir dan bertukar pikiran terkait kondisi Kota Pekalongan saat ini. Khususnya masalah rob, banjir, dan abrasi pantai. “Katakanlah misal Pekalongan diprediksi tenggelam dua tahun lagi, paling tidak kita bisa mengulur waktu dengan melakukan mitigasi, ” ujar Anggri. Saat ini, KOBAR tidak hanya beraksi pada masalah lingkungan, tapi juga menghasilkan produk dari aksi ramah lingkungan yaitu dengan menjual batik dari warna alami. KOBAR juga memiliki rencana program kerja “Jaga Bumi”. Berupa open donasi satu orang satu pohon yang dihargai setiap pohonnya sekian rupiah. Harapannya, dengan adanya program jaga bumi, mitigasi perubahan iklim mampu dilakukan oleh semua elemen masyarakat. Reporter: Lia Afiana Penulis: Lia Afiana

Read More »

Peringati Hari Bumi Nasional, Kemitraan Partnership Pekalongan Adakan Festival Pangan.

Pekalongan-jurnalphona.com Dalam Rangka memperingati Hari Bumi Nasional, kemitraan partnership mengadakan Festival Pangan dengan tema “Sedekah Untuk Bumi di Kota Pekalongan.” Minggu (28/04). Festival pangan diikuti oleh bazar pangan produk lokal UMKM yang terdiri dari 3 Stand Organisasi Perangkat Daerah (OPD), 2 Kecamatan Pekalongan Utara dan Pekalongan Barat, 8 Pokja (Kelompok Kerja Pemilihan) Perubahan Iklim di Kota Pekalongan. Tidak hanya itu, Festival Pangan juga turut dimeriahkan oleh pameran produk-produk inovasi yang lahir dari aksi adaptasi perubahan iklim, talkshow ketahanan pangan, launching film, hingga aneka hiburan dengan hadiah dan doorprize menarik. Arif selaku ketua pelaksana mengatakan bahwa tujuan dari diadakannya acara ini adalah untuk merayakan Hari Bumi yang jatuh setiap tanggal 22 April, perubahan iklim di Kota Pekalongan, serta merayakan hasil sedekah bumi. “Di Pekalongan ini ada tradisi sedekah bumi,maka kami gabungkan momentum hari bumi dengan perubahan iklim menjadi sedekah untuk bumi,” jelasnya. Hidayah, selaku pelaku usaha UMKM dari Kertoharjo mengaku senang mendapat undangan dari Dinas Ketahanan Pangan untuk mengisi UMKM festival tersebut “Semoga dengan adanya event ini, kami sering seringlah diundang supaya produk kami lebih dikenal luas dan juga unggul dengan produk yang lain,” ucapnya. Anin salah satu pengunjung dari Gamer Pekalongan, mengaku senang mengunjungi festival ini. “Banyak sekali aneka makanan yang dijual, juga ada beras murah kebetulan di rumah lagi habis juga langsung beli,” ujarnya.*** Reporter: Lia Afiana Penulis: Nailis Sa’adah

Read More »

Wisuda Sarjana ke-48, Megister ke-20, Sekaligus Disnatalis ke-27 UIN Gus Dur Berjalan Sukses

Pekalongan-jurnalphona.com Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Sarjana ke-48, Magister ke-20, dan peringkatan Disnatalis ke-27 UIN K.H. Abdurahman Wahid (UIN Gusdur) Pekalongana sukses dilaksanakan.Bertempat di gedung Student Centre, sebanyak 538 mahasiswa diwisuda kali ini. Yaitu wisudawan Pascasarjana 35 mahasiswa, Fakultas Syariah 46 mahasiswa, Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguguran 259 mahasiswa, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah 114 mahasiswa, dan Fakultas Ekonomi Bisnis Islam 84 mahasiswa. Acara wisuda kali ini bertema “Mengabdi untuk Negeri, Merawat Tradisi, dan Menjaga Harmoni.” Dalam sambutannya, Rektor UIN Gusdur Pekalongan Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag menyampaikan, bahwa wisudah bukanlah akhir hidup, melainkan awal kehidupan. “wisuda adalah akhir dari pengetahuan teoritis di kampus, dan sebuah awal kehidupan praktis di masyarakat,” ujar beliau. Acara wisuda kali ini dihadiri oleh Rektor UIN Gusdur Pekalongan beserta jajaran akademisi dan juga Sekertaris Jenderal Kementerian Agama Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP, M.T.Dalam sambutannya Muhammad Ali Ramdhani memberikan selamat dan menekankan pada wisudawan untuk tidak lupa kepada jasa kedua orang tua serta guru atau dosen yang sudah menuntun ke jalan kesuksesan. Beberapa wisudawan mengaku senang dan antusias dengan penyelenggaraan wisuda kali ini. Hal tersebut turut dirasakan oleh Fitriana wisudawan dari program studi Akuntansi Syariah. Penulis: Mustofa Ali Jinan “Alhamdulillah, sangat senang sekali, sangat bersyukur sekali setelah 4 tahun perjuangan akhirnya lulus, terimakasih untuk orang tua saya dan rekan-rekan yang sudah mensuport.”*** Reporter: Mustofa Ali Jinan

Read More »

Bekali Calon Wisudawan, UPK UIN Gusdur Gelar Workshop Persiapan Dunia Kerja

Pekalongan-jurnalphona.com Sehari jelang Wisuda Magister ke-20 dan Sarjana ke-48, Unit Pengembangan Karir (UPK) UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gusdur) Pekalongan gelar Workshop Persiapan Dunia Kerja di Student Center Kampus II pada Jumat, (26/04). Workshop Persiapan Dunia Kerja ini mengundang dua narasumber dari Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) yaitu Subkoordinator Layanan Pencari Kerja Pusat Pasar Kerja Kemnaker RI Rici Ronaldo, S.PI., M.SE. dan Sekretaris Jenderal Kemnaker RI Ririe Melanie Rahayu, S.Sos. Acara ini turut dihadiri oleh Rektor UIN Gusdur Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag., Kepala Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Muchammad Yusuf, S.T., M.Si., serta jajaran Ikatan Alumni (IKA) UIN Gusdur. Dr. Siti Mumun Muniroh, M.A. selaku Ketua Pelaksana sekaligus Kepala UPK menuturkan bahwa, dengan mengusung tema “Digital Career Accelerator: Navigating the Fast Lane to Succes,” diharapkan acara ini dapat meningkatkan soft skill serta mengurangi kesenjangan antara skill mahasiswa dengan kebutuhan kerja. “Harapannya dengan adanya workshop ini bisa memberikan kemanfaatan bagi calon wisudawan untuk paling tidak ada perubahan mindset dan ada peningkatan soft skill sehingga GAP antara skill yang dia miliki dengan kebutuhan di dunia kerja itu semakin pendek,” jelas Bunda Mumun, panggilan akrabnya. Bunda Mumun juga menuturkan bahwa kedepannya, Workshop Persiapan Dunia Kerja akan menjadi rangkaian dari acara wisuda yang wajib diikuti seluruh calon wisudawan. Para calon wisudawan merasa terbantu dengan diadakannya acara ini. Sebagaimana yang diungkapkan Sefira, calon wisudawan Program Studi Tadris Bahasa Inggris, yang merasa terbantu dalam menyiapkan mentalnya menuju dunia kerja. “Menarik, membantu untuk menyiapkan mental dan informasi untuk mencari pekerjaan,” ujar Sefira. Sefira berharap Workshop Persiapan Dunia Kerja ke depan bisa mengundang lebih banyak narasumber untuk bisa lebih memperluas wawasan terkait dunia kerja.*** Penulis: Ika Amiliya Nurhidayah Reporter: Ika Amiliya Nurhidayah

Read More »