Puisi,  sastra

Rasa Ini Lagi

Disaat raga ini berusaha untuk lupa
Ia kembali datang meruntuhkan tembok yang berusaha ku bangun
Mengetuk kembali pintu yang berusaha ku tutup rapat
Membuat aku menoleh pada rasa – yang seharusnya tiada –

Dibawah langit malam yang temaram
Bersama segelas – ice kopi –
Temani raga ini melukis frasa atas rasa

Aku berpikir
Apakah ini sebuah uji kompetensi rasa?
Saat seseorang dihantam habis habisan oleh proses
Apakah ia akan luluh pada rasa?

Padahal
Mestinya rasa itu tak hadir diantara kita
Dosa besar – katanya –
Jika seorang pemimpin, jatuh hati kepada anak buahnya

Namun apa daya,
Aku tetap jatuh pada hati yang entah tertuju pada siapa
Hanya
Akan ku batasi harap ku atas rasa
Yang tak seharusnya ada

Penulis : Natasya Lucky Saharani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.