SoftNews

Nasib Para Penjual Buket di Tepi Jalan: Sepinya Wisuda Drive Thru

Pekalonganjurnalphona.com IAIN Pekalongan kembali mengadakan wisuda Drive Thru, hal ini banyak di manfaatkan oleh para penjual buket yang kreatif untuk berjualan di tepian jalan. Rabu, (1/12).

Wisuda drive thru kembali dilakukan untuk kali ketiga yang bertempat di Kampus 2 Kajen Pekalongan. Dari hal ini banyak mengundang para penjual buket untuk berdatangan menggelar lapak dengan niatan untuk mencari penghasilan tambahan. Banyaknya jumlah mahasiwa yang diwisuda menjadikan suasana di jalanan sekitar kampus menjadi ramai oleh banyak orang, akan tetapi hal ini berbanding terbalik dengan penghasilan yang didapat para penjual buket.

Buket yang biasa dijadikan sebagai hadiah pemberian untuk para wisudawan ini, dimanfaatkan sebagai sumber ladang mencari rezeki oleh para penjual buket. seperti halnya yang di jual oleh Ibu Mustiati yang berasal dari Semarang, dirinya bahkah sudah bersiap jualan di depan kampus sejak pukul 4 dini hari. buket yang dijual ada banyak macam, mulai dari buket bunga flanel, pita satin, dan aneka jajanan. Buket yang di jual dengan kisaran harga relatif murah, yakni sekitar 15 ribu sampai 80 ribuan ini nyatanya tidak begitu ramai dibeli oleh orang-orang.

Di sisi lain Menurut salah satu penjual buket bunga dan juga boneka, Ibu Heru yang berasal dari Semarang, juga turut menyampaikan bahwa untuk penghasilan yang didapatkannya kali ini sepi tidak seperti biasanya. “Hari ini sepi sih, ndak seperti ramai kaya biasanya. Kita memang sudah sering berjualan di acara wisuda-wisuda kampus, bahkan juga sampai ke Kudus,” tuturnya.

Tak hanya penjual buket bunga saja, akan tetapi penjual hampars atau biasa kita sebut dengan snack box juga mengaku drive thru kali ini benar-benar sangat sepi. Ayu yang berasal dari Tegal sengaja sudah menyiapkan snack box bahkan sudah dari 2 hari yang lalu. snack box yang di jualnya terbilang juga cukup murah, yakni sekitar 25 ribu sampai 30 ribu.

Ia dan satu temannya sengaja datang dengan berharap penghasilan yang didapatkannya akan sampai dibeli oleh orang-orang, akan tetapi kenyataanya justru malah sebaliknya, sepi pembeli. Ia juga menyampaikan bahkan sudah dari pagi hari sampai siang hari snack box yang terjual hanya 1 kotak. ” Wisuda kali ini kurang ramai sih, di tambah dari pagi sampai sekarang baru 1 yang terjual, yang harganya 30 ribu,” tuturnya pada saat ditemui. (NL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.