Berita Kampus

IAIN Pekalongan Promosikan Moderasi Beragama Lewat Studium Generale

Pekalongan-Jurnalphona.com Mengawali semester baru, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan menyelenggarakan kuliah umum (Studium Generale) untuk semua mahasiswa. Kegiatan berlangsung secara semi online di gedung Fakultas Syari’ah lantai dua Kampus 2 IAIN Pekalongan. Kamis, (09/09).

Peserta Studium Generale berasal dari kalangan mahasiswa baru dan mahasiswa lama. Sekitar 20 mahasiswa baru hadir di ruangan dan sisanya mengikuti via aplikasi zoom. Narasumber yang dihadirkan berskala nasional dan internasional yaitu Yeni Wahid Direktur The Wahid Institute dan Prof. Sumanto Al Qurtuby, Ph. D Profesor Antropologi Agama King Fahd University Arab Saudi/Direktur Nusantara Institute.

Tema yang diangkat pada Studium Generale kali ini adalah “Muslim Milenial dan Tantangan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam dalam Mempromosikan Moderasi Beragama di Indonesia”. Zaenal Mustakim Rektor IAIN Pekalongan, menuturkan pemilihan tema tersebut sangat tepat mengingat maraknya paham radikalisme yang mulai masuk ke ranah Perguruan Tinggi. Terlebih lagi Perguruan Tinggi Islam memiliki kewajiban besar untuk mendidik generasi sebagai pribadi yang toleran terhadap perbedaan pemahaman keagamaan di Indonesia.

Selain itu, Rektor IAIN Pekalongan juga menjelaskan tujuan dilaksanakannya Studium Generale adalah membekali mahasiswa secara keilmuan global sebagai target pencapaian akademik untuk menjadikan IAIN sebagai wajah masa depan bangsa Indonesia.

Moderasi beragama sendiri adalah beragama dengan cara yang moderat. Proses meyakini, memahami, sekaligus mengamalkan ajaran agama dengan adil dan seimbang sehingga menghasilkan cara pandang serta perilaku keagaaman seseorang yang moderat, tidak terlalu ekstrim ke kanan atau fundamental-radikal dan tidak ekstrim ke kiri menjadi liberal-atheis. Dalam artian beragama di tengah-tengah atau Islam Wasathiyah.

Kegiatan ini diapresiasi oleh salah satu mahasiswa baru IAIN Pekalongan, Robi Harun mahasiwa Ilmu Al Qur’an dan Tafsir angkatan 2021, menurutnya pengenalan moderasi beragama sangat penting apalagi bagi orang awam seperti dirinya yang belum paham betul apa itu pluralitas, radikalisme dan berbagai hal yang bertentangan dengan agama serta negara. Dari sini ia mendapat bekal untuk memulai langkah baru, baik di kehidupan masyarakat maupun kehidupan kampus. Rektor IAIN Pekalongan Zaenal Mustakim, menambahkan tips serta harapannya bagi mahasiwa khususnya mahasiswa baru.

“Tips agar mahasiswa terhindar dari paham radikal yaitu dengan tidak mengikuti kajian-kajian yang ekslusif, dalam artian kajian yang fanatik pada satu golongan saja. Kajian berbau salah-benar, halal-haram dan menuhankan klaim kebenaran. Untuk mahasiswa, belajarlah yang baik, benar dan cerdas. Belajar yang baik yakni belajar dengan teori, belajar yang benar yakni belajar dengan guru yang benar, dan belajar cerdas yakni belajar tidak hanya cerdas namun harus belajar dengan metode tepat sehingga memperoleh hasil yang maksimal”. (CB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.