Imlek 2026 dan Ramadan Beriringan, Kota Pekalongan Tampilkan Wajah Kerukunan Antarumat Beragama
Nuansa warna merah dan emas menghiasi setiap sudut Kota Pekalongan saat perayaan Imlek 2577 Kongzili yang digelar dengan penuh khidmat dan semarak. Rangkaian acara dipusatkan di Klenteng Po An Thian, yang menjadi pusat ritual keagamaan sekaligus simbol sejarah panjang komunitas Tionghoa di Kota Pekalongan. Senin (2/3).
Pelaksanaan kirab Imlek 2026 berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya, dimana tahun ini kirab digelar juga bertepatan di tengah suasana bulan suci Ramadan. Wali Kota Pekalongan berharap momentum perayaan budaya yang beriringan dengan ibadah umat muslim ini semakin memperkuat toleransi dan persaudaraan antarumat beragama serta berdampak untuk ekonomi masyarakat dan pariwisata dalam pelaksanaannya.
“Walaupun ini di bulan Ramadan tidak menyurutkan antusias dari masyarakat Kota Pekalongan. Sebetulnya juga ada festival kuliner, namun karena bertepatan dengan kesiapannya di bulan puasa, jadi tahun ini ditiadakan, harapannya kedepan bisa lebih mendongkrak ekonomi dan pariwisata,’’ ungkapnya.

Ribuan warga tampak antusias menyaksikan arak-arakan kirab yang melintas di jalan utama kota. Meski sebagian masyarakat menjalankan ibadah puasa, suasana tetap kondusif dan penuh kegembiraan. Aparat keamanan dan panitia turut memastikan acara berjalan tertib hingga selesai.
Sejumlah warga mengaku bangga atas suasana yang tercipta. Herda Dewanto, pengunjung, mengatakan momen ini menunjukkan bahwa perbedaan bukan penghalang untuk saling menghormati.
“Walaupun sedang puasa, kami tetap bisa menikmati kirab dengan penuh rasa toleransi tanpa saling membedakan,” ujarnya.

Kirab Imlek yang bersanding dengan Ramadan menjadi potret nyata kehidupan masyarakat Pekalongan yang majemuk. Harapan akan kota yang memiliki persaudaraan antarumat beragama yang kuat kembali ditegaskan oleh pemerintah dan masyarakat.
Penulis : Afif Kamaludin
Reporter : M. Agus Budi Harto


