Opini

Kecerdasan Buatan: AI Bukan Ancaman Bagi Mahasiswa

Oleh: Rismawati

Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence atau AI) merupakan bentuk perkembangan teknologi saat ini. AI ini merupakan sistem komputer yang mampu melakukan pekerjaan manusia dan memiliki kontribusi yang signifikan di kehidupan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan. Namun, di balik banyaknya kemudahan dan kecanggihan yang diberikan, ada bahaya yang dapat terjadi karena AI itu sendiri. Hal itu sejalan dengan pernyataan Elon Musk seorang CEO Twitter dan Tesla. Dalam acara Tesla’s Investor Day, dirinya mengatakan bahwa AI jauh lebih berbahaya daripada nuklir.

Salah satu bahaya yang terjadi adalah kekhawatiran tingkat pengangguran yang akan semakin tinggi. Eksistensi AI membuat para petinggi perusahaan lebih suka menggunakan AI dibanding tenaga manusia. Seperti TVOne yang telah menggunakan AI sebagai presenter televisinya. Meskipun demikian, sebagai seorang mahasiswa seharusnya kita tidak perlu khawatir karena AI dapat menjadi sarana pengembangan pendidikan bagi mahasiswa dan bukanlah suatu ancaman.

AI dapat membantu mahasiswa dalam memahami dan memproses informasi. Dengan kemudahan yang diberikan, mahasiswa dapat memanfaatkan AI sebagai mesin pembelajarannya. AI dapat memudahkan mahasiswa dalam mengambil fokus materi yang ingin dipelajarinya dan mereka dapat memaksimalkan waktunya untuk fokus pada hal-hal yang benar-benar mereka perlukan. Dengan kata lain, AI dapat menjadi teman dalam belajar, membantu mahasiswa untuk meningkatkan pemahaman mereka atas materi yang diajarkan. Selain itu, AI dapat digunakan untuk mengembangkan platform pembelajaran online yang interaktif, mendukung kolaborasi, dan memberikan pengalaman yang lebih kaya bagi mahasiswa. Kemudian mahasiswa dapat memanfaatkan AI dalam mencari refrensi untukk makalah, artikel, atau tugas lainnya. Dengan memanfaatkan pemeriksa tata bahasa dari AI, mahasiswa dapat mengetahui kesalahannya dalam menulis dan memastikan tulisan yang ditulis telah bebas dari kesalahan penulisan.

AI bukan hanya bermanfaat bagi mahasiswa, tetapi juga bagi institusi pendidikan. Institusi pendidikan dapat mengumpulkan dan memeriksa sejumlah besar data proses pembelajaran mahasiswa menggunakan AI. Dengan mengetahui proses ini akan membantu pendidik mengambil keputusan yang lebih baik. Misalnya, informasi ini dapat digunakan untuk memperkirakan keberhasilan dan kinerja akademis mahasiswa serta menentukan variabel yang mempengaruhi tingkat keberhasilan dalam proses pembelajarannya.

Dengan beberapa manfaat yang telah dipaparkan di atas, sebagai mahasiswa kita tidak perlu lagi khawatir AI akan menjadi ancaman bagi kita. Namun, kita tetap harus berhati-hati dalam menggunakannya karena keamanan data dan etika penggunaan AI dalam pendidikan cukup memiliki resiko. Meskipun demikian, sekali lagi ini bukan alasan untuk menganggap AI sebagai ancaman bagi mahasiswa. Sebaliknya, kita perlu fokus pada pemanfaatan yang benar dan etika penggunaan AI untuk memastikan bahwa teknologi ini memberikan manfaat sebanyak mungkin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.