Source/google.com
Opini

Bongkar Pelecehan Verbal Berkedok Gurauan

Oleh: Kharisma Shafrani

Menurut Komnas Perempuan, pelecehan seksual tertuju pada tindakan bernuansa seksual yang disampaikan melalui verbal maupun non verbal, yang mengarah pada bagian tubuh seksualitas seseorang. Beberapa bentuk pelecehan seksual secara verbal yaitu siulan/suitan, komentar berkedok gurauan, pujian yang mengarah pada seksual, serta komentar secara gamblang/eksis.

Pelecehan seksual secara verbal bisa saja terjadi di media sosial misalnya di Instagram maupun Tiktok, terlebih seorang perempuan. Tak heran jika banyak perempuan yang memilih untuk tidak mengekspos fotonya di media sosial, karena mereka merasa tidak ada ruang yang aman bagi perempuan.

Beberapa waktu lalu viral sebuah video di Tiktok yang di repost oleh akun @Dedegemes.02, dalam unggahannya ia membuat konten video dirinya sendiri dan hanya mengikuti trend layaknya orang lain. Unggahannya ini mendapat banyak komentar dari netizen.

Jauh bgt LG LDR,” tulis akun @dyy.

Dan banyak lagi ungkapan serupa. Hal tersebut termasuk pelecehan seksual secara verbal. Pelecehan seksual tidak lagi melecehkan secara langsung berhubungan badan.

Seringkali korban tidak menyadari ucapan-ucapan yang termasuk pelecehan seksual. Bahkan pelecehan perilaku pelecehan seksual sering dianggap sepele karena sudah menjadi kebiasaan umum di masyarakat, terutama para netizen. Korban sering dianggap berlebihan dalam menyikapi perbuatan yang sebenarnya sudah masuk dalam pelecehan seksual. Terlebih apabila pelecehan tersebut dilakukan dalam bentuk verbal yang kemudian berlindung di balik kata bergurau.

Mungkin memang sebagian besar pelaku pelecehan seksual adalah laki-laki, tapi tak dapat dipungkiri bahwa perempuan juga berpotensi melakukan pelecehan seksual. Masyarakat mungkin beranggapan bahwa laki-laki adalah sosok yang lebih kuat dari perempuan, sehingga sangat kecil kemungkinannya untuk menjadi korban pelecehan seksual. Akan tetapi tidak ada jaminan bahwa perempuan selalu menjadi korban, laki-laki pun bisa.

Kembali pada video yang sedang viral di Tiktok, bahwa pelecehan seksual di media sosial mungkin tidak menimbulkan dampak secara fisik tetapi tidak menutup kemungkinan bisa saja berefek pada dampak psikologisnya. Dampak psikologis yang dimaksud misalnya korban merasa cemas dan takut kepada lawan jenis, tidak percaya diri untuk berada di depan umum, bahkan bisa saja berfikiran untuk bunuh diri karena merasa tidak ada yang bisa menerima keadannya.

Pemahaman batasan sehat dalam lingkungan harus kita tanamkan untuk mencegah pelecehan seksual. Apabila batasan yang dimaksud itu dilanggar, maka seseorang tersebut harus berani untuk menolak maupun melakukan perlawanan dengan tegas.***

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.