Puisi

MANUSIA


Oleh: Malihatuz zuhriyyah


Bertemu seorang selayaknya seluas samudra.


Debur ombak mengiringi riuhnya canda tawa sore itu.

Aku di bagian terdalam kelompok namun, selalu menjadi objek parodi yang seakan tersudutkan.


Fisik hanya sebuah ejekan dari mulut manisnya.

Manusia seakan lupa diri sendiri.


Seperti tak pernah melihat luasnya dunia.

Indahnya kebaikan seperti tertutup selimut awan kelam.


Hingga akhirnya aku selalu terdiam.


Di antara manusia bertopeng cantik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.