Feature

Nuzulul Quran, Peristiwa Diturunkannya Al-Quran

PekalonganJurnalphona.com Bulan Ramadan merupakan bulan mulia karena di dalamnya terdapat peristiwa istimewa. Peristiwa tersebut dinamakan Nuzulul Quran yang diperingati setiap tanggal 17 Ramadan. Selasa, (27/4).

Nuzulul Quran berasal dari dua kata yaitu Nuzul dan Quran. Kata Nuzul berarti menurunkan sesuatu dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Sedangkan Quran merupakan Alquran, kitab suci umat Islam. Jika kedua kata ini digabungkan, definisi Nuzulul Quran adalah proses turunnya Al-quran dari tempat yang tinggi ke muka bumi. Bisa juga diartikan sebagai peristiwa turunnya Al-quran dari Allah SWT melalui perantara malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW di muka bumi.

Terdapat dua tahapan proses saat diturunkannya Al-quran. Pertama, Al-quran diturunkan secara bertahap melalui malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW. Kedua, Al-quran diturunkan dari Lauhulmahfuz ke langit dunia dalam kitab yang utuh. Di tahap ini, Al-quran diturunkan pada malam Lailatul Qadar.

Menurut Taufiqur Rohman, selaku dosen IAIN Pekalongan, Nuzulul Quran diperingati karena di dalamnya terdapat peristiwa yang luar biasa yaitu turunnya Al-quran yang menyimpan banyak keistimewaan. Al-quran merupakan satu-satunya kitab yang dijaga kesuciannya sampai hari kiamat. Ajaran yang termuat dalam Alquran sesuai dengan fitrah manusia. Selain itu, Al-quran juga dijadikan pedoman hidup manusia dan berguna untuk mengubah paradigma manusia yang sempit menjadi lebih terbuka.

Sebagaimana firman Allah dalam Qs. Alhujurat ayat 13 yang artinya “Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti.”

Peringatan Nuzulul Quran dilakukan untuk menghayati dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-quran di kehidupan sehari-hari sebagai seorang muslim. Adapun amalan yang dapat dilakukan umat muslim ketika Nuzulul Quran datang antara lain memperbanyak membaca Al-quran, mentadaburi Al-quran yang berarti mengetahui makna dan hikmah dibaliknya, serta itikaf yang berarti mendekatkan diri kepada Allah dengan membentuk perenungan diri.

Sebagai umat muslim dapat pula menjadikan Al-quran sebagai kerangka dalam berpikir dengan cara mencintai Al-quran. Dengan mencintai Al-quran kita pasti akan mendengarkan, membaca, dan memahami isi kandungan Al-quran.
“Dengan menjadikan Alquran sebagai kerangka berpikir, berarti kita sudah memperingati Nuzulul Quran di bulan Ramadan,” jelas Taufiqur Rohman. (SA/MZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.