Berita Daerah,  Berita Kampus

Seminar Nasional, Awali Rangkaian Kongres AMDIN Ke-IV

Pekalongan – kpipekalongan.com – Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (DEMA FUAD) bersama AMDIN (Asosiasi Mahasiswa Dakwah Indonesia) menggelar Seminar Nasional dan Kongres AMDIN ke-IV.  Acara Kongres ini akan berlangsung selama 3 hari, yang dimulai dari 8-10 Oktober 2018.

Kongres AMDIN ke-IV ini dibuka dengan acara Seminar Nasional pada Senin (8/10) di Auditorium IAIN Pekalongan. Seminar Nasional ini bertemakan “Radikalisme dan Politik Pesan Dakwah Sebagai Penangkal Isu Sara dalam Menjaga Kebhinekaan”. 

Acara ini dihadiri K.H. Wahfiudin Sakkam (Mudir am Jatman) selaku narasumber 1, Marlinda Irawati Poernomo (DPR RI komisi X) selaku narsumber 2, serta Yaqut Cholil Qoumas (Ketua PP.GP.Ansor) yang diwakili oleh Caswiyono Rusdi (Wakil Sekjen PP.GP.Ansor) selaku narasumber 3. Dihadiri pula oleh Agust m plt.as.III selaku perwakilan Wali Kota Pekalongan yang aat itu edang berhalangan hadir.  Selain itu, Ketua Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Pekalongan  Imam Khanafi juga ikut menghadiri acara tersebut. 

Acara dimulai dari pukul 07:30-12:30, diramaikan oleh berbagai pementasan dari mahasiswa IAIN Pekalongan kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Dalam sambutannya, Iman khanafi, Ketua Dekan FUAD mengatakan bahwa Kongres AMDIN ini merupakan momen strategis untuk menangkl radikalisme. “Kongres AMDIN merupakan momen strategis dakwah untuk menangkal radikalisme dan meluruskan kompetensi dai, media, serta sasaran dakwah nya)”. Ujarnya.
Kemudian acara dilanjutkan dengan pemukulan gong, oleh Agust m.plt.as.III, sebagai tanda dibukanya Kongres AMDIN Ke-IV se-Indonesia. Peserta Seminar Nasional dan Kongres AMDIN se-Indonesia dihadiri 343 peserta dari mahasiswa IAIN Pekalongan dan 31 peserta dari delegasi PTAIN.  
Dwiki Madhan Hanif, Ketua Pelaksana Seminar Nasional mengatakan bahwa peserta Seminar Nasional mengalami pembludakan, “Target peserta untuk mahasiswa IAIN Pekalongan 300 peserta dan dari luar 70 peserta. Namun untuk mahasiswa IAIN Pekalongan sendiri mengalami pembludakan hingga 343 peserta”. Ujarnya
“Tujuan seminar dan rangkaian acara pelaksaan kongres yaitu mempererat kebersamaan. Sedangkan kongres sendiri nantinya akan di laksanakan di Buper Linggo Asri Kabupaten Pekalongan”. Lanjutnya. 
Marlinda Irawati Poernomo, DPR RI komisi X mengatakan bahwa seminar ini penting karena radikalisme saat ini sangat berkembang pesat, dan harus segera ditangani “Seminar ini penting diketahui dai muda khususnya mahasiswa, karena radikalsime sangat berkembang pesat dikampus-kampus dan kalangan mahasiswa. Hal ini menjadi tanggung jawab kita semua agar tidak berkembang pesat di Indonesia”. 

Salah satu cara menanggulangi radikalisme yaitu mahasiswa dakwah harus menjadi kader terdepan dalam menyelesaikan masalah ini. Karena dakwah menjadi kekuatan penting bagaimana kita menjadi agen perubahan untuk mengkomunikasikan nilai kebangsaan dan karakter budaya kepada masyarakat”. Imbuhnya. (DL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.