Dari Luka Menuju Penerimaan Diri dalam Pukul Setengah Lima
Identitas Buku:
Penulis : Rintik Sedu
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2023
Jumlah Buku :208 halaman
ISBN : 9786020672748
Novel ini mengangkat soal masalah sosial dan psikologis seseorang yang broken home yang terbawa oleh trauma keluarganya hingga dewasa. Lalu mencari pelarian di luar rumah untuk mencari kenyamanan. Hingga menemukan kenyamanannya dengan cara berpura-pura menjadi orang lain. Rintik Sedu berhasil membawa naik-turun emosi pembaca.
Menceritakan bagaimana sosok Alina yang memiliki karakter dingin dan membenci hidupnya sendiri. Ia membenci hidupnya karena memiliki trauma terhadap keluarganya. Ia memiliki keluarga yang tidak harmonis. Orang tuanya selalu bertengkar dan ayahnya selalu melakukan tindakan kekerasan terhadap ibunya. Namun, ibunya sangat sabar dan selalu menahan rasa sakit atas perlakuan ayah Alina tersebut. Sehingga membuat Alina merasa tidak ada tempat nyaman di rumahnya. Maka dari itu, Alina selalu mencari pelarian di luar rumah. Alina kemudian menciptakan realitas baru dengan menjelma menjadi sosok bernama Marni saat berkenalan dengan seorang laki-laki yang bernama Danu. Marni merupakan nama ibunya yang digunakan oleh Alina saat berkenalan dengan Danu. Marni berkenalan dengan Danu tidak sengaja di bus pada saat senja, tepat pada pukul setengah lima. Anehnya, Alina justru lebih senang ketika berbohong menjelma soal dirinya yang menyamar menjadi Marni. Dia merasa hidupnya menjadi lebih ringan daripada sebelumnya. Sebelum berkenalan dengan Danu, ia sudah memiliki hubungan dengan Tio. Tio merupakan pacar Alina yang diperkenalkan oleh sahabatnya sendiri, yaitu Siti. Namun, hubungan mereka akhirnya berakhir karena Tio merasa bingung dengan sikap Alina. Namun kemudian Danu tiba-tiba menghilang, dan Alina tidak lagi menemukan Danu di halte bus yang biasanya ia tumpangi dengan Danu seperti biasanya. Setahun kemudian juga keluarganya berangsur membaik setelah ayahnya meninggalkan rumah. Memberikan ruang kepada Alina untuk berdamai dengan traumanya.
Kelebihan:
- Karakteristik tokoh utama dekat dengan realitas emosional sehingga mudah terbawa emosi yang naik turun.
- Gaya bahasa puitis namun sangat santai yang tidak menghilangkan karakteristik penulis.
- Alur cerita kompleks dan tidak monoton.
Kekurangan:
- Masalah: cerita datar, kurangnya perkembangan penokohan.
- Alur cerita mudah ditebak, seperti karya-karya buku sebelumnya.
Pesan Moral:
Pesan yang dapat diambil dari novel ini adalah bahwa mencari kenyamanan melalui kebohongan dengan berpura-pura menjadi orang lain hanyalah solusi sementara. Pada dasarnya, perbuatan yang dilandasi kebohongan hanya akan menimbulkan masalah baru di kemudian hari. Masa lalu boleh saja ditakuti, namun tidak boleh terjebak dan berlarut-larut di dalamnya, agar bisa melangkah maju tanpa terus dibayangi olehnya. Salah satu cara melupakan masa lalu adalah dengan belajar menerima diri sendiri dan berdamai dengan keadaan. Namun, ini bukanlah proses yang instan, melainkan membutuhkan waktu yang panjang. Tidak apa-apa untuk berhenti sejenak dan mencari pukul setengah lima, asalkan jangan sampai kita kehilangan jati diri dan memaksakan diri untuk menjadi orang lain.
Ulasan Oleh : Lifa Irani Desti


