Berita Daerah,  SoftNews

Menyusuri Pekalongan di Bawah Langit Malam Berawal dari Tren Gowes TikTok

Pekalongan–jurnalphona.com Warga Pekalongan beberapa bulan terakhir sering mengikuti kegiatan gowes pada malam hari. Sering kali gowes dimulai dari Lapangan Mataram sekitar pukul 19.30 WIB dan berakhir di Pasir Kencana sekitar pukul 22.00 WIB. Informasi mengenai kegiatan ini didapat dari aplikasi TikTok.

Narasumber merupakan peserta yang mengetahui informasi gowes ini dari TikTok. “Dapet infonya sih dari TikTok, seliweran gitu,” ujarnya.  Ia mengatakan bahwa awalnya tidak berencana mengikuti rute menuju Pasir Kencana. Namun, terdapat keterbatasan sepeda, sehingga melipir ke Buaran guna mengambil sepeda, sehingga rute yang memungkinkan searah, yakni Mataram-Pasir Kencana. Narasumber, setelah sampai di Mataram, kemudian mengikuti rombongan yang menuju Pasir Kencana. Berbagai kalangan mengikuti gowes ini, sehingga membuat jalanan cukup padat dan kurang kondusif. Sesampainya di Pasir Kencana, suasana yang beitu ramai, Banyak Peserta gowes yang berkumpul di sana. Narasumber juga bertemu rekan-rekannya di sana. Dirinya juga tak lupa menyapa anak kecil yang begitu antusias mengikuti gowes ini. Setelah mengikuti gowes ini, ia mengaku kelelahan, dan jika ada gowes seperti ini lagi, ia ingin ikut, tapi tidak dalam waktu dekat.

Rossa, Warga Pekalongan

Dirinya mengaku ikut gowes ini sekadar karena fomo, bukan untuk enjoy dengan teman-teman maupun karena keinginan untuk berolahraga. Narasumber berangkat dengan teman-temannya. Ia juga tak menyiapkan pemanasan fisik, yang membuat beberapa badan menjadi pegal-pegal, terlebih lagi jarang berolahraga. “Aku ikut ini pure fomo aja, terus juga ga ada persiapan dari diri aku, apalagi aku jarang olahraga, jadi ya, badanku pada pegal-pegal.” katanya. Saat sampai di Pasir Kencana, kondisi lokasi sudah ramai oleh peserta gowes. Ia menggambarkan seperti manusia. Sepeda yang digunakan para peserta juga bermacam-macam dan unik. Setelah gowes yang begitu melelahkan ini, ia mengaku belum ingin mengulang perjalanan dengan jarak gowes yang sama. Baginya, rute kali ini cukup melelahkan. “Mungkin ini gowes cukup jauh pertama dan terakhir saya, karena capek sekali. Mending gowes sendiri,” ujarnya.

Penulis : Daniyatul Jannah

Reporter : Daniyatul Jannah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.