SoftNews

Libur Kuliah Bukan Hanya Sekadar Rebahan

Libur semester yang seharusnya jadi waktu istirahat justru dimanfaatkan sejumlah mahasiswa untuk mencari penghasilan tambahan. Alih-alih menghabiskan waktu hanya dengan tidur dan bermain handphone tanpa arah, banyak dari mereka memilih kedua kegiatan yang belakangan sedang digandrungi anak muda, yaitu menjadi host live TikTok dan berjualan makanan.

Fenomena mahasiswa merangkap host live ini bukan sesuatu yang asing lagi di linimasa media sosial. Setiap malam, tidak sedikit akun yang menampilkan wajah-wajah muda tengah asyik mempromosikan produk fashion, kosmetik, hingga peralatan rumah tangga sambil berinteraksi dengan penonton lewat komentar. Pekerjaan ini dianggap fleksibel karena cukup bermodalkan ring light seadanya, handphone, dan koneksi internet yang stabil.

Salah satu mahasiswa semester enam bercerita bahwa dirinya mulai mencoba-coba menjadi host live sejak dua bulan lalu setelah melihat teman satu kelasnya lebih dulu menekuni pekerjaan tersebut. Menurutnya, penghasilan dari live selama beberapa jam saja terkadang bisa menutupi kebutuhan sehari-hari, bahkan lebih besar dibandingkan dengan uang saku bulanan dari orang tua. Meski begitu, ia mengaku pekerjaan ini tidak semudah kelihatannya karena harus pandai menjaga mood penonton agar betah menonton lebih lama.

Selain menjadi host live, tren berjualan makanan rumahan juga tidak kalah ramai selama musim libur ini. Berbagai menu seperti seblak kering, basreng pedas, Dubai chewy cookie hingga minuman kekinian banyak dijajakan lewat story dan grup jual beli mahasiswa. Produk-produk tersebut biasanya dipasarkan dengan sistem pre-order agar bahan baku tidak terbuang sia-sia jika ternyata peminatnya sedikit.

Seorang mahasiswa mengaku usaha jualan makanan seperti Dubai chewy cookie yang dijalankannya bermula dari iseng membagikan hasil buatannya kepada teman kos. Respons yang cukup positif membuatnya percaya diri untuk mulai menjual secara lebih serius selama libur panjang ini. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai cara untuk mengisi waktu yang jauh lebih produktif dibandingkan dengan hanya rebahan sepanjang hari sambil menunggu semester baru dimulai.

Kedua kegiatan ini sebenarnya punya tantangan yang berbeda. Menjadi host live menuntut kemampuan berbicara di depan kamera secara spontan dan tahan menghadapi komentar penonton yang kadang tidak semuanya positif. Sementara berjualan makanan menuntut kesabaran dalam hal produksi, pengemasan, hingga pengantaran pesanan yang kadang harus dilakukan sendiri tanpa bantuan kurir.

Meski terdengar melelahkan, sebagian mahasiswa mengaku justru menikmati proses tersebut karena hasilnya terasa langsung dan bisa segera dinikmati untuk kebutuhan pribadi. Ada pula yang menjadikan kegiatan ini sebagai latihan sebelum benar-benar masuk ke dunia kerja, terutama soal cara berkomunikasi dengan orang banyak dan mengelola waktu dengan lebih disiplin. Fenomena mahasiswa bekerja sampingan menjadi host live sekaligus penjual makanan ini menunjukkan bahwa generasi sekarang punya banyak cara kreatif memanfaatkan waktu libur. Bukan sekadar menghasilkan uang tambahan, tetapi juga menjadi bentuk kemandirian yang mulai terbangun sejak masih duduk di bangku kuliah.

Penulis : Refala Yusuf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.