Mengupas Novel “Bungkam Suara” Karya J.S. Khairen
Identitas Buku
Judul: Bungkam Suara
Penulis: Jombang Santani Khairen
Penerbit: PT Gramedia Widiasarana Indonesia
Cetakan Pertama: Januari 2023
Jumlah Halaman: 366
ISBN: 978-602-05-2981-3
Peresensi: Afif Kamaludin
Sebuah negara fiksi yang memiliki nama Negara Kesatuan Adat Lemunesia (NKAL), yang secara geografis tidak terdapat di peta dunia. Masyarakat di NKAL memiliki sistem pemerintahan yang sangat unik dengan sosok dua pemimpin yakni sebagai Raja Utama dan sebagai Pemangku Adat dengan aturan untuk masyarakat yang sangat ketat.
Masyarakat NKAL memiliki tradisi yang kontroversial yaitu Hari Bebas Bicara, dimana satu hari bagi warga negara diizinkan berbicara secara bebas tanpa takut dihukum. Namun, pada dasarnya Hari Bebas Bicrara sebagai simbol kebebasan pendapat, dalam praktiknya hari ini malah sering disalahgunakan sebagai alat propaganda politik dan menyebarkan fitnah.
Timmy (Jujur Timur) sebagai tokoh utama novel ini merupakan mantan asisten profesor yang memperoleh sebuah misi untuk mengungkap kebenaran di balik tradisi Hari Bebas Bicara dan membongkar konspirasi yang lebih dalam terkait “Durian Busuk” sebuah julukan untuk oknum jahat yang bersembunyi di balik konflik politik dan penyalahgunaan kekuasaan. Konflik personal Timmy juga berkaitan dengan ayahnya, yang dituduh sebagai pelaku penyebaran link scam yang merugikan masyarakat.
Novel ini tidak hanya bercerita tentang konflik politik tetapi juga menjelajahi bagaimana teknologi canggih dapat berfungsi sebagai alat kontrol yang berbahaya, serta media massa dan hoaks dapat digunakan sebagai senjata untuk melakukan propaganda kekuasaan.
Dalam novel ini memiliki sebuah nilai untuk mengkritisi bagaimana sebuah kesempatan kritik dalam Hari Bebas Bicara, namun justru digunakan untuk kepentingan politik kelompok. J.S. Khairen juga menggambarkan dinamika pemerintahan otoriter yang memiliki sistem modern yang secara teknologi mutakhir namun secara moral dan politik rapuh karena banyak praktek manipulasi. Bungkam Suara memberi insight kepada pembaca untuk berpikir kritis terhadap informasi di media sosial dan memberi gambaran bukan tidak mungkin bagaimana teknologi bisa disalahgunakan dalam dunia nyata.
Kelebihan Buku:
- Dunia fiksi dalam NKAL memiliki sebuah sistem yang unik sehingga menjadikan cerita yang menarik dan kompleks.
- Mengandung sebuah satire politik yang menarik terkait kondisi sebuah negara.
- Penulisan yang tetap memiliki unsur humor namun menanamkan cara berpikir yang kritis.
Kekurangan Buku:
- Mengandung beberapa istilah khas yang menjadikan pembaca sedikit bingung.
- Ending yang kurang emosional dan seperti tidak seimbang dengan ketegangan yang ada sebelumnya.
Bungkam Suara adalah novel yang memiliki satire kuat dengan menghadirkan dunia fiksi yang susah ditebak tetapi penuh makna. Menurut saya J.S. Khairen berhasil menyampaikan sebuah kritik sosial-politik yang sesuai di era saat ini dengan gaya penulisan yang ringan dan menjadi rekomendasi untuk dibaca bagi yang tertarik dengan isu politik atau kebebasan berpendapat di era media dan teknologi saat ini.
Karya: Afif Kamaludin


