Hard News,  SoftNews

Teater Zenith: Persembahkan Anoma Obong, Sebuah Drama Tari yang Menginspirasi

Pekalonganjurnalphona.com Teater Zenith kembali menggelar pementasan drama, dengan mengangkat kisah Anoman Obong yang unik dan menginspirasi. Acara yang diselenggarakan di selarasan Gedung Student Center UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, pada Sabtu, (15/11).

Ketua Pelaksana acara, Dia Rizkianti, mengungkapkan alasan pemilihan lakon Anoman Obong karena cerita tersebut belum pernah dipentaskan sebelumnya di lingkungan Teater Zenith, dan memiliki daya tarik yang kuat.

Dia Rizkianti, Ketua Pelaksana

“Karna sebelumnya kita belum pernah mengangkat cerita Anoman Obong” Ujarnya.

Dalam pementasan ini, salah satu aktor yang memerankan Rama Wijaya, Muhammad Ulin Najah, berharap penonton dapat menerima cerita dari drama tari Anoman Obong dan mengambil nilai-nilai karakter dari Rama Wijaya.

Muhammad Ulin Najah, Aktor

“Harapan saya pengunjung dapat mengambil pelajaran dari sifat Rama Wijaya yang bijaksana, lemah lembut, dan baik hati” Ujarnya

Perjalanan menuju pementasan tidaklah mudah. Proses latihan telah dimulai sejak awal September. Sang aktor, Muhammad Ulin Najah, menjelaskan bahwa prosesnya meliputi latihan dasar tari, dilanjutkan dengan pemilihan aktor (casting) oleh Sutradara dari luar kota, dan puncaknya adalah latihan intensif setiap malam di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

Salah satu kendala terbesar yang dihadapi panitia adalah kehadiran koreografi yang berasal dari luar kota dan tidak bisa mendampingi secara langsung setiap hari.
“Paling satu bulan itu tiga kali pertemuan,” ujar Dia Rizkianti. Hal ini sempat membuat anggota tim bingung dan beberapa kali menghambat jadwal latihan, bahkan ada anggota yang tidak bisa hadir karena kehilangan panduan langsung dari sang koreografer.

Kerugian juga sempat dialami karena cuaca hujan yang membuat pementasan tidak dapat maksimal, seperti adegan “obong-obong” (membakar) yang seharusnya berada di tengah panggung terpaksa dialihkan ke area pinggir.

Nayla, Pengunjung

Meskipun demikian, antusiasme penonton tetap tinggi dan berharap Teater Zenith terus mengadakan pementasan drama tari. Seorang pengunjung bernama Nayla mengaku, “Seru banget, di luar ekspektasi.”

Penulis: Wiji Indah Prasetya

Reporter: M. Agus Budi Harto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.