Hati Yang Berseru
Dalam sunyi itu aku bercerita, tentang warna yang menari dengan kelip indahnya
Begitu hangat dengan banyak ceria mengelilinginya
Dibalik selimut gelap kala itu aku penuh harap
Namun semesta seakan tak mengizinkan
kala aku berangan, kenyataan datang menghantam
Menampilkan awan hitam berhias halilintar
tak ada pelangi maupun bintang yang menari
Bukankah pepatah mengatakan “sehabis hujan terbitlah terang?”
Namun mengapa yang kudapat justru badai topan
Lalu dimanakah indah pelangi selepas hujan itu?
Oleh: Wiji Indah Prasetya


