Puisi

Rasa

Oleh: Evi Alfai Rouziyah

Dalam temaram, ku melangkah sendu

Memeluk secercah cahaya yang tersisa

Membawa pergi kenangan yang dulu

Pada waktu-waktu yang tak diinginkan

Rindu kerap kali datang

Mengetuk pintu ingatan

Seandainya kita punya banyak waktu untuk bicara

Sepertinya kita masih bisa untuk saling percaya

Dulu, ada penyesalan tentang sebuah rasa yang tak bisa diutarakan.

Tapi, penyesalan seringkali datang dibelakang bukan?

Tak apa, kurapali kata-kata ini sendiri

Merjajar menjadi sekumpulan doa

Mengantongi harapan yang siap kapan saja terwujud

Walau hanya aku saja yang mengamini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.