Berita Kampus

Kembali Digelar Offline, UIN Pekalongan Lepas Ratusan Wisudawan

Pekalongan-Jurnalphona.com Universitas Islam Negeri (UIN) KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan kembali menggelar sidang senat terbuka dalam rangka wisuda Magister ke-15 dan Sarjana ke-43. Wisuda kali ini, UIN Pekalongan tidak lagi menggunakan konsep Drive Thru. Bertempat di halaman kampus dua UIN Pekalongan. Sabtu, (25/06).

Maghfur, selaku Wakil Rektor satu bidang Akademik mengungkapkan dalam sambutannya, jumlah wisudawan tahun ini mencapai 985 orang. Dengan perincian; Fakultas Syari’ah berjumlah 105 wisudawan, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan 492 wisudawan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam 221 wisudawan, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah 144 Wisudawan, dan Pasca Sarjana sejumlah 24 orang. Total lulusan hingga periode ke-43 ini sebanyak 15.442 orang.

Wisuda kali ini terasa berbeda karena menjadi momen pertama IAIN Pekalongan setelah beralih status menjadi UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan sekaligus wisuda offline pertama setelah adanya pandemi. Dengan konsep yang berbeda inilah tentu terdapat tantangan yang dijumpai pihak penyelenggara. Seperti yang diungkapkan Ferry Meldi selaku Ketua Pelaksana wisuda kali ini.

“Setiap acara pasti ada kendala, namun kita bersyukur dalam 4 hari menjelang acara wisuda ini cuaca sangat mendukung sehingga acara ini berjalan dengan lancar,” tuturnya.

Meski mengusung konsep yang berbeda dari wisuda tahun lalu, namun secara umum segala persiapannya masih mudah untuk dilakukan. Mulai dari persiapan hingga hari pelaksanaan. Jumlah wisudawan yang mencapai 900 orang ini, mempengaruhi pemilihan lokasi pelaksanaan wisuda. Jika kurang dari 800 orang, wisuda akan digelar di Auditorium. Meski begitu pihak penyelenggara tetap tidak akan menyewa gedung dengan berbagai pertimbangan. Seperti halnya yang diungkapkan Ferry Meldi dalam wawancaranya.

“Saya tidak memilih hotel karena, kita ingin menunjukan bahwa UIN Abdurrahman Wahid itu walaupun belum mempunyai Auditorium yang besar tapi punya tempat yang pantas untuk melakukan wisuda,” ungkapnya.

Meski begitu ia menekankan bahwa esensi wisuda tetaplah sama, pelepasan menuju pembaruan. Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq juga menyampaikan bahwa wisuda bukanlah akhir dari sebuah perjuangan. Menurutnya, kerja keras dan kegigihan harus terus menjadi tonggak untuk menghadapi kehidupan pasca kelulusan. Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa para wisudawan harus banyak berterima kasih pada orang tua yang telah berkontribusi besar dari awal hingga saat ini.

“Sudah sepatutnya kita selalu berterima kasih pada kedua orang tua kita. Saya yakin anak-anakku semua yang ada disini kalian bisa lulus berkat dari jerih payah dari orang tua kalian semua,” ucapnya.

Salah satu wisudawan juga memberikan tanggapannya, Fitriya dia beranggapan bahwa dirinya merasa sangat bangga dan terharu atas perjuangannya selama ini, karena menurut dia sebuah perjuangan itu tidak semudah membalikan telapak tangan.

Penulis: Evi Srirahayu

Reporter: Kharisma Saffrani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.