Artikel,  Tips & Trik

Tips Sehat Mental di Tengah Disrupsi Teknologi

Oleh: Choerul Bariyah


Tulisan dengan topik kesehatan mental sepertinya sudah menjamur sekali, hingga kini permasalahan mental memang tidak ada habisnya jika dibahas dan diulas lebih detail lagi. Namun, tahukah teman-teman apa yang paling penting dalam diri supaya kita dapat melewati hari-hari dengan bahagia? Apakah uang? Nilai akademik yang baik? atau bahkan punya pacar yang tampan? Yaps benar sekali, hal yang dapat membuat kita terus bahagia adalah kemampuan kita untuk menjaga kesehatan mental apalagi di era disrupsi teknologi seperti saat ini. Tiga hal diatas seperti memiliki uang banyak, nilai yang bagus dan pacar yang tampan memang bisa mendatangkan kebahagiaan namun kemampuan diri untuk menjaga mental tetap waras jauh lebih penting. Bahkan uang bisa menjadi sumber masalah dan stres.

Mental yang sehat akan membantu kita melewati hari-hari di zaman yang makin tidak karuan ini dengan lebih bermakna. Kondisi mental yang lemah dan kurang tangguh akan berdampak pada semua hal yang dilakukan, seperti tidak fokus, emosi tidak terkontrol, dan selalu merasa sendirian. Hal tersebut juga asal mula dari kegagalan, sikap pesimistis serta ketakutan yang berlebih. Disrupsi teknologi sendiri merupakan era terjadinya inovasi dan perubahan besar-besaran secara fundamental karena hadirnya teknologi digital dapat mengubah sistem yang terjadi secara global. Perkembangan teknologi telah mengantarkan masyarakat memasuki disrupsi informasi. Lewat berbagai aplikasi berbasis internet hadir jutaan informasi dalam satu menit, bahkan bisa lebih cepat dari itu. Tidak ada yang mengingkari bahwa teknologi sangat membantu kehidupan kita. Namun perlu keseimbangan untuk menjaga pikiran dan kesehatan kita.

Kondisi ini, membawa dampak yang kurang baik bagi masyarakat khususnya bagi mental seseorang. Apalagi ditengah pandemi seperti ini, kemajuan teknologi serta problematika pandemi sepertinya menjadi dua hal kompleks yang akan sangat mempengaruhi kehidupan. Contoh sederhananya adalah kepanikan dalam masyarakat ketika membaca headline berita yang belum tentu benar kebenarannya. Berangkat dari situ kepanikan muncul, kemudian mengendap dalam pikiran dan terjadilah fase stres. Sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia yakni melihat sesuatu dari satu sudut pandang saja. Beberapa dampak negatif yang sangat terasa dari disrupsi teknologi yaitu; kejahatan di internet, penyebaran virus komputer, pornografi, perjudian, penipuan, tayangan kekerasan dan lain sebagainya.

Kesehatan mental di masa ini adalah unsur penting yang harus selalu diperhatikan selain kesehatan fisik. Berikut ini beberapa cara sederhana untuk anda supaya dapat menjaga kesehatan mental di jaman yang serba digital ini. Diantara adalah:

  1. Kenali dan Tingkatkan Kesadaran Diri
    Mengenal dan meningkatkan kesadaran diri menjadi sangat penting dilakukan sebagai upaya sikap pro-aktif apabila terjadi gangguan mental. Menyadari ada yang salah pada diri kita dan tidak segan untuk meminta bantuan kepada orang lain, atau bila dirasa sudah diluar kendali dapat langsung mengunjungi psikolog untuk berkonsutasi.
  2. Bersikap Ikhlas, Optimis dan Berpikiran Positif
    Banyaknya ujian merupakan masalah manusia pada umumnya, tidak ada seorangpun yang menginginkan ditimpa ujian berat. Cobalah untuk belajar menerimanya meskipun mungkin kurang nyaman dan sulit beradaptasi dengan perubahan yang drastis ini.
  3. Batasi Diri dan Bijak dalam Menggunakan Internet Serta Media Sosial Lainnya
    Pilih informasi hanya dari sumber yang telah terverifikasi, hindari menonton tayangan atau membaca informasi yang provokatif dan mengandung hoax, manfaatkan waktu untuk mengikuti kegiatan virtual yang bermanfaat. Seperti pelatihan online, webinar, kelas tambahan atau membaca tips and trik.
  4. Tidak Memberikan Data Diri Sembarangan
    Jangan pernah memberikan informasi data pribadi melalui telepon atau email kecuali anda benar-benar yakin bahwa saluran atau email tersebut aman. Selain itu jika di grup chat, lebih baik dijapri kepada pihak yang berkepentingan.
  5. Fokus Dengan Dunia Nyata
    Walau bagaimanapun media sosial adalah fana, fokus dengan kehidupan nyata sehingga pikiran tidak tersalurkan ke hal-hal yang negatif di media sosial.
  6. Mendekatkan Diri Kepada Tuhan Yang Maha Esa
    Klimaks dari semua upaya adalah pendekatan ruhani kepada Tuhan Yang Maha Esa, pondasi agama yang kuat akan membentengi diri dari hal-hal negatif berasal dari luar.

Begitulah beberapa tips untuk menjaga kesehatan mental di era disrupsi teknologi. Lingkungan yang kondusif, segar dan alami serta bantuan tim terapis akan menjadi jalan ninja bagi anda untuk mendapat kehidupan yang lebih baik. Semangat menjalani hari dan stay healty.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.