Terlalu Sering Scroll, Tapi Makin Bosan? Waspadai Fenomena Brain Rot
Masa liburan semester sudah dinanti oleh mahasiswa untuk sejenak istirahat dari padatnya jadwal perkuliahan. Banyak aktivitas yang dilalui, mulai dari presentasi, tugas mingguan, hingga UTS dan UAS. Kegiatan liburan diisi dengan scroll media sosial seperti Tiktok, Instagram, dan Twitter untuk menonton konten 15 detik seperti Tung-Tung Sahur, Ballerina Capucina, drama Cina, ataupun Alternate Universe (AU) bias idol. Namun, fenomena scroll media sosial selama berjam-jam membuat daya pikir kita bisa menjadi lemah. Fenomena ini populer di TikTok dan Reels Instagram dengan sebutan brain rot.
Brain rot merujuk kepada situasi otak merasa tumpul, penurunan daya ingat dan hilangnya kemampuan untuk berpikir secara mendalam setelah terpapar konten di media sosial. Kebiasaan doomscrolling di media sosial adalah menonton video pendek berjam-jam atau mengonsumsi konten hiburan secara instan. Di balik kenyamanan menonton, ada jebakan algoritma dalam media sosial yang membuat ketajaman berpikir mahasiswa melemah.
Dampak dari fenomena brain rot pada pengguna media sosial secara berlebihan bisa menyebabkan dampak negatif terhadap kehidupan mahasiswa. Kemudahan dalam mengakses informasi dalam kehidupan sehari-hari memberikan manfaat. Namun, di balik itu membuat mahasiswa terbiasa dengan kehidupan yang instan dan sulit fokus pada satu hal. Selain itu, brain rot bisa menyebabkan stres, kelelahan mental, bosan, dan sulit berkonsentrasi dalam kehidupan kita.
Cara mengurangi Brain Rot pada diri kita selama liburan bisa dengan mengganti doomscrolling yang semula menonton video di media sosial dengan berpindah ke platform lain seperti Medium dan Quora, dengan menyajikan tulisan yang memberikan wawasan serta membuat kita fokus membaca hingga selesai. Selain itu, melakukan pembatasan waktu dalam media sosial dengan melihat konten-konten pendek bisa membantu mengurangi efek dari menonton video pendek secara berlebihan.
Selain itu, kita bisa memulai hobi baru untuk mengurangi screen time dengan kegiatan seperti membaca buku yang bisa melatih kemampuan berpikir kritis, menyempatkan untuk mengobrol dengan teman atau keluarga, dan berolahraga. Dengan begitu, masa liburan mahasiswa bisa mengurangi brain rot di media sosial dan bisa mengistirahatkan tubuh serta pikiran dari tugas sebelum memulai semester baru.
Penulis : Putri Amanda


