Dinobatkan Sebagai Film Terbaik Abad 21, Beginilah Alur Cerita Film Parasite (2019)
Setelah memborong 4 piala Oscar pada tahun 2020, kategori Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Skenario Asli Terbaik, dan Film Internasional Terbaik. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Oscar, film yang bukan berbahasa Inggris ini mampu memenangkan penghargaan Film Terbaik. Baru-baru ini, tepatnya pada 27 Juni 2025, Harian The New York Times (NYT) telah memilih 100 film terbaik di abad ke-21. Parasite (2019) yang disutradarai oleh Bong Joon-Ho berhasil meraih peringkat pertama. Setelah melewati survei terhadap 500 sutradara, aktor/aktris, dan orang berpengaruh di Hollywood.
Film ini digambarkan sebagai “sebuah kisah tentang yang kaya dan miskin”, sebuah narasi yang relevan dan menggigit tentang kesenjangan sosial. Kisah ini berawal dari keluarga Ki-taek yang hidup serba pas-pasan dan tinggal di rumah basement yang hanya bekerja sebagai pelipat kotak pizza. Kemudian sang anak Kim Ki-woo, dipercaya oleh temannya sebagai pengganti dirinya menjadi tutor private bahasa Inggris untuk seorang gadis dari kelurga kaya Park. Kim Ki-woo berusaha memasukkan seluruh anggota keluarganya: Ayahnya Ki-taek, Ibunya Choong-sook, dan saudaranya Kim Ki-jeong untuk bekerja di dalam rumah keluarga Park. Namun, dari sanalah konflik mulai muncul, kebohongan-kebohongan yang dilakukan oleh keluarga Ki-taek satu persatu terungkap. Sampai pada endingnya yang meledak, karena saking plot twistnya.
Tak dapat dipungkiri lagi, pesan moral yang disampaikan oleh sang sutradara maestro Bong, begitu relevan seperti keserakahan, konflik kelas, dan bagaimana sistem dapat menjebak orang dalam kemiskinan. Kemampuan Bong Joon-ho dalam menggabungkan drama sosial, unsur thriller, serta nuansa komedi gelap berhasil memikat perhatian kritikus maupun penonton di berbagai belahan dunia.
Film ini diperankan oleh aktor/aktris papan atas, seperti Choi Woo-shik, Park Seo-joon, Lee Sun-kyun, dan Song Kang-ho yang menambah daya tarik bagi penonton. Serta, memiliki alur cerita yang ringan dan mudah dipahami. Namun, bagi para penonton yang bukan seorang sineas mungkin akan sedikit bosan dengan awal cerita yang terkesan seperti drama receh.
Penulis: Nanda ‘Abidatur Rosyidah Al Mabruroh