SoftNews

Menag Tekankan Pentingnya Ekoteologi dan Fungsi Masjid Saat Sambangi UIN Gus Dur Pekalongan

PekalonganJurnalphona.com Suasana di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan terasa berbeda dari biasanya. Setelah penantian panjang dan tiga kali layangan undangan resmi, seluruh sivitas akademika akhirnya bisa menyambut kehadiran Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. Kehadiran tokoh yang dikenal luas sebagai pelopor transformasi UIN di Indonesia ini membawa angin segar sekaligus suntikan motivasi besar bagi seluruh isi kampus, Rabu (26/6).

Bagi Rektor UIN Pekalongan, Prof. Dr. Zaenal Mustakim, M.Ag., kehadiran Menag bukan sekadar kunjungan kerja biasa, melainkan sebuah momen penuh inspirasi.

Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag., Rektor UIN Gus Dur

“Saya sangat bahagia Bapak Menteri bisa hadir. Beliau ini adalah inspirasi saya. Tulisan-tulisan beliau mengenai teologi sudah saya baca sejak tahun 1995,” ungkap Rektor saat menyampaikan laporannya.

Di hadapan sang Menteri, Rektor membagikan potret perkembangan kampus yang kian melesat. UIN Gus Dur kini telah mengantongi 16 program studi berakreditasi Unggul dan menyalurkan beasiswa kepada 1.971 mahasiswa. Tidak hanya berfokus pada menara gading akademik, kampus ini juga menapakkan kakinya ke bumi lewat aksi nyata pelestarian alam dengan menanam 14.000 pohon mangrove yang kini programnya telah mendapat pengakuan di tingkat internasional.

Napas kepedulian terhadap lingkungan ini dipertegas oleh Wakil Rektor III UIN Gus Dur, Prof. Dr. Shinta Dewi Rismawati, S.H., M.H. Dalam sela-sela acara, ia mengajak seluruh mahasiswa untuk mulai menumbuhkan kesadaran ekoteologi. Bagi Prof. Shinta, krisis lingkungan global hari ini sejatinya bermuara dari krisis moral manusia. Ia pun menantang para mahasiswa untuk memulai langkah kecil dari hal yang paling sederhana: memilah sampah sesuai karakteristiknya.

Sejalan dengan semangat itu, Menag Nasaruddin Umar menitipkan pesan mendalam mengenai reposisi fungsi tempat ibadah di kampus. Beliau menginginkan agar masjid kampus tidak sekadar menjadi tempat ritual salat yang sepi setelah ruku dan sujud berakhir.

Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., Menteri Agama Republik Indonesia

“Jangan hanya menjadikan masjid tempat salat, tapi jadikan sebagai tempat pendidikan, musyawarah, hingga menampilkan kreativitas seni. Masjid adalah benteng pertahanan mental spiritual umat,” tutur Menag dalam sesi wawancara.

Beliau berharap masjid kampus bisa bertransformasi menjadi pusat produktivitas umat, meneladani fungsi dinamis Masjid Nabawi di zaman Rasulullah.

Melalui momentum pertemuan yang hangat ini, UIN Gus Dur Pekalongan seolah menegaskan komitmennya untuk melangkah maju membangun infrastruktur dan akademik, tanpa pernah melepaskan akar nilai spiritual serta kepedulian pada bumi.

Reporter : M. Agus Budi Harto

Penulis : Fadiyah Almas Syafiqoh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.