Berita Daerah,  Hard News

Festival Lopis Raksasa 2026: Simbol Persatuan dan Warisan Budaya Dunia di Kota Pekalongan

Pekalonganjurnalphona.com Kemeriahan tradisi Syawalan di Kota Pekalongan kembali memuncak dengan digelarnya Festival Lopis Raksasa 2026. Acara yang berlangsung selama tiga hari, sejak tanggal 26 hingga 28 Maret 2026 ini, berpusat di Kelurahan Krapyak dan diikuti dengan antusiasme warga dan tamu undangan, Sabtu (28/03).

Muhammad Sufi Sauki selaku ketua pelaksana menuturkan lopis raksasa seberat 2 ton 83 kg dibuat dengan proses panjang, mulai pencucian beras ketan, dimasak, ditumbuk, hingga dimasak lagi selama dua hari dua malam. Tradisi lopisan di Krapyak sudah ada sejak 1956.

Muhammad Sufi Sauki, Ketua Pelaksana

“Prosesnya diawali dengan pencucian beras ketan, dimasak, kemudian ditumbuk agar teksturnya kenyal, hingga akhirnya dimasak kembali di dalam dandang besar selama dua hari dua malam,” ujarnya.

Lopis ini juga dianggap sebagai simbol persatuan dan gotong royong masyarakat sekitar.

“Daya lekat ketan melambangkan harapan agar masyarakat terus mengedepankan gotong royong, kesatuan, dan persatuan,” lanjutnya.

Wali Kota Pekalongan mengapresiasi kerja panitia dan mengusulkan sebagian lopis dibagikan ke warga yang terdampak banjir.

H. Achmad Afzan Arslan Djunaid, SE, MM, Walikota Pekalongan

“Mudah-mudahan tahun depan bisa lebih guyub lagi dan Kota Pekalongan dijauhkan dari bencana,” ujarnya.

Lopis Pekalongan juga sudah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda.

Elazitari, pengunjung, berharap tradisi ini dijaga generasi muda.

Elazitari, Pengunjung

“Harapannya semoga pertalian di Krapyak sendiri tetap erat dan ke depannya acara ini bisa lebih baik lagi,” ujarnya.

Acara ini ditutup dengan foto bersama dan lopis raksasa dibagikan kepada warga.

Penulis : Fadiyah Almas S.

Reporter : Putri Amanda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.