Kuliah, Kerja, Organisasi: Apakah Mahasiswa Wajib Punya Semuanya?
Bagi sebagian orang, menjadi mahasiswa mungkin cukup dengan datang ke kelas, mengerjakan tugas, lalu pulang. Namun, kehidupan mahasiswa saat ini tidak selalu sesederhana itu. Setelah jam kuliah selesai, ada yang langsung menuju tempat kerja, ada yang pergi rapat organisasi, dan ada juga yang memilih pulang untuk beristirahat atau mengerjakan tugas. Dari sini terlihat bahwa setiap mahasiswa memiliki cara sendiri dalam menjalani masa kuliahnya.
Mahasiswa yang memilih bekerja biasanya punya alasan yang berbeda-beda. Ada yang ingin mencari pengalaman sebelum lulus, ada yang ingin memiliki penghasilan sendiri, dan ada pula yang memang harus membantu memenuhi kebutuhan. Begitu juga dengan mahasiswa yang aktif di organisasi. Mereka belajar mengatur kegiatan, berkomunikasi dengan banyak orang, dan menyelesaikan masalah yang mungkin tidak pernah dibahas di ruang kelas.
Meski begitu, bukan berarti mahasiswa yang hanya fokus kuliah tidak melakukan apa-apa. Ada yang memang ingin menjaga fokus pada akademik, mengejar target nilai, atau memiliki kebutuhan lain di luar kampus yang tidak terlihat oleh orang lain. Mereka kemudian sering mendapat sebutan “Mahasiswa Kupu-kupu” karena setelah kuliah langsung pulang. Padahal, cepat pulang dari kampus tidak bisa dijadikan alat ukur apakah seorang mahasiswa berkembang atau tidak.
Persoalannya, mahasiswa sering merasa harus memiliki banyak kegiatan agar dianggap produktif. Kuliah sambil kerja dianggap keren, aktif berorganisasi dianggap punya banyak pengalaman, sedangkan mahasiswa yang hanya kuliah kadang dipandang kurang aktif. Padahal, menjalani terlalu banyak hal sekaligus juga bukan perkara mudah. Ada tanggung jawab yang harus dijaga di setiap pilihan, sehingga yang terpenting bukan banyaknya kegiatan, melainkan bagaimana seseorang menjalaninya.
Pada akhirnya, kuliah memang penting, tetapi pengalaman setiap mahasiswa tidak harus dibentuk dengan cara yang sama. Ada yang berkembang melalui pekerjaan, ada yang banyak belajar lewat organisasi, dan ada yang memilih memusatkan perhatian pada perkuliahan. Selama pilihan tersebut punya tujuan dan dijalankan dengan tanggung jawab, semuanya tetap memiliki nilai. Menjadi mahasiswa bukan tentang siapa yang paling sibuk, tetapi tentang apa yang kita dapatkan dari jalan yang kita pilih.
Oleh : Frizzy Ramadhani Nuralik


