sastra

  • jurnalphona
    Puisi,  sastra

    Tentang Rasa

    Oleh: Rifa Aprila D.A Kala itu, mentari bersinar cerahnyaGelembung awan menghiasi langit kebiruanCantik, katanyaMegah di nabastalaTenang diterpa angin Terapung bebas tanpa terbebaniTak punya raga atau hati yang mampu memberi rasaSempat hilang, namun kini…

  • Puisi,  sastra

    Semoga ya

    Karya: Salsa Sabila Siang ini begitu sunyiHembusan angin yang kian amat menyepiDinding-dinding kamar membisu juaLangit yang biasanya indah oleh awan nyaKini pergi entah kemana Begitupun hati, tak selalu pastiMenangis tanpa suaraTersenyum tak bermaknaEntah…

  • Puisi,  sastra

    Lelah

    Karya: Muhammad Fauzan Hari demi hariTelah kulaluiLelah sudah terasa dalam jiwakuNamun menyerah bukanlah jalanku Perjuangan yang sudah aku lakukan sampai siniKelak akan menjadi sebuah saksiSedih, kecewa, senang, bahagia adalah perasaan yang sudah biasaNamun…

  • Puisi,  sastra

    Kita

    Karya: Rizka Amalia AwalnyaTidak tahuTidak saling mengenalTidak terpikirkan untuk bersama Namun, takdir berkata bedaKita dipertemukan oleh-NyaDalam hubunganPersahabatan KitaSelalu bersamaDalam suatu kegiatanTak akan pernah terpisahkan Semoga kebersamaannya terus berlanjutDalam segala bentukKita bersatuSelamanya

  • Puisi,  sastra

    Lorong Duka

    Karya: Nazira Laela Nasta Hasil tangis yang menjerit-jerit di lorong panjang itu adalah sebuah duka,Kamu mencemburui waktu yang membabi buta merenggut kedamaianmu,Suara batin yang terbatuk-batuk itu adalah tanda dari kelemahanmu,Seakan kamu hanya bisa…

  • Puisi,  sastra

    Gelora Rasa

    Karya: Salma Aulia Sebagaimana segala yang tumbuhEngkau akan selalu berkembang dengan berjalannya terik matahariMemasuki kepala dua memanglah tidak mudahMemanipulasi tawa sudah menjadi hal wajar untuk mengisi hari Berjalan terasa berat, setiap langkah menjadi…

  • Puisi,  sastra

    Kesengsaraan Diri

    Karya: Nazira Laela Nasta Kemari duduklah bersama denganku,Kita bersuka cita menyambut sengsara,Kita nyalakan lilin kematian,Mengkremasikan otak dengan pikiran yang tak terbatas, Yang diam-diam memanipulasi,Yang diam-diam menikam kita dengan belati,Yang diam-diam mengendap-endap mengambil uang…