Berita Daerah

Jaga Eksistensi Seni Lukis Di Tengah Pandemi

BatangJurnalphona.com Para seniman lukis mencurahkan perasaannya melalui suatu karya lukis dengan sifat dekoratif melalui pameran shymphony sebagai wadah awal untuk berkarya. Kamis (9/9).

Masa pandemi yang mengubah kehidupan menjadikan tantangan baru untuk setiap orang. Terutama para seniman daerah kecil, sehingga harus terus berkarya dengan mengulik kreatifitasnya dan menjadikan karya baru yang menarik perhatian banyak orang. Dalam pameran shymphony 9, terdapat sembilan karya diciptakan oleh sembilan pelukis muda daerah Batang untuk membangun eksistensi seni selama dua tahun terakhir. Komunitas seni Kota Batang yang mendapat dukungan sepenuhnya oleh Dewan Kesenian daerah Batang, mampu menunjukan karya luar biasa dalam pameran tersebut.

Setiap pelukis memiliki kisah dan menggali imajinasinya untuk membuat suatu gambar indah yang terpajang disetiap sisi papan dalam pameran tersebut. Setiap usaha keras tidak akan menghianati hasil, kalimat tersebut tepat untuk sembilan pelukis ini. Karya lukis yang terpajang sangat diminati oleh partisipan ketika berkunjung. Dalam mempersiapkan acara ini, para pelukis mampu menembus batas terutama pada kondisi saat ini, memiliki keberanian yang tinggi dan mampu mempersembahkan karyanya. Acara ini juga dimeriahkan oleh beberapa kalangan, mulai dari seniman tua hingga seniman muda.

Eksistensi seni yang mulai meredup ketika adanya pandemi, membuat suatu karya seni dipandang sebelah mata oleh manusia. Pameran ini membuktikan bahwa dikondisi yang kian tidak menentu dapat menumbuhkan keberadaan seni dan mulai melakangkah dengan keberanian. Acara ini digelar untuk bersilaturahmi antara pelukis tua dengan pelukis muda serta penikmat seni lainnya. “Yang harus diketahui oleh khalayak umum bahwa seni lukis merupakan media penyadaran yang berkaitan dengan kehidupan, makna tersebut akan mudah ditangkap oleh partisipan apabila memahami arti makna lukisan tersebut,” ujar Tri Bakdo, selaku Ketua Dewan Kesenian Daerah Kab. Batang.

Salah satu pelukis menyampaikan imajinasinya terhadap lukisan yang dibuat dalam kurun waktu lima hari, “dari lukisan ini saya bercerita mengenai sepasang burung yang sedang kasmaran, namun seekor burung jantan tidak memiliki nyali untuk menyatakan kepada burung betina, saya menambahkan background aksen jeans agar lukisan terlihat seperti dibordir,” ujar Saiful Bassyar (36), Pelukis. (SA/DR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.