Cerbung

Feature
Jurnal Phona

Pria Ini Rela Turun Gunung untuk Jualan Kambing ke Pekalongan

Pekalongan- jurnalphona.com Frendy, pria asal Dieng, Banjarnegara ini memiliki keseharian sebagai pedagang buah. Namun, momen Idul Adha seperti sekarang ini menjadi ladang emas baginya untuk rangkap profesi sebagai pedagang kambing. Tidak tanggung-tanggung, ia rela turun gunung demi menjajakan ratusan kambingnya ke Kota Batik, alias Pekalongan.  Frendy sudah melalukan rutinitas ini dari tahun 2018. Setiap tahunnya selalu menjual kambing ke Pekalongan karena memang target pasarannya di sini. Berbeda dengan pedagang lainnya yang mayoritas berjualan di daerahnya sendiri, semangat Frendy yang berdagang lintas kota patut diacungi jempol.  Dengan adanya momen kurban seperti ini, Frendy mendapatkan omset hingga 40 juta. Tidak ada kenaikan harga dari tahun sebelumnya, harga kambing berkisar antara 2,5 juta-3 juta, tergantung ukuran dan jenis kelamin kambing. Hal ini sangat menambah pemasukan Frendy disela-sela berjualan buah.  Dari tahun ke tahun lokasi jualan Frendy di Kota Batik ini tidak berubah, sehingga memudahkan pelanggan Frendy tiap tahunnya untuk membeli kambing. Lokasinya terletak di Jalan Seruni, Kecamatan Pekalongan Selatan. Tempatnya di desain secara terbuka dan mudah untuk diakses, sehingga memudahkan para pembeli untuk memilah-milah kambing yang baik untuk berkurban.  Frendy juga membagikan tips untuk merawat kambing, diantaranya dengan menjaga kebersihan kandang, memberikan makan dan minum setiap hari, jika ada yang sakit segera diobati.  “Merawat kambing itu mudah. Kita bisa melakukannya dengan rutin membersihkan kandang, memberikan makan dan minum setiap hari, kalau ada yang sakit kita panggilkan dokter hewan agar segera diobati,” ujar Frendy. Reporter: Chusma Fitriana Penulis: Marchella Dika Aristawidya

Read More »
Resensi Buku
Jurnal Phona

Tuhan Ada di Hatimu

Judul: Tak di Ka’bah, di Vatikan, atau di Tembok Ratapan, Tuhan Ada di Hatimu Penulis: Husein Ja’far Al-Hadar Penerbit: Noura Books ISBN: 978-623-242-147-9 Jumlah Halaman: 203 Halaman Oleh: Muhammad Robba Masula “Orang-orang di luar islam sampai kapan pun tak kan pernah bisa menghina ajaran islam maupun merendahkan citra islam, selama umat islam tak berbuat yang bertentangan dengan nilai-nilai islam itu sendiri.” – Husein Ja’far Al-Hadar. Membaca buku Tuhan Ada di Hatimu karya Husein Ja’far Al-Hadar, memberikan pandangan terhadap Islam dari berbagai sudut pandang yang indah. Khususnya saat ini, yang semuanya dapat di jawab dengan ajaran dalam Islam sebagai agama yang tak pernah lekang oleh waktu. Dalam buku ini, sang habib mencoba meluruskan kekeliruan dan memberikan pandangannya mengenai ajaran Islam yang sebenarnya. Dalam buku ini dijelaskan secara apik dan ciamik, mengenai ajaran Islam, kisah-kisah Rasulullah Saw., para Sahabat, Ahlul Bait, hingga para Cendekiawan Muslim lainnya. Terlepas dari hal itu, buku ini mencakup 4 pokok pembahasan: 1). Hijrah, 2). Islam Bijak, Bukan Bajak, 3). Akhlak Islam, 4). Nada, Canda, dan Beda. “Simbol dan agama adalah dua hal yang sulit dipisahkan dalam kehidupan sosial masyarakat kita. Sebagian masyarakat masih menganggap jika simbol suatu agama digunakan dan tampak kasat mata maka tingkat kesalihan orang tersebut sudah di atas rata-rata. Padahal faktanya tidak seperti itu juga, penggunaan simbol bukan ukuran mutlak ketaatan orang terhadap Tuhannya”. Itu yang coba dijelaskan oleh Habib Husein di halaman 203. Banyak sekali hikmah yang bisa didapat dari buku ini. Beberapa diantaranya; mengenai hijrah, fenomena yang saat ini sedang trend di kalangan kita, tentang berdakwah ala Nabi, mengapa Islam tidak perlu dibela, Islam sebagai agama rahmatan lil alamin, serta tentang hal-hal yang amat dekat dan urgent dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, Habib Husein mengajak kita untuk berpikir secara kritis dan mendalam bagaimana cara kita merespon hal-hal yang seringkali menjadi kericuhan. Buku Tuhan Ada di Hatimu ini, mengajarkan bahwa untuk mengenal Tuhan tidak melulu dengan zikir, namun dengan pikir. Karena, keduanya harus saling seimbang dan tidak berat sebelah. Maka, di dalamnya mengajarkan bagaimana hati dan pikiran dapat selaras dalam mengenal Tuhan dengan penuh ketulusan dan kesadaran. Kelebihan 1. Isinya yang sangat bagus. 2. Banyak hal yang dibahas di dalamnya dari mulai akidah, akhlak, hijrah, dakwah, dan fakta-fakta tentang islam yang mungkin belum diketahui banyak orang. 3. Buku ini juga mengajak pembaca untuk mengenal dakwah islam yang sarat akan nafas cinta, kasih, dan penuh lemah lembut. Alih-alih disampaikan dengan bahasa yang kaku, buku ini menyampaikan konten dakwah dengan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti oleh kaum muda. 4. sering kali ada cerita-cerita islam yang terselip di setiap subbabnya. Bahkan ada beberapa cerita yang baru penulis ketahui setelah membaca tersebut. 5. Setiap halaman buku, banyak sekali kutipan atau quote, baik dari penulis maupun tokoh lainnya. Namun, membaca buku ini, tidak semata-mata membaca kutipan itu sendiri, melainkan harus secara utuh dan meluas, agar tidak salah dalam pemahaman. Kekurangan 1. Beberapa kata yang tidak baku atau tidak sesuai dengan kamus KBBI, contohnya di buku ‘Tuhan Ada Di Hatimu’ yaitu kata solat ditulis shalat. Padahal kata baku dari kata shalat sendiri adalah salat. Bukan sholat, solat, maupun shalat. Meski secara kebiasaan memang cukup mengherankan jika kata yang lebih sering diucap solat dalam bahasa Indonesia, harus ditulis dengan salat. 2. Sekelas penerbit mayor, mungkin sudah semestinya dalam buku ditulis dengan kata baku. Rekomendasi Buku ini sangat rekomendasi untuk semua kalangan, termasuk yang tidak beragama Islam sekali pun. Karena, tidak semua isinya di khususkan untuk kalangan muslim, melainkan diperuntukkan untuk umum.

Read More »
Artikel Ilmiah Populer
Jurnal Phona

Cas Cis Cus Berbicara Inggris

Oleh Nafisa Zunilofa Seperti yang kita tahu, kemajuan zaman menuntut kita supaya mampu menguasai bahasa asing, contohnya seperti bahasa Inggris. Namun memang tidak ada salahnya kita mencoba untuk belajar bahasa Inggris, karena dengan memiliki keterampilan berbahasa Inggris, kita mempunyai banyak sekali kesempatan yang bermanfaat. Misal, sebagai mahasiswa, kita bisa mengakses lebih banyak literatur ilmiah yang menggunakan bahasa Inggris untuk bahan belajar kita, kesempatan untuk mengikuti program study abroad dan student exchange ke luar negeri, peluang beasiswa, dan masih banyak lagi. Salah satu keterampilan berbahasa Inggris adalah speaking atau berbicara. Keterampilan ini memungkinan kita untuk berkomunikasi secara efektif dengan orang-orang dari berbagai belahan dunia. Kemampuan berbicara bahasa Inggris yang cas cis cus atau lancar dan jelas ini juga dapat membantu seseorang untuk berhasil dalam wawancara kerja, presentasi, dan projek-projek lainnya yang harus menggunakan bahasa Inggris. Berikut adalah beberapa tips untuk membiasakan diri supaya kita semakin cas cis cus dalam berbicara menggunakan bahasa Inggris. 1. Menonton, Membaca dan Mendengarkan Konten Berbahasa Inggris Menonton film/series, membaca buku, dan mendengarkan podcast yang menggunakan bahasa Inggris, mampu meningkatkan kemampuan speaking seseorang. Ketika kita melakukan aktivitas tersebut, kita mampu menambah kosakata, mengetahui bagaimana cara pengucapannya, dan dapat melatih kemampuan mendengar kita. Dengan rutin melakukan kebiasaan tersebut secara rutin, mampu meningkatkan kepercayaan diri serta dapat membantu kita semakin cas cis cus dalam berbicara bahasa Inggris. 2. Self Talk Self talk atau berbicara sendiri adalah sesuatu yang normal, bahkan bisa mendatangkan manfaat. Dilansir dari alodokter.com, berbicara sendiri atau self talk mampu menumbuhkan rasa kepercayaan diri seseorang. Kita bisa melatih kemampuan berbicara bahasa Inggris melalui cara ini. Contoh, saat kita menatap cermin, kita bisa mencoba untuk menceritakan kepada diri kita bagaimana hari kita berlalu, mencoba mendeskripsikan sesuatu, atau bisa pula kita berpura-pura sedang menjadi tamu di sebuah podcast. Kuncinya adalah, kita membiasakan diri untuk berbicara menggunakan bahasa Inggris. 3. Mencari Lawan Bicara Mencari lawan bicara juga bisa dilakukan jika kita ingin mendapatkan balasan balik. Lawan bicara ini juga bisa jadi menambah kemampuan kita dalam berbicara inggris, karena kita merasa benar-benar sedang dihadapkan oleh kenyataan yang sesungguhnya, harus berbicara menggunakan bahasa Inggris. Lawan bicara ini bisa ditemukan melalui komunitas, organisasi, dan lain sebagainya. Itulah tips-tips supaya kita mampu membiasakan diri berbicara menggunakan bahasa Inggris dengan harapan kita semakin cas cis cus.

Read More »
mengingat kenangan di jalan yang pernah dilalui bersama
Puisi
Jurnal Phona

Menyusur Kamu

Oleh Lia Afiana meramu kasih menjamu perih Aku bagimu merah menyatuRasaku terambau waktuBukan tak mampu lupakan kauDi jalan itulah kembali kususuri dirimu Aku bagimu merah menyatuDendam membara di dalam netraMerujuk pedar hingga kalbuPikirmu kenangan tak lagi ada Aku bagimu merah menyatuTanpa rona hirap menguapSisa rasa hanyalah masa laluTinggal renjana kini merayap Aku bagimu merah menyatuPenuh salah dan amarahTak satupun baik ada padakuSatu warnaku kau prasangkai dengan salah Aku bagimu merah menyatuTanpa layu tanpa rinduBetapapun jauh ku berlaluYang kususur tetaplah kamu

Read More »
Opini
Jurnal Phona

Pelarangan Salam Lintas Agama: Menjaga Akidah atau Mengikis Toleransi?

Oleh: Mazda Ghazali Hidayat Salam lintas agama adalah praktik pengucapan salam dari berbagai agama yang telah menjadi simbol toleransi dan kerukunan di Indonesia. Belakangan salam lintas agama ini ramai dibicarakan, karena adanya fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang melarang mengucapkannya. Pelarangan ini menimbulkan banyak perdebatan. Fatwa yang dimaksudkan menjaga akidah umat Islam, menimbulkan pertanyaan tentang keseimbangan antara menjaga keyakinan dan mempromosikan toleransi di tengah keberagaman. Fatwa MUI didasarkan pada keyakinan bahwa mengucapkan salam dari agama lain dapat merusak akidah umat Islam. Menurut pandangan ini, salam dari agama lain bukan sekadar ucapan, melainkan memiliki makna religius yang mendalam dan mengucapkannya bisa dianggap sebagai pengakuan terhadap keyakinan agama tersebut. Bagi sebagian ulama, tindakan ini dapat menyebabkan kebingungan dan mengaburkan batas-batas keimanan. Dalam konteks ini, MUI berusaha untuk menjaga kemurnian ajaran Islam dan melindungi umat dari pengaruh yang dianggap bisa menyesatkan. Namun, pandangan ini tidak diterima oleh semua kalangan. Banyak yang berpendapat bahwa salam lintas agama adalah bentuk penghormatan dan toleransi yang penting dalam masyarakat multikultural seperti Indonesia. Mengucapkan salam dari berbagai agama dianggap sebagai cara menunjukkan rasa hormat dan menghargai keyakinan orang lain. Dalam hal ini, salam lintas agama bukanlah pengakuan terhadap ajaran agama lain, melainkan ungkapan kebersamaan dan persaudaraan. . Pandangan yang mendukung salam lintas agama juga menekankan pentingnya membangun jembatan antar umat beragama. Dalam situasi di mana intoleransi dan konflik agama masih menjadi ancaman, salam lintas agama dianggap sebagai langkah kecil namun signifikan menuju harmoni sosial. Dengan saling menghormati dan memahami perbedaan, masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang lebih damai dan toleran. Pendekatan ini dianggap sejalan dengan upaya pemerintah dalam mempromosikan kerukunan dan kebersamaan di tengah keberagaman. Di sisi lain, ada kekhawatiran bahwa penolakan terhadap salam lintas agama bisa memperburuk hubungan antarumat beragama. Larangan ini bisa dianggap sebagai sikap eksklusif yang mengisolasi satu kelompok dari yang lain. Dalam jangka panjang, sikap seperti ini dapat memicu ketegangan dan memperkuat pandangan negatif. Oleh karena itu, penting untuk menemukan keseimbangan antara menjaga keyakinan agama dan mempromosikan harmoni sosial. Dialog antarumat beragama dan pendekatan yang inklusif adalah kunci untuk mencapai tujuan ini. Fatwa MUI juga menimbulkan pertanyaan tentang peran negara dalam mengatur praktik keagamaan. Kementerian Agama misalnya, menyarankan agar masyarakat lebih bijaksana dalam menyikapi fatwa ini. Menteri Agama menegaskan bahwa pemerintah mendukung segala upaya yang mendorong toleransi dan kerukunan. Pandangan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara kebebasan beragama dan harmoni sosial. Dalam hal ini, peran pemerintah adalah memfasilitasi dialog dan kerjasama antar umat beragama. Kesimpulannya, kontroversi salam lintas agama mencerminkan tantangan yang dihadapi masyarakat Indonesia dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman. Meskipun ada kekhawatiran tentang dampaknya terhadap akidah, penting untuk melihat salam lintas agama sebagai peluang untuk mempromosikan toleransi dan persaudaraan. Melalui dialog yang konstruktif dan pendekatan yang inklusif, kita dapat menemukan jalan tengah yang menghormati keyakinan setiap individu tanpa mengorbankan nilai-nilai kebersamaan. Sebagai bangsa yang besar dan beragam, Indonesia harus terus mengupayakan persatuan dan toleransi untuk masa depan yang lebih damai dan sejahtera.

Read More »
Resensi Buku
Jurnal Phona

Perjalanan Paling Indah Adalah Perjalanan Menuju Allah

Identitas Buku: Judul Buku: Ya Allah, Aku Pulang Penulis: Alfialghazi Penerbit: Sahima ISBN: 978-623-5889-00-9 Cetakan Pertama: 2022 Jumlah Halaman: 220 Halaman Penyunting: Tatep Mulyadin Pendesain Sampul: Eka Safitri Tata Letak: Annisa Haq Peresensi: Marchella Dika Aristawidya Ya Allah, Aku Pulang, merupakan buku yang tergolong self improvement/ motivasi islami. Buku ini memiliki tiga bab yaitu “Riuh, Redam, dan Pulang” setiap babnya memiliki sub bab yang menarik untuk dibaca. Seperti “Kewalahan Dengan Overthinking, Atas Semua Mimpi Yang Tak Terwujud, Terlahir Dari Keluarga Broken Home, Kehilangan Nikmat Beribadah, Ketika Semua Orang Telah Pergi, Hidup Yang Tak Menentu, Apa Sebenarnya Yang Kita Cari?, Hidup Seperti Apa Yang Harus Dijalani?” dsb. Buku ini memberi arahan bagaimana kita menyusuri hidup, memberikan petunjuk saat kita akan memilih sesuatu. Adakalanya kita merasa jenuh, lelah, kecewa, dan sedih. Ingin pulang, tapi tak tahu akan ke mana. Termenung dan hilang arah. Maka, buku “Ya Allah, Aku Pulang” akan membawa kita menuju kepulangan yang sesungguhnya. “Perjalanan paling indah adalah perjalanan menuju Allah. Ya Allah, aku pulang.” Kata-kata tersebut berhasil menyihir para pembaca. Kita ingin pulang, tapi yang kita ingin bukanlah rumah berwujud bangunan. Melainkan rumah yang bisa memberi ketenangan saat dunia begitu melelahkan. Kita akan benar-benar pulang, saat kita bersujud kepada-Nya, menitikkan air mata karena penyesalan. Dalam hidup, kita memiliki banyak masalah. Seperti masalah keluarga, karier, teman, dan percintaan. Bahkan masalah bisa saja timbul dari diri sendiri, misalnya gelisah. Maka, buku ini mengajarkan kita untuk selalu mengingat Allah dalam keadaan apapun. Bersimpuh di atas sajadah, pulang kepada Allah, akan memberikan ketenangan dan jawaban dari permasalahan tersebut. “Beberapa keinginanmu tak akan selalu dijawab ‘iya’ oleh Tuhan. Tapi, kabar baiknya, akan selalu dijawab yang terbaik oleh-Nya.” Kelebihan Buku Ketika saya terjerat akan lelahnya dunia, kemudian membaca buku “Ya Allah, Aku Pulang” saya langsung disihir oleh kata-katanya yang sangat memotivasi. Jika diibaratkan, saya seperti menemukan cahaya di tengah-tengah kegelapan. Berikut saya sebutkan kelebihannya: 1. Sampulnya berwarna elegan sehingga tidak begitu mencolok. Sampul buku juga memberikan gambaran sebuah kapal perjalanan yang sesuai judul-pulang 2. Memberikan motivasi terhadap orang yang sedang patah semangat dan banyak masalah 3. Mengajak pembaca agar selalu ingat dengan Allah apapun keadaannya 4. Bahasa buku tidak menghakimi, sehingga pembaca mudah tersentuh 5. Memiliki tema-tema yang sesuai dengan kehidupan, jadi akan tertarik untuk membacanya Kekurangan Buku Menurut saya kekurangan buku ini terlalu banyak iklan/ rekomendasi buku lain di bagian belakang buku ini. Rekomendasi: Buku ini cocok dibaca oleh semua kalangan termasuk orang yang lelah dengan dunia seperti patah semangat, hilang arah, jenuh, merasa sendirian, dsb.

Read More »