Essay

Langkah-langkah Jurnalis dalam Menjaga Keakuratan Berita Radio dan Televisi

Masyarakat sangat membutuhkan informasi yang cepat dan terverifikasi. Tidak hanya itu, masyarakat juga membutuhkan kemasan informasi yang mudah dimengerti dan menarik. Maka dalam hal ini, peran jurnalis sangat penting dalam membuat berita radio dan televisi yang berkualitas. Berita yang disampaikan oleh jurnalis harus dipastikan oleh jurnalis itu sendiri agar akurat, benar, dan memenuhi objektivitas dan indepensi (prinsip etika jurnalis). Berita hoaxatau palsu sering beredar di zaman sekarang, maka jurnalis juga harus bersikap kritis mengenai sumber berita atau informasi mereka (M. Agung Dharmajaya, 2024).

Selain jurnalis, masyarakat juga perlu kesadaran untuk mengantisipasi berita hoax dengan cara meningkatkan literasi, agar mengetahui bagaimana cara menghindarinya dan mengetahui dampak negatifnya. Peran pemerintah juga sangat penting dalam mengantisipasi hoax, dengan cara membuat aturan yang mengatur tentang penyebaran hoax dan mereka yang telah menyebarkan informasi hoax wajib diberi sanksi yang tegas (Putra, 2024).

Berikut ialah langkah-langkah jurnalis dalam menjaga keakuratan berita radio dan televisi. Pertama, perlu adanya proses verifikasi yang bertahap. Proses ini penting dilakukan untuk memastikan keakuratan berita sebelum berita dipublikasikan. Berita tidak boleh ditelan mentah-mentah dari reporter yang bertugas di lapangan. Setiap berita harus diserahkan ke editor terlebih dahulu untuk memastikan sumber yang reporter dapatkan dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan.

Setelah itu, melakukan pengecekan melalui perangkat lunak verifikasi berita, misalnya deteksi plagiarisme dan pencarian fakta. Melalui teknologi modern ini, editor dapat terbantu dalam pemeriksaan data dan keaslian sumber yang diperoleh. Setelah melakukan verifikasi bertahap, memenuhi standar jurnalistik, dan memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa berita yang mereka terima itu akurat, maka jurnalis dan timnya akan terjaga kredibilitasnya.

Kedua, menerapkan standar jurnalisme yang ketat. Menjaga kredibilitas dan integritas merupakan esensial dari menerapkan standar jurnalisme yang ketat. Setiap jurnalis wajib mematuhi dan memahami etika dan prinsip-prinsip jurnalis, seperti kejujuran dalam melaporkan, memberikan informasi yang akurat, dan bertanggung jawab untuk menyajikan berita yang seimbang. Jurnalis wajib mengikuti pelatihan agar terus bekembang dan tidak ketinggalan zaman, seperti kursus online, workshop, dan seminar. Adapun dari redaksi juga mengawasi ketat, sehingga jurnalis tetap mematuhi prosedur yang ada.

Ketiga, memastikan sumber atau narasumber yang dapat dipercaya. Setiap jurnalis wajib memastikan berita yang mereka peroleh berasal dari sumber yang dapat diakui keasliannya dan memiliki reputasi yang baik. Sumber-sumber ini dapat berupa data dari lembaga penelitian yang dapat dipercaya, laporan sah dari pemerintah, dan wawancara langsung dengan orang yang bersangkutan maupun saksi mata. Dengan mengedepankan sumber yang sah dan dapat dipercaya, maka integritas jurnalis akan terjaga.  

Keempat, melakukan pelatihan dasar dan pengembangan sikap profesionalitas. Dengan diadakannya pelatihan dan pengembangan sikap profesionalitas, dapat dipastikan bahwa berita yang dibawakan oleh jurnalis dapat terjaga keakuratannya. Hal ini dapat diterapkan melalui pelatihan cara melaporkan dan membacakan berita, seperti nada atau intonasi pembacaan, gerak badan, dan sebagainya. Dengan terus melatih para jurnalis, mereka dapat terampil dalam menghadapi berbagai situasi yang ada di lapangan nantinya.

Kelima, koreksi dan feedback dari publik. Salah satu langkah terpenting dari terjaganya keakuratan berita ialah membuat interaksi terhadap publik. Jurnalis bisa berkomunikasi dengan publik melalui saluran komunikasi yang mudah dijangkau, misalnya di kolom komentar, formulir online, dan email. Dengan adanya akses komunikasi tersebut, publik dapat berperan aktif dalam menilai kualitas dan memantau informasi yang diberikan jurnalis. Sebagai bentuk menghargai masukan dari publik, kita dianjurkan untuk membalas cepat dan apabila ada kesalahan wajib diperbaiki segera. Dengan demikian, publik akan merasa dihargai dan akan tetap loyal terhadap jurnalis tersebut (Desty Rahayu Ningrum, 2024).

Penulis: Marchella Dika Aristawidya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.