Cerpen

Alena dan Sahabatnya

Alena berasal dari keluarga peri, bangsa mereka tinggal ditempat yang sangat indah bernama “Sellievania”. Alena tinggal bersama ayah, ibu, dan 1 kakaknya, keluarga mereka lah yang menjadi pemimpin bangsa peri di sana. Ayahnya yang bernama Felix adalah seorang raja yang bijaksana serta tegas untuk memberikan contoh yang baik bagi para peri, lalu ibunya yang bernama Laurel seorang ratu yang baik hati, sehingga para peri sangat hormat kepada kepemimpinan mereka. Alena sangat suka berpetualang, berbeda dengan kakaknya Freddy yang hanya gemar terbang mencari madu untuk pelengkap pancake kesukaannya.

Sellivania wilayah peri yang tersembunyi dari jamah manusia, semua orang di sana sangat sensitif dengan bau manusia, Felix mempunyai kebijakan jika bangsa mereka bertemu manusia, maka wajib bagi mereka untuk meninggalkan Sellievania atas kesadaran diri masing-masing.

Alena gemar berpetualang, dia sangat bosan dengan suasana Sellievania yang hanya berisikan hutan tropis, sungai berwarna hijau kebiruan, dan sarang lebah kesukaan Felix, dia selalu ingin tau dunia luar, akan tetapi ayahnya melarang keras bangsa mereka untuk bertemu dengan bangsa lain selain mereka. Ayahnya khawatir akan penyerangan yang membabi buta karena bentuk fisik mereka. Badan kecil, sayap lebar, dan telinga memanjang. Tetapi Alena tidak peduli dengan bentuk fisik mereka, Alena hanya perlu mencari suasana baru, dan dia mulai meminta izin ayahnya untuk pergi keluar dari wilayahnya.

“Ayah, bolehkah aku pergi keluar dari Sellivania, tidak terlalu jauh, hanya sampai perbatasan dengan wilayah Oceanasia.” (Wilayah laut tempat bangsa duyung).

“TIDAK! Sudah berapa kali aku peringatkan kamu Alena, jangan membantah perintah ayah!”

“Janji, aku akan pulang sebelum matahari terbit, ayolah ayah mereka bukan manusia, mereka sama dengan kita, aku tidak akan berbicara dengan mereka, hanya mencari suasana baru.”

“SEKALI TIDAK, TIDAK ALENA! Pergi ke kamarmu!”

“Ibu, lihat ayah, aku hanya ingin jalan-jalan.” Adunya kepada sang ibu.

“Dunia luar sangat berbahaya Alena, ayahmu sangat khawatir padamu, kamu anak kesayangan nya.”

“Aku bosan Bu, aku sudah dewasa, mengapa ayah begitu mengekang.”

“Dengarkan ayahmu, Alena.”

Alena memasuki kamarnya dengan wajah marah dan murung karena ulah ayahnya, keinginan dia untuk mencari suasana baru terus membara, dan diam-diam dia menyusun rencana. Dia memikirkan bagaimana cara untuk keluar dari gerbang yang sangat dijaga ketat oleh pengawal, dia mulai mengamati dan mencari celah disaat penjaga tertidur atau sedang tidak fokus, mengecek bahan-bahan makanan yang di kirim dari pulau Orchid (pulau peri sebrang). Setelah Menyusun rencana yang matang, Alena mulai berkemas mengambil rompi  untuk menutup badannya, dan sebuah tas berisi makanan dan minuman sesuai yang dia butuhkan. Tepat Tengah malam Alena berhasil keluar dari Sellivania karena penjaga tertidur pulas. Alena sangat ingin melihat Oceanasia, menurut cerita Luna teman sekolahnya, Oceanasia sangat indah, mewah dan gemerlap cahaya. Alena sangat tertarik untuk melihatnya.

Ditengah perjalanannya, Alena sangat terkagum dengan pemandangan dunia diluar Sellivania. Dari kejauhan Alena melihat berbagai bangsa manusia pedalaman yang sedang berburu macan tutul untuk dijadikan persembahan, lagi-lagi Alena tahu dari ocehan Luna. Pagi hampir tiba, Alena sudah terbang ber puluh-puluh kilo menuju Oceania, kepakan sayapnya hamper saja menyerah, tetapi kembali berkibar semangat setelah melihat pemandangan yang luar biasa di depan mata, Ya! itu dia Oceania. Tidak kusangka-sangka, aku sudah tiba di debaran ombak cantik yang mengagumkan. Kini, Alena mulai turun ke daratan berjalan meyoroti keindahan Oceania satu per satu, hingga dia tiba tepat berada di depan gerbang menuju wilayah para bangsa duyung tinggal.

“Berhenti! Atau kamu akan mati anak kerdil!” Ucap pemuda itu dengan lantang.

“Siapa kamu, kamu manusia, jangan mendekat!” Ucap Alena ketakutan.

Alena beranjak terbang, karena dia ingat pesan ayahnya bahwa kami dilarang keras untuk bertemu manusia. “Tamat riwayatku kali ini, pasti aku akan diusir dari Sellivania,” Ucap nya dalam hati. Namun usahanya untuk beranjak terbang gagal berkali-kali, mungkinkah ini akibat dari aku terbang terlalu jauh?

“Sudah aku bilang, jangan mendekat manusia!” Ucap alena dengan nada marah.

“Hei, aku hanya ingin menyapa mu, aku Arthur, pangeran duyung, senang melihat mu manusia kerdil.” Ucap Arthur dengan nada tengil.

“Aku peri, bukan manusia!”

“Kata ayahku, peri hanya makhluk mitologi, kamu pasti menghayal, siapa namamu?”

“Jangan mendekat!”

“Aku alena.” Ucap alena dengan nada datar

“Waw, nama yang bagus. Hai Alena!”

“Kamu juga pasti menghayal, Luna bercerita bangsa duyung hanya tinggal di bawah Oceania dan bukan manusia, lalu  mengapa kau seorang manusia mengaku sebagai pangeran duyung!” Ujar alena dengan nada sewot.

“Pasti buku-buku dongeng yang mereka buat itu khayalan mereka sendiri, mau aku tunjukkan yang sebenarnya?”

“Bagaimana bisa?” Ujar Alena penasaran.

“Kemarilah, aku akan mengaajak mu melihat Oceania lebih dalam Alena.”

“Jadi kamu benar-benar duyung ya?”

“Yaa.” Ujar Arthur dengan menapakkan kaki di air dan kembali menjadi duyung.

“Kau sudah percaya?”

“Kemari, aku akan berikan ramuan khusus untuk mengubahmu menjadi duyung sementara.”

Arthur memberikan ramuan berwarna emas yang ditaburkan ke seluruh badan Alena, yang menyebabkan alena berubah menjadi seorang duyung dan setengah manusia seperti wujud Arthur.

“Wah, aku sangat tidak percaya wajahku berubah secantik ini, ramuan ajaib.”

“Kau cantik sekali Alena.” Ucap Arthur dengan wajah terpana.

“Ulurkan tanganmu.” Ujar Arthur

Alena mengulurkan tangannya, dibawalah dia ke bawah dunia Oceania yang selama ini dia idam-idamkan, pemandangan yang sangat indah. Kerajaan megah, banyak kereta kuda laut yang mengangkut Mutiara. Kata Arthur itu adalah mata pencaharian warga mereka, sangat mengagumkan. Sellivania tidak kalah indah, namun ini luar biasa indah, rasanya aku ingin menjadi bangsa mereka. Setelah puas berkeliling Oceania, aku kembali ke daratan untuk kembali pulang. Arthur berpesan, saat sudah berjalan 500 meter, aku akan menemukan buah berwarna pink yang mereka namai “Fluffy” adalah sebuah buah yang bisa mengembalikan kita ke wujud asli dengan cepat dan tidak akan membawa bekas bau dari wujud sebelumnya.

Alena sampai di Sellivania, ayahnya sangat tau dia pergi ke Oceania karena ayahnya mengikutinya selama terbang, namun Felix membiarkannya untuk mengetahui pengalaman baru. Sejak saat itu Alena dan Arthur berhubungan baik, bersahabat dan saling berkunjung satu sama lain.

Karya: Nabilla Citra Rahayuningtyas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.