Rindu Pelabuhan Sunyi
Nyanyian burung malam, tak lagi serupa melodi teduh
Bukannya memberi ketenangan, justru kalbu semakin dilanda gundah.
Ingin kubungkam nada itu, namun sadar diriku siapa
Toh, apa aku pantas ikut mengurusi suara semesta?
Angin malam menusuk kencang, ke dalam duka yang melanda hati
Tuhan, hamba hanya pinta damai.
Sejenak mengistirahatkan tubuh dan pikiran.
Waktu terus mendesak, pikiran kalang kabut tak keruan
Diselimuti bayang kegaduhan,
Kapankah ketenangan akan berlayar?
Karya: Wiji Indah Prasetya


