Cerbung

Puisi
Jurnal Phona

Pulang

Sudah cukup jauh kaki ini melangkahSudah terlalu lama batin ini lelahMencari arti damai dengan susah payahIman yang kini mulai terpecah belah Terlalu jauh untuk kembali ke titik awalTerlalu jauh untuk kembali netralJalan yang dilalui terlalu banyak cabangJalan yang dilalui terlalu banyak lubang Terlalu kotor untuk dibersihkanTerlalu malu untuk kembali ke hadapanSemakin gelap jalan untuk ke depanTapi dia tetap menerima tanpa perdebatan Karya: Wiji Indah Prasetya

Read More »
Puisi
Jurnal Phona

Hampa

Satu persatu ku cobaMencicipi setiap rasaMulai lupa angannyaMenjejali setiap hal yang ada Saat hidup sudah tak dalam kendalinyaArus yang tenang menjadi medan perangDihadapkan pada pilihan-pilihanTanpa menemukan titik terang Banyak rasa yang tercobaMungkin sudah mati rasaMerasa tak pernah berdosaMungkin sudah mati rasa

Read More »
Puisi
Jurnal Phona

Selesai Tapa Suara

Aku pernah menyebut namamudalam doa yang paling sunyimenitipkan harappada jeda napas yang panjang Namun waktu pelan-pelan menghapusjejak langkahmu di dadakuseperti ombak yang lelahmengeja kembali pantai Kini rasaku tak lagi bergetartak juga terlukahanya kosong yang tenangdan ingatan yang belajar diam Bukan karena kamu salahatau aku berhenti pedulihanya saja perasaan itutelah selesai menjalankan tugasnya Aku melepaskanmu tanpa air matatanpa janji untuk kembalikarena yang hilangtak selalu perlu dicari lagi Karya: Marchela Dika A.

Read More »
Artikel Ilmiah Populer
Jurnal Phona

Manfaat Jamu Bagi Kesehatan

Jamu telah lama dipercaya oleh masyarakat Indonesia sebagai minuman yang berkhasiat untuk menjaga kesehatan. Selain diminum sebagai suplemen kesehatan, jamu juga secara turun-temurun dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk meredakan berbagai keluhan, seperti batuk berdahak, sakit kepala, hingga wasir. Jamu merupakan racikan dari berbagai tanaman herbal yang memiliki potensi manfaat bagi tubuh. Walaupun masih dibutuhkan penelitian ilmiah lebih lanjut untuk membuktikan efektivitasnya, banyak orang meyakini bahwa jamu dapat membantu mengatasi beberapa masalah kesehatan tertentu. Meskipun memiliki beragam manfaat, konsumsi jamu tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Apabila jamu digunakan sebagai pendamping pengobatan medis, sebaiknya dikonsumsi di bawah pengawasan tenaga kesehatan guna mencegah terjadinya interaksi dengan obat-obatan lain. Manfaat Jamu Berdasarkan Jenis Tanaman Jamu biasanya dibuat dari satu atau beberapa bahan alami yang dikenal sebagai empon-empon. Berikut ini beberapa manfaat jamu berdasarkan bahan dasarnya: KunyitKunyit merupakan tanaman herbal yang sering dimanfaatkan sebagai bahan jamu karena khasiatnya yang beragam. Tanaman ini dipercaya dapat membantu mengatasi osteoarthritis, gangguan pencernaan, nyeri haid, serta masalah kulit seperti jerawat dan eksim. Selain itu, kunyit juga diketahui berperan dalam menurunkan kadar kolesterol, menjaga kesehatan jantung, dan mengurangi risiko kanker. Khasiat tersebut berasal dari senyawa aktif bernama kurkumin yang terkandung di dalam kunyit. TemulawakTemulawak telah lama digunakan sebagai bahan utama jamu tradisional. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa temulawak memiliki sifat antioksidan, antibakteri, antiradang, antikanker, serta antidiabetes. Secara tradisional, temulawak sering dikonsumsi untuk mengurangi mual, pusing, pilek, dan meningkatkan nafsu makan. Selain itu, temulawak juga diyakini mampu membantu mengatasi gangguan lambung dan hati, sembelit, radang sendi, wasir, keputihan, serta demam pada anak. Namun demikian, manfaat-manfaat tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan keefektifannya. JaheJahe juga termasuk tanaman herbal yang sudah lama digunakan dalam pengobatan tradisional. Jahe dipercaya dapat membantu meredakan radang sendi, sakit kepala, nyeri menstruasi, serta mual dan muntah pascaoperasi. Aroma khas jahe juga dikenal dapat mengurangi rasa mual pada ibu hamil. Meskipun begitu, manfaat jamu berbahan jahe ini masih perlu dibuktikan melalui uji klinis yang lebih mendalam. Sumber:https://www.alodokter.com/ini-lho-manfaat-jamu-yang-sudah-teruji-klinis Penulis: Marchela Dika A.

Read More »
Cerpen
Jurnal Phona

Bunga

Sore itu, taman kota dipenuhi cahaya keemasan. Daun-daun berdesir pelan ketika angin lewat, seolah ikut berbisik pada siapa pun yang berjalan di sana. Di antara jalur batu yang berkelok, sepasang kekasih melangkah berdampingan, tanpa tergesa, menikmati waktu yang terasa sederhana namun penuh arti. Mereka berhenti di dekat hamparan bunga yang sedang mekar. Warnanya beragam, merah, kuning, ungu, dan putih, tersusun rapi namun tetap terlihat hidup, seakan masing-masing memiliki cerita sendiri. Sang kekasih perempuan berjongkok, menatap bunga-bunga itu dengan mata berbinar. “Cantik, ya,” katanya pelan. “Iya,” jawab pasangannya sambil tersenyum. “Tapi menurutmu, apa yang membuat bunga jadi cantik?” Ia berpikir sejenak, lalu memetik satu kelopak yang jatuh ke tanah. “Karena warnanya. Atau karena baunya. Atau mungkin karena bunga selalu mekar tanpa tahu siapa yang melihatnya.” Mereka duduk di bangku taman. Di hadapan mereka, bunga-bunga itu tetap bergoyang pelan, tak peduli sedang diperhatikan atau tidak. Sang lelaki menatap hamparan warna itu, lalu berkata, “Katanya, setiap bunga punya makna. Mawar tentang cinta, melati tentang kesucian, bunga matahari tentang harapan.” “Kalau begitu,” sahut pasangannya, “bunga apa yang paling mirip dengan kita?” Ia terdiam, lalu tertawa kecil. “Mungkin kita bukan satu jenis bunga. Kita campuran. Kadang seperti mawar, penuh rasa. Kadang seperti bunga liar yang tumbuh di pinggir jalan, sederhana tapi bertahan.” Perempuan itu tersenyum. “Aku suka bunga liar,” katanya. “Mereka tidak ditanam khusus, tapi tetap tumbuh. Seperti hubungan yang dijaga bukan karena kewajiban, tapi karena ingin.” Langit mulai berwarna jingga. Bayangan mereka memanjang di jalan setapak. Sang lelaki memetik satu bunga kecil yang jatuh, lalu menyerahkannya. “Mungkin makna bunga bukan dari namanya,” ujarnya, “tapi dari siapa yang melihat dan merasakannya.” Ia menerima bunga itu dengan hati-hati, seolah sedang memegang sesuatu yang rapuh namun berharga. “Kalau begitu,” katanya lembut, “bunga ini akan mengingatkanku pada hari ini. Tentang berjalan pelan, berbagi cerita, dan memahami makna bersama.” Mereka kembali berjalan, meninggalkan taman yang perlahan diselimuti senja. Bunga-bunga tetap di sana, mekar dalam diam, sementara dua hati melangkah pulang dengan makna baru, bahwa seperti bunga, cinta tak selalu harus dijelaskan. Cukup dirawat, dipahami, dan dinikmati sampai Ia mekar. Karya: Marchela Dika

Read More »
Opini
Jurnal Phona

Relaksasi dengan Musim

Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, banyak orang merasa mudah lelah baik secara fisik maupun mental. Tuntutan sekolah, pekerjaan, dan aktivitas sosial sering kali menimbulkan stres. Oleh karena itu, relaksasi menjadi hal penting agar keseimbangan tubuh dan pikiran tetap terjaga. Menurut saya, salah satu cara relaksasi yang paling sederhana dan efektif adalah dengan mendengarkan musik. Musik dapat dinikmati oleh siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Tanpa perlu usaha berlebih, musik mampu memberikan rasa nyaman dan menenangkan suasana hati. Musik memiliki kekuatan untuk memengaruhi emosi pendengarnya. Alunan nada yang lembut dan tempo yang pelan dapat membantu menurunkan ketegangan dan rasa cemas. Saat musik diputar, pikiran yang semula penuh beban perlahan menjadi lebih ringan dan tenang. Selain menenangkan pikiran, relaksasi dengan musik juga berdampak positif pada tubuh. Detak jantung dan pernapasan bisa menjadi lebih teratur ketika mendengarkan musik yang menenangkan. Hal ini menunjukkan bahwa musik dapat membantu tubuh masuk ke kondisi rileks secara alami. Musik juga sering dimanfaatkan untuk meningkatkan konsentrasi. Banyak orang memilih mendengarkan musik instrumental saat belajar atau mengerjakan tugas agar lebih fokus. Dengan pikiran yang tenang, aktivitas yang dilakukan pun dapat berjalan lebih efektif. Tidak hanya itu, musik juga membantu meningkatkan kualitas istirahat dan tidur. Mendengarkan musik sebelum tidur dapat membantu seseorang lebih cepat terlelap dan tidur lebih nyenyak. Musik mampu mengalihkan pikiran dari rasa khawatir yang sering muncul di malam hari. Kesimpulannya, relaksasi dengan musik memberikan banyak manfaat bagi kesehatan mental dan fisik. Musik bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sarana untuk menenangkan diri dan menjaga keseimbangan emosi. Oleh karena itu, menjadikan musik sebagai bagian dari rutinitas relaksasi merupakan kebiasaan yang sangat baik untuk diterapkan. Penulis: Marchela Dika A.

Read More »